Suwantji Tak Sembarangan Terima Tamu di Rumahnya

Kompas.com - 16/04/2012, 11:52 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

TANGERANG, KOMPAS.com- Semasa hidupnya, Suwantji Sisworahardjo (73), dosen Universitas Indonesia (UI) yang ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Kalpataru Nomor 28, RT 05/ RW 07 Komplek Larangan Indah, tidak sembarangan menerima tamu, termasuk mahasiswa FISIP UI, di rumahnya.

"Bu de (panggilan almarhumah) tidak pernah mau menerima tamu ke rumahnya. Bahkan, mahasiswa yang membutuhkan tanda tangan dan bimbingan dari almarhumah tidak pernah diterima. Ia hanya menerima tamu dari pihak keluarga dekat saja," cerita Iwan Pratama, tetangga bersebelahan dengan rumah korban kepada Kompas di rumah duka, Senin (16/4/2012).

Iwan menceritakan, pernah sekali waktu, seorang mahasiswa datang ke rumah korban membawa sebundelan kertas mirip skripsi. "Mahasiswa itu sudah lama menunggu di luar rumah. Saya samperin dia dan menyuruh dia pulang. Saya bilang, biar saya terima bundelan itu dan buat tanda terimanya. Saya yang bertanggungjawab kalau ibu marah," kata Iwan.

Besok paginya, lanjut Iwan, korban sedang menyapu di halaman rumahnya. "Saya langsung tegur bu de dan menyampaikan bundelan. Saya bilang, bu de, jangan marah ke mahasiswanya ya. Kalau marah, ke saya. Saya kasian mahasiswa itu karena dia punya anak dan istri yang menunggu lama di rumah hanya gara-gara menunggu bu de," jelas Iwan.


Hal itu tidak membuat korban marah. Malah dengan senang hati menerima bundelan tersebut.

Seperti diberitakan, Suwantji Sisworahardjo (73), dosen Universitas Indonesia (UI) ditemukan tewas di kediamannya, Minggu (15/4). Saat ini jenazah masih diotopsi di RSUD Tangerang, Kota Tangerang.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pakar: Omnibus Law Cipta Kerja Punya Semangat Sentralisasi Pemerintahan yang Sangat Kuat

    Pakar: Omnibus Law Cipta Kerja Punya Semangat Sentralisasi Pemerintahan yang Sangat Kuat

    Megapolitan
    Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

    Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

    Megapolitan
    Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

    Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

    Megapolitan
    Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

    Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

    Megapolitan
    Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

    Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

    Megapolitan
    Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

    Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

    Megapolitan
    BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

    BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

    Megapolitan
    Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

    Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

    Megapolitan
    Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

    Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

    Megapolitan
    Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

    Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

    Megapolitan
    50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

    50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

    Megapolitan
    Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

    Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

    Megapolitan
    Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

    Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

    Megapolitan
    Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

    Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

    Megapolitan
    Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

    Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X