Air di Jakarta Jadi "PR" Gubernur Baru - Kompas.com

Air di Jakarta Jadi "PR" Gubernur Baru

Kompas.com - 29/04/2012, 16:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air Jakarta (KMMSAJ) meminta para calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta untuk memperjuangkan masalah air di Jakarta. Pasalnya, air yang seharusnya disediakan untuk publik, justru dikomersilkan. Masalah air jadi pekerjaan rumah (PR) gubernur baru.

Pemerintah Daerah DKI Jakarta saat ini dianggap menjadi salah satu aktor utama beralihnya air dari public goods (barang publik) menjadi privat goods (barang pribadi). Dengan itu, hanya orang berduit yang bisa menikmati air bersih.

"Air itu hak asasi manusia. Setiap manusia punya hak atas air. Tapi, masalahnya ada ketika air menjadi barang yang private, sama seperti bahan bakar minyak. Lebih dari 40 persen rumah warga Jakarta tidak memiliki sambungan air perpipaan ," ujar, Islah, aktivis Wahan Lingkungan Hidup (Walhi), di kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Minggu (29/4/2012).

Dalam acara bertajuk "Tatap Muka Cagub-Cawagub dengan Warga Jakarta: Warga Bertanya Kandidat Menjawab" dijadwalkan akan dihadiri oleh semua cagub dan cawagub DKI. Namun, tak semua memenuhi undangan tersebut. Hanya calon gubernur DKI independen Hendarji Soepanji yang bersedia hadir dalam acara itu.

Saat ini, kata Islah, warga miskin di Jakarta terpaksa membeli air dengan harga Rp 37 ribu hingga 85 ribu per meter kubik. Hal ini karena Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya seharusnya menjadi representasi negara untuk pemenuhan Hak Asasi Manusia atas air dan sanitasi, kata dia, telah terjebak dengan kontrak privatisasi.

Hingga akhir 2010 menurut data koalisi ini, PT PAM Jaya telah menanggung akumulasi kerugian senilai Rp 1,3 triliun akibat swastanisasi. "Sudah 25 tahun sejak tahun 1997 Pam Jaya terjebak dengan kontrak. Sehingga air yang seharusnya untuk publik tidak bisa dilaksanakan. Cagub dan Cawagub harus mengembalikan fungsi air untuk publik ini dengan memutus kontrak kerja sama PT PAM Jaya dan mitra swasta," terangnya.


EditorHeru Margianto

Terkini Lainnya

KPK Cegah 38 Anggota DPRD Sumatera Utara ke Luar Negeri

KPK Cegah 38 Anggota DPRD Sumatera Utara ke Luar Negeri

Nasional
Cerita Sopir Taksi Fachruroji, Terharu Dapat Voucer Makan karena Beri Jamuan Ekstra kepada Penumpang

Cerita Sopir Taksi Fachruroji, Terharu Dapat Voucer Makan karena Beri Jamuan Ekstra kepada Penumpang

Megapolitan
Viral, Video Dua Anak Curi Uang Nasabah di ATM Makassar

Viral, Video Dua Anak Curi Uang Nasabah di ATM Makassar

Regional
Azyumardi Azra: Kantor Pemerintahan hingga Rumah Ibadah Tak Boleh Jadi Alat Politik Kekuasaan

Azyumardi Azra: Kantor Pemerintahan hingga Rumah Ibadah Tak Boleh Jadi Alat Politik Kekuasaan

Nasional
Gatot Nurmantyo: Indonesia Memiliki Modal untuk Menjadi Bangsa Besar

Gatot Nurmantyo: Indonesia Memiliki Modal untuk Menjadi Bangsa Besar

Nasional
Dewan Keamanan PBB akan Berkunjung ke Rakhine Pekan Depan

Dewan Keamanan PBB akan Berkunjung ke Rakhine Pekan Depan

Internasional
Jarang Singgung Selebriti di Twitter, Kali Ini Trump Sebut Kanye West

Jarang Singgung Selebriti di Twitter, Kali Ini Trump Sebut Kanye West

Internasional
Cerita Kopi Dunia asal Indonesia yang Akhirnya Masuk Warung Pinggir Jalan

Cerita Kopi Dunia asal Indonesia yang Akhirnya Masuk Warung Pinggir Jalan

BrandzView
KPAI Terima Pengaduan Orangtua dan Siswa yang Kesal dengan UNBK SMP/Sederajat

KPAI Terima Pengaduan Orangtua dan Siswa yang Kesal dengan UNBK SMP/Sederajat

Nasional
Kasus Zumi Zola, KPK Lakukan Penyitaan Dokumen Proyek dan Keuangan

Kasus Zumi Zola, KPK Lakukan Penyitaan Dokumen Proyek dan Keuangan

Nasional
Pengeboran Minyak yang Meledak di Aceh Timur Sudah Jadi Mata Pencarian Ribuan Warga

Pengeboran Minyak yang Meledak di Aceh Timur Sudah Jadi Mata Pencarian Ribuan Warga

Regional
Cemburu dan Marah di Balik Pembunuhan dengan Modus Menabrak di Tambora

Cemburu dan Marah di Balik Pembunuhan dengan Modus Menabrak di Tambora

Megapolitan
Cak Imin Anggap Isu Korupsi di Kemenakertrans 'Black Campaign'

Cak Imin Anggap Isu Korupsi di Kemenakertrans "Black Campaign"

Nasional
Berita Populer: Propaganda Korut, hingga Pelajar Rusia di Luar Negeri Diimbau Pulang

Berita Populer: Propaganda Korut, hingga Pelajar Rusia di Luar Negeri Diimbau Pulang

Internasional
Elektabilitas Masih Rendah, Cak Imin Anggap Itu Motivasi

Elektabilitas Masih Rendah, Cak Imin Anggap Itu Motivasi

Nasional

Close Ads X