Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hendardji: Air Harusnya Dikuasai Negara, Bukan Swasta

Kompas.com - 29/04/2012, 17:02 WIB
|
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com - Kandidat independen calon Gubernur DKI Jakarta, Hendardji Soepandji, menyatakan, jika dirinya menjadi Gubernur DKI Jakarta, maka masalah air bersih yang sulit didapat warga DKI akan ia selesaikan. Salah satunya dengan menghapus swastanisasi air.

"Perusahaan air minum harus memberikan ketersediaan air cukup untuk semua wilayah. Adil untuk semua, bagi warga miskin dan yang punya duit sekalipun harus mendapatkan air yang menjadi hak mereka. Turunkan harga air bersih, atau bila perlu ditiadakan biayanya," kata Hendardji di hadapan sekitar 30-an warga DKI yang hadir di dalam diskusi masalah air di kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Minggu (21/4/2012).

Saat ini, selain sulit mendapatkan air bersih dengan harga murah, data dari Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air Jakarta (KMMSAJ) menyebutkan, 13 aliran sungai yang menjadi pengharapan warga DKI Jakarta juga tercemar berat. Sementara itu, cakupan layanan Perusahaan Daerah Pengelolaan Air Limbah (PD Pal Jaya) tidak mencapai 5 persen. Akibatnya, kebutuhan air di Jakarta sebesar 2,38 juta meter kubik perhari hanya tersedia 1, 53 juta meter kubik.

Setelah menghadapi kenyataan ini, warga DKI juga harus menghadapi masalah air yang dikomersilkan. Oleh karena itu, Hendardji berjanji untuk memperjuangkan air bersih dan gratis untuk masyarakat. Salah satu yang akan dilakukannya dengan memperbaiki kontrak PAM Jaya dengan perusahaan swasta yang mengelola air di Jakarta.

"Ganti atau perbaiki kontrak yang merugikan masyarakat itu. Itu akan saya lakukan, karena air penting untuk kesejahteraan rakyat. Harus diperbaiki perjanjian itu. Butuh waktu lama, tapi itu harus diperjuangkan," tandas Hendardji.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.