Desa Cijeruk, Alternatif Terdekat Evakuasi Korban

Kompas.com - 10/05/2012, 12:27 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

BOGOR, KOMPAS.com- Desa Cijeruk di Kabupaten Bogor, menjadi lokasi terdekat untuk evakuasi 44 korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet SJ-100 di kawasan Gunung Salak.

Demikian informasi dari Pos Komando SAR SJ-100 Pangkalan Udara Atang Sendjaja, Bogor, Kamis (10/5/2012).

Adapun lokasi Sukhoi jatuh ditemukan oleh helikopter TNI AU nomor registrasi H-3214 dengan pilot Mayor (Pnb) MRY Fahlefie pukul 09.10, Kamis. Koordinat jatuhnya pesawat 06.42.61,3 Lintang Selatan dan 106 44 41,2 Bujur Timur.

Pesawat dipastikan menabrak tebing bukit pada elevasi 5.800 kaki. Tempat penyelamatan terdekat ialah Desa Cijeruk. Koordinat 06.42.10,42 Lintang Selatan dan 106.46.23,54 Bujur Timur.


 

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

    Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

    Megapolitan
    Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

    Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

    Megapolitan
    Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

    Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

    Megapolitan
    Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

    Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

    Megapolitan
    Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

    Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

    Megapolitan
    Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

    Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

    Megapolitan
    Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

    Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

    Megapolitan
    DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

    DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

    Megapolitan
    Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

    Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

    Megapolitan
    PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

    PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

    Megapolitan
    Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

    Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

    Megapolitan
    Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

    Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

    Megapolitan
    Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

    Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

    Megapolitan
    Sidang Eksepsi Kasus 'Ikan Asin' Akan Digelar Tahun Depan

    Sidang Eksepsi Kasus "Ikan Asin" Akan Digelar Tahun Depan

    Megapolitan
    Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

    Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X