Lokasi Kecelakaan Sukhoi Disemprot Disinfektan

Kompas.com - 17/05/2012, 16:40 WIB
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Suku Dinas Kesehatan Bogor atau Sudinkes Bogor mulai menyemprotkan disinfektan di sekitar lokasi kecelakaan Sukhoi Superjet 100 dan perkampungan penduduk di sekitar Gunung Salak, Jawa Barat, pada Kamis (17/5/2012) pagi tadi.

Penyemprotan disinfektan dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya Daryatmo, Kamis (17/5/2012), dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

"Bagaimanapun itu rentan daerah penyakit, tadi sudah disemprot disinfektan oleh Sudinkes Bogor," ujar Daryatmo.

Daerah seperti lokasi kecelakaan dan perkampungan penduduk menjadi rentan penyakit lantaran menjadi tempat kantong-kantong jenazah berada.

Di lokasi kecelakaan, tim SAR juga menduga masih banyak korban pesawat asal Rusia tersebut yang masih belum ditemukan karena tertimbun tanah.

Selain menyemprotkan disinfektan, Palang Merah Indonesia (PMI) juga sudah mengganti sejumlah peralatan penduduk di sekitar posko tim SAR gabungan yang sudah berdiri selama sembilan hari tersebut.

Daryatmo menuturkan ada 50 cangkul, 50 sekop, dan bak-bak mandi. Dampak lingkungan juga menjadi perhatian di lokasi penelusuran.

Pasalnya, pohon-pohon di tebing Gunung Salak tempat kecelakaan terjadi banyak yang runtuh akibat tanah yang longsor setelah pesawat Sukhoi tersebut menghantam dan meledak. Oleh karena itu, tim SAR akan menanam pohon kembali.

"Karena merusak lingkungan, maka kami akan menanam pohon sebab ratusan pohon runtuh karena tabrakan itu," tandasnya.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    [Update 26 Oktober]: Kasus Aktif Covid-19 di Depok Sebanyak 1.333 Orang

    [Update 26 Oktober]: Kasus Aktif Covid-19 di Depok Sebanyak 1.333 Orang

    Megapolitan
    BMKG: Sebagian Jakarta Diprediksi Hujan Siang Nanti

    BMKG: Sebagian Jakarta Diprediksi Hujan Siang Nanti

    Megapolitan
    Diterjang Angin Puting Beliung, Fasilitas Gedung Kesenian Kota Bekasi Rusak

    Diterjang Angin Puting Beliung, Fasilitas Gedung Kesenian Kota Bekasi Rusak

    Megapolitan
    Dirampok di JPO Cilandak Timur, Seorang Ibu Dipukul oleh Perampok

    Dirampok di JPO Cilandak Timur, Seorang Ibu Dipukul oleh Perampok

    Megapolitan
    Pelaku Mengaku Ingin Kuasai Uang PSK Rp 1,8 Juta, Polisi Anggap Alasannya Janggal

    Pelaku Mengaku Ingin Kuasai Uang PSK Rp 1,8 Juta, Polisi Anggap Alasannya Janggal

    Megapolitan
    Libur Panjang, Pemesanan Tiket untuk Keberangkatan di 3 Stasiun di Jakarta Naik 3 Kali Lipat

    Libur Panjang, Pemesanan Tiket untuk Keberangkatan di 3 Stasiun di Jakarta Naik 3 Kali Lipat

    Megapolitan
    Sebelum Foto Hamil, Rahayu Saraswati Pernah Merasa Dilecehkan Lewat Postingan Paha Mulus

    Sebelum Foto Hamil, Rahayu Saraswati Pernah Merasa Dilecehkan Lewat Postingan Paha Mulus

    Megapolitan
    Polisi Duga Kasus Pembunuhan PSK di Bekasi Sudah Terencana

    Polisi Duga Kasus Pembunuhan PSK di Bekasi Sudah Terencana

    Megapolitan
    Petugas PPSU Ciduk Perampok yang Kabur Setelah Jambret Seorang Ibu di JPO

    Petugas PPSU Ciduk Perampok yang Kabur Setelah Jambret Seorang Ibu di JPO

    Megapolitan
    Anggota Marinir Nyaris Jadi Korban Penjambretan Saat Bersepeda di Sekitar Monas

    Anggota Marinir Nyaris Jadi Korban Penjambretan Saat Bersepeda di Sekitar Monas

    Megapolitan
    Hujan dan Angin Kencang di Depok Senin Sore, 2 Pohon di Permukiman Warga Tumbang

    Hujan dan Angin Kencang di Depok Senin Sore, 2 Pohon di Permukiman Warga Tumbang

    Megapolitan
    Pemilik Panti Pijat Positif Covid-19 yang Kabur Tak Ditemukan di Rumahnya

    Pemilik Panti Pijat Positif Covid-19 yang Kabur Tak Ditemukan di Rumahnya

    Megapolitan
    Cegah Banjir, Pembuatan Bendungan Waduk di Cilincing Dikebut Satu Bulan

    Cegah Banjir, Pembuatan Bendungan Waduk di Cilincing Dikebut Satu Bulan

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Akan Bantu Perbaiki 186 Rumah yang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

    Pemkot Bekasi Akan Bantu Perbaiki 186 Rumah yang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

    Megapolitan
    UPDATE 26 Oktober: Bertambah 12, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 2.070

    UPDATE 26 Oktober: Bertambah 12, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 2.070

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X