Kasus Guru Pukul Murid Berujung Damai

Kompas.com - 07/06/2012, 11:25 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com — Kasus kekerasan yang dilakukan oleh seorang guru, HH (56), terhadap muridnya, KS (14), berujung damai. Langkah tersebut diambil setelah sang guru berjanji untuk tidak melakukan perilaku serupa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Niken Saptono, ibunda KS, mengungkapkan, langkah mediasi telah dilakukan Kamis (7/6/2012) sekitar pukul 08.30 WIB di salah satu ruangan SMP 287, Makasar, Jakarta Timur. Dalam mediasi tersebut, hadir pihak kepala sekolah, guru, orangtua murid, serta murid yang menjadi korban.

"Tadi sudah ke sekolah, sudah dimediasi sama kepala sekolah. Dengan Pak HH-nya juga sudah ketemu, sudah damai, tapi pakai perjanjian," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis pagi.

Dalam mediasi tersebut ada beberapa poin yang disepakati antara pihak-pihak yang terlibat, yaitu HH harus berjanji tidak akan mengulangi kekerasannya pada saat kegiatan belajar mengajar. Sementara dari pihak keluarga akan mencabut laporan yang telah dilayangkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Polres Jakarta Timur.

"Soalnya guru itu memang wajib tegas supaya ada wibawa sama murid, tapi jangan pakai ringan tangan, anak kan juga jadi enggak masuk pelajarannya, enggak masuk sama guru, enggak masuk sama pelajarannya juga," kata Niken.

Niken melanjutkan, KS sendiri telah melakukan aktivitas persekolahan dengan lancar, meskipun rasa takut masih menghantuinya. Bagian kepala yang dipukul sang guru pun diketahui sudah berangsur-angsur membaik. Sebelumnya, KS sempat mengeluh pusing dan demam seusai dihajar sang guru.

"Dulu ada trauma luka di kepala, jadi kita khawatir. Kalau sekarang sudah enggak kayak kemarin yang dia bilang masih pusing," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang guru berinisial HH dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jakarta Timur atas tuduhan melakukan pemukulan terhadap KS (14).

Gadis yang duduk di kelas VIII SMP 287, Makasar, Jakarta Timur, tersebut dipukul HH di bagian kepala karena tidak bisa menjawab soal yang diberikan. Setelah dikonfirmasi kepada yang bersangkutan, HH sempat menampik dirinya melakukan kekerasan terhadap KS. Ia hanya menjelaskan, metode kegiatan belajar mengajarnya memiliki tujuan yang baik bagi muridnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KawalCovid19: Tingkat Kematian Pasien di DKI Meningkat hingga 2,8 Persen

KawalCovid19: Tingkat Kematian Pasien di DKI Meningkat hingga 2,8 Persen

Megapolitan
Wagub DKI: Pembebasan Lahan untuk Normalisasi Ciliwung Butuh Rp 5 Triliun

Wagub DKI: Pembebasan Lahan untuk Normalisasi Ciliwung Butuh Rp 5 Triliun

Megapolitan
Pemkot Bogor Tiadakan Kebijakan Ganjil Genap untuk Akhir Pekan Ini

Pemkot Bogor Tiadakan Kebijakan Ganjil Genap untuk Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Sempat Bertemu Pembunuh Anaknya, Ibu Ade Sara: Assyifa, kalau Memang Kamu Pelakunya, Tante Maafkan Kamu

Sempat Bertemu Pembunuh Anaknya, Ibu Ade Sara: Assyifa, kalau Memang Kamu Pelakunya, Tante Maafkan Kamu

Megapolitan
Wagub: 7,6 Kilometer Lahan di Bantaran Ciliwung Bisa Dinormalisasi

Wagub: 7,6 Kilometer Lahan di Bantaran Ciliwung Bisa Dinormalisasi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan

Megapolitan
Virus Corona B.1.1.7 Sudah Menyebar di Jakarta Tanpa Terdeteksi?

Virus Corona B.1.1.7 Sudah Menyebar di Jakarta Tanpa Terdeteksi?

Megapolitan
Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang: Dipakai ART hingga Kenalan Pedagang

Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang: Dipakai ART hingga Kenalan Pedagang

Megapolitan
Ikappi Ingatkan PD Pasar Jaya Tak Menyepelekan Pendataan Pedagang untuk Vaksinasi Covid-19

Ikappi Ingatkan PD Pasar Jaya Tak Menyepelekan Pendataan Pedagang untuk Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Isi Pleidoi Pembunuh Ade Sara, Assyifa: Mohon Putusan Ringan agar Saya Bisa Melanjutkan Pendidikan...

Isi Pleidoi Pembunuh Ade Sara, Assyifa: Mohon Putusan Ringan agar Saya Bisa Melanjutkan Pendidikan...

Megapolitan
Pengamat Dorong Pemprov DKI Percepat Normalisasi 4 Sungai Utama

Pengamat Dorong Pemprov DKI Percepat Normalisasi 4 Sungai Utama

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 303 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 5 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 303 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Gerebek Lumpur hingga Sumur Resapan Dinilai Upaya Minor Atasi Banjir Jakarta

Gerebek Lumpur hingga Sumur Resapan Dinilai Upaya Minor Atasi Banjir Jakarta

Megapolitan
Kenalan hingga ART Ikut Divaksin di Pasar Tanah Abang, Ikappi: Merugikan Pedagang

Kenalan hingga ART Ikut Divaksin di Pasar Tanah Abang, Ikappi: Merugikan Pedagang

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X