Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tangkap Tangan Bea Cukai Diduga Terkait Pemerasan

Kompas.com - 20/06/2012, 21:39 WIB
Icha Rastika

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi di dua lokasi, Rabu (20/6/2012), diduga terkait upaya pemerasan terhadap warga negara Amerika Serikat berinisial An.

Juru Bicara KPK, Johan Budi mengatakan, dugaan sementara, An dimintai uang Rp 150 juta oleh Kepala Sub di Kargo Bandara Soekarno-Hatta berinisial W agar barang-barangnya yang tertahan di Bea Cukai bisa masuk ke Indonesia.

"Menurut keterangan sementara, barang-barang milik An yang dibawa dari luar negeri ke Indonesia tertahan di Bea Cukai. Untuk bisa mengeluarkan itu, dia (An) dimintai uang yang menurut dia Rp 150 juta," kata Johan di Jakarta, Rabu (20/6/2012) malam.

Adapun barang-barang yang dimaksud, merupakan perabot rumah tangga yang diperkirakan milik PT TD Williamson, perusahaan tempat An bekerja. Barang-barang perusahaan yang berlokasi di Cilandak, Jakarta, Selatan itu, menurutnya, tertahan di Bea dan Cukai selama lebih dari empat bulan.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan di dua lokasi, yakni di Bagian Kargo Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang dan di Rest Area KM 13, Tol Jakarta-Merak sekitar pukul 18.00 WIB tadi.

Dari operasi tangkap tangan itu, KPK mengamankan An, W, tiga perantara berinisial E, A, dan R, serta seorang sopir dan seorang petugas keamanan.

Menurut Johan, dugaan sementara tersebut masih perlu didalami melalui pemeriksaan selama 1 x 24 jam. Jika ditemukan indikasi tindak pidana korupsi, KPK akan menetapkan tersangka dari tangkap tangan tersebut.

"Kita punya waktu 1 x 24 jam untuk menyimpulkan apakah yang kita tangkap ini seperti dugaan itu," ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam penangkapan tersebut KPK menyita uang yang nilainya lebih dari Rp 110 juta. Rinciannya, Rp 104 juta ditemukan di lokasi kejadian, Rp 6 juta ditangan E, dan sisanya di tangan R yang masih dihitung.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Istana Disebut Belum Terima Draf Revisi UU Kementerian Negara

Istana Disebut Belum Terima Draf Revisi UU Kementerian Negara

Nasional
Grace dan Juri Jadi Stafsus, Ngabalin Sebut Murni karena Kebutuhan Jokowi

Grace dan Juri Jadi Stafsus, Ngabalin Sebut Murni karena Kebutuhan Jokowi

Nasional
Revisi UU Kementerian Disetujui, RUU Perampasan Aset Hilang

Revisi UU Kementerian Disetujui, RUU Perampasan Aset Hilang

Nasional
[POPULER NASIONAL] Babak Baru Kasus Vina Cirebon | 'Crazy Rich' di Antara 21 Tersangka Korupsi Timah

[POPULER NASIONAL] Babak Baru Kasus Vina Cirebon | "Crazy Rich" di Antara 21 Tersangka Korupsi Timah

Nasional
Tanggal 21 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 21 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Kemendikbud Sebut Kuliah Bersifat Tersier, Pimpinan Komisi X: Tidak Semestinya Disampaikan

Kemendikbud Sebut Kuliah Bersifat Tersier, Pimpinan Komisi X: Tidak Semestinya Disampaikan

Nasional
Wapres Minta Alumni Tebuireng Bangun Konsep Besar Pembangunan Umat

Wapres Minta Alumni Tebuireng Bangun Konsep Besar Pembangunan Umat

Nasional
Khofifah-Emil Dardak Mohon Doa Menang Pilkada Jatim 2024 Usai Didukung Demokrat-Golkar

Khofifah-Emil Dardak Mohon Doa Menang Pilkada Jatim 2024 Usai Didukung Demokrat-Golkar

Nasional
Pertamina Raih Penghargaan di InaBuyer 2024, Kado untuk Kebangkitan UMKM

Pertamina Raih Penghargaan di InaBuyer 2024, Kado untuk Kebangkitan UMKM

Nasional
Soal Isu Raffi Ahmad Maju Pilkada 2024, Airlangga: Bisa OTW ke Jateng dan Jakarta, Kan Dia MC

Soal Isu Raffi Ahmad Maju Pilkada 2024, Airlangga: Bisa OTW ke Jateng dan Jakarta, Kan Dia MC

Nasional
Cegah MERS-CoV Masuk Indonesia, Kemenkes Akan Pantau Kepulangan Jemaah Haji

Cegah MERS-CoV Masuk Indonesia, Kemenkes Akan Pantau Kepulangan Jemaah Haji

Nasional
Dari 372 Badan Publik, KIP Sebut Hanya 122 yang Informatif

Dari 372 Badan Publik, KIP Sebut Hanya 122 yang Informatif

Nasional
Jemaah Haji Indonesia Kembali Wafat di Madinah, Jumlah Meninggal Dunia Menjadi 4 Orang

Jemaah Haji Indonesia Kembali Wafat di Madinah, Jumlah Meninggal Dunia Menjadi 4 Orang

Nasional
Hari Keenam Penerbangan, 34.181 Jemaah Haji tiba di Madinah

Hari Keenam Penerbangan, 34.181 Jemaah Haji tiba di Madinah

Nasional
Jokowi Bahas Masalah Kenaikan UKT Bersama Menteri Pekan Depan

Jokowi Bahas Masalah Kenaikan UKT Bersama Menteri Pekan Depan

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com