Pemda Nunggak Rp 10 Miliar, RSSA Malang Stop Jamkesda

Kompas.com - 03/07/2012, 13:28 WIB
|
EditorFarid Assifa

MALANG, KOMPAS.com - Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Jawa Timur, pada 2 Juli 2012, telah menghentikan pelayanan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) untuk warga miskin di Kabupaten Malang. Alasannya, pemerintah daerah setempat masih nunggak utang pembayaran Jamkesda sebesar Rp 10 miliar.

Penghentian layanan Jamkseda tadi disampaikan langsung oleh Direktur RSSA Malang, Basuki Bambang Purnomo kepada wartawan di RSSA Malang, Selasa (3/7/2012). Menurut Basuki, pada tahun 2011 lalu, Pemerintah Kabupaten Malang harus membayar klaim Jamkesda senilai Rp 26 miliar lebih. "Dari piutang itu, Kabupaten Malang hanya bisa membayar Rp 21 miliar saja. Hingga Juni 2012, tagihan Jamkesda sebesar Rp 14,5 miliar, tapi hanya terbayarkan sebesar Rp 7,7 miliar," katanya.

Karena masih nunggak Rp 10 miliar, Basuki menyatakan pihaknya terpaksa menutup layanan Jamkesda. Keputusan ini berlaku sejak 2 Juli 2012. Warga harus memilih jalur umum jika ingin mendapatkan pelayanan medis. "Dan itu adalah keputusan dari Pemprov Jatim," tegas Basuki. Dia berjanji pelayanan Jamkesda akan kembali dibuka setelah Pemkab Malang melunasi seluruh utangnya. "Kebijakan ini hanya khusus bagi pasien rujukan Jamkesda," katanya. Warga Kabupaten Malang mendominasi pelayanan Jamkesda di RSSA, disusul Kota Malang, Kabupaten Pasuruan, Blitar dan Kota Batu. "Paling banyak, pasiennya dari warga Kabupaten Malang," katanya.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, akibat penghentian layanan Jamkesda, puluhan pasien miskin dari Kabupaten Malang sempat telantar. Imam, salah seorang pasien pemilik kartu Jamkesda yang sedang antre di loket RSSA Malang mengaku tak tahu Jamkesda distop. "Kalau sudah distop, bagaiman nasib kami ini," kata warga Singosari, Kabupaten Malang itu. Imam berniat akan memeriksakan putrinya, Nova Resma (7), pasca-operasi tumor. Anaknya harus kembali menjalani operasi lagi untuk kedua kalinya. "Ya, gimana nasib kami ini," ujarnya mengeluh.

Keluhan yang sama juga disampaikan Suwito (30), warga Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Ia pun terlihat panik setelah mendengar petugas loket menolak dirinya mengajukan pelayanan Jamkesda. "Saya mau ngurus Jamkesda untuk bapak saya yang sakit karena tak bisa kencing. Tapi tak bisa. Terpaksa batal," katanya. Imam dan Suwito berharap agar Jamkesda tetap kembali dibuka. "Kalau Pemkab Malang mempunyai utang, silakan dibayar. Kalau distop, yang sengsara rakyat miskin," kata Imam.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

613 Pengemudi Ojek di Jakarta Selatan Langgar PSBB

613 Pengemudi Ojek di Jakarta Selatan Langgar PSBB

Megapolitan
Pantau Langsung Operasi Yustisi di Bogor, Kapolda Jabar Lihat Masih Banyak Warga Tak Pakai Masker

Pantau Langsung Operasi Yustisi di Bogor, Kapolda Jabar Lihat Masih Banyak Warga Tak Pakai Masker

Megapolitan
Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI soal Kebijakan Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 yang Berubah-ubah

Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI soal Kebijakan Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 yang Berubah-ubah

Megapolitan
Seorang Pria yang Bawa Sabu Ditangkap Saat Operasi Yustisi

Seorang Pria yang Bawa Sabu Ditangkap Saat Operasi Yustisi

Megapolitan
PHRI Ajak Pengusaha agar Bersedia Hotelnya Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

PHRI Ajak Pengusaha agar Bersedia Hotelnya Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Wali Kota Depok dan Wakilnya Cuti Kampanye 71 Hari, Pemprov Jabar Tunjuk Pejabat Sementara

Wali Kota Depok dan Wakilnya Cuti Kampanye 71 Hari, Pemprov Jabar Tunjuk Pejabat Sementara

Megapolitan
Keluh Kesah Mereka yang Tak Bisa Kerja dari Rumah Selama PSBB...

Keluh Kesah Mereka yang Tak Bisa Kerja dari Rumah Selama PSBB...

Megapolitan
Rekam Jejak Terpidana Mati Cai Changpan, Kabur 2 Kali dari Sel Tahanan

Rekam Jejak Terpidana Mati Cai Changpan, Kabur 2 Kali dari Sel Tahanan

Megapolitan
Lihat Pelanggaran Protokol Kesehatan, Lapor ke Hotline Polisi 0822-1666-6911

Lihat Pelanggaran Protokol Kesehatan, Lapor ke Hotline Polisi 0822-1666-6911

Megapolitan
PHRI: Protokol di Hotel untuk Isolasi Pasien OTG Akan Ketat seperti Wisma Atlet

PHRI: Protokol di Hotel untuk Isolasi Pasien OTG Akan Ketat seperti Wisma Atlet

Megapolitan
Selama Pengetatan PSBB, 211 Restoran di Jakarta Ditutup Sementara

Selama Pengetatan PSBB, 211 Restoran di Jakarta Ditutup Sementara

Megapolitan
Ruko di Kebayoran Baru Terbakar, 2 Mobil Pemadam Dikerahkan

Ruko di Kebayoran Baru Terbakar, 2 Mobil Pemadam Dikerahkan

Megapolitan
Jadi Calon Wakil Wali Kota Tangsel, Kekayaan Rahayu Saraswati Senilai Rp 23,7 Miliar

Jadi Calon Wakil Wali Kota Tangsel, Kekayaan Rahayu Saraswati Senilai Rp 23,7 Miliar

Megapolitan
3.000 Pasangan Bercerai di Jakut Setiap Tahunnya

3.000 Pasangan Bercerai di Jakut Setiap Tahunnya

Megapolitan
Wagub DKI: Aparat Pengawas PSBB 20.000 Tak Sebanding dengan 11 Juta Warga Jakarta

Wagub DKI: Aparat Pengawas PSBB 20.000 Tak Sebanding dengan 11 Juta Warga Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X