Kenali 9 Mitos Seputar Sembelit

Kompas.com - 03/07/2012, 14:01 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Konstipasi atau lebih dikenal dengan istilah sembelit adalah kelainan pada sistem pencernaan di mana seorang mengalami pengerasan tinja yang berlebihan, sehingga sulit untuk dibuang atau dikeluarkan dan dapat menyebabkan kesakitan yang hebat pada penderitanya.

Seperti penyakit lain pada umumnya, banyak kesalahpahaman atau mitos di masyarakat tentang sembelit. Berikut adalah berbagai mitos seputar sembelit yang perlu Anda ketahui:

Mitos 1: Sembelit hanya diderita orangtua

Faktanya, orang tua menghadapi masalah sembelit biasanya karena faktor-faktor seperti kondisi medis, penggunaan obat, rendahnya tingkat aktivitas fisik dan gizi buruk. Tapi masalah pencernaan adalah kondisi umum yang bisa terjadi di semua kelompok usia. Sembelit bahkan bisa terjadi selama kehamilan, setelah melahirkan atau pada periode pascaoperasi.

Mitos 2: Sembelit menandakan tubuh butuh asupan serat lebih banyak

Faktanya, memang benar bahwa serat makanan adalah obat untuk sembelit. Tetapi itu tidak berarti tubuh Anda membutuhkan lebih banyak serat. Sembelit terkadang bisa disebabkan oleh masalah kesehatan seperti tiroid, stroke, penyakit parkinson, dan diabetes. Perlu perhatian dan intervensi dokter jika sembelit berlangsung lebih dari dua minggu atau jika Anda mengalami buang air besar dengan tinja berdarah menyakitkan.

Mitos 3: Semua jenis serat bisa mengurangi sembelit

Faktanya, ada dua jenis kandungan serat dalam makanan yakni serat larut dan serat tidak larut. Pilihlah makanan yang mengandung serat tidak larut untuk meringankan sembelit. Serat tidak larut hadir dalam jumlah berlimpah dalam makanan seperti roti gandum, sereal dan pasta. Sedangkan serat larut yang banyak terdapat di buah-buahan dan sayuran segar mungkinkurang efektif terhadap sembelit, tetapi dapat membantu dalam menurunkan kolesterol.

Mitos 4: Kopi dapat mengatasi sembelit

Faktanya, kafein di kopi dapat menyebabkan kontraksi otot-otot saluran pencernaan dan karenanya dapat merangsang buang air besar. Lantas mengapa kopi tidak termasuk dalam daftar solusi untuk mengatasi sembelit? Alasannya karena kopi memiliki sifat diuretik, yang menarik keluar cairan dari kotoran sehingga membuat tinja Anda menjadi lebih keras. Dengan demikian, memperburuk kondisi sembelit. Teh berkafein, cola, dan alkohol menghasilkan efek yang sama.

Mitos 5: Sembelit menghasilkan pembentukan racun dalam tubuh

Faktanya, banyak orang berpikir bahwa sembelit dapat mengarah ke penyerapan zat beracun di tubuh yang diakibatkan oleh tinja. Bahkan sebagian percaya bahwa kondisi seperti ini dapat memicu perkembangan penyakit seperti arthritis, asma dan kanker usus besar. Tapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa tinja menghasilkan racun atau kanker usus besar. Masalah sembelit bisa dicegah dengan penggunaan obat pencahar atau pembersih usus.

Mitos 6: Menelan permen karet dapat menyebabkan sembelit

Faktanya, permen karet tidak dapat menempel pada saluran pencernaan, seperti yang selama ini dibayangkan banyak orang. Tertelannya permen karet tidak akan menyebabkan sembelit.

Mitos 7: Usus harus bergerak setiap hari

Faktanya, sembelit adalah istilah relatif. Frekuensi buang air besar pada setiap orang sangat bervariasi. Ada yang tiga kali sehari atau bahkan sampai tiga kali seminggu. Gerakan usus dikatakan jarang apabila seseorang tidak buang air besar setelah lebih dari 3 hari. Sementara seseorang dianggap sembelit jika memiliki gerakan kurang dari seminggu.

Mitos 8: Sembelit karena sering menahan BAB

Faktanya, beberapa orang tidak menemukan cukup waktu untuk buang air besar. Beberapa bahkan mengabaikan 'panggilan alam' di tempat kerja atau di tempat lain dan menunggu sampai mereka mencapai rumah. Dalam kenyataannya, mengabaikan untuk BAB tidak hanya akan membuat Anda merasa tidak nyaman, tetapi juga dapat menyebabkan atau memperburuk sembelit.

Mitos 9: Kotoran berdarah adalah normal

Faktanya, Jika darah muncul dalam tinja Anda, Anda perlu memeriksa dengan dokter Anda. Warna merah darah menunjukkan bahwa Anda mungkin menderita wasir atau robekan di lapisan dubur yang menyebabkan terjadinya perdarahan. Namun, bila tinja berwarna marun atau bekuan dalam darah tinja berwarna hitam, Anda harus waspada. Darah ini mungkin berasal dari bagian lebih dalam dari saluran pencernaan.

Cara aman untuk mencegah sembelit adalah dengan minum banyak air, mengonsumsi makanan kaya serat dan melibatkan diri dalam beberapa bentuk latihan atau kegiatan fisik. Jangan lupa membatasi konsumsi alkohol pada tingkat yang moderat. Stres dapat memicu sembelit dengan memengaruhi keteraturan waktu BAB Anda. Penggunaan obat tertentu juga dapat memperburuk sembelit. Jadi, lebih baik segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami masalah ini.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7.666 Orang Ajukan SIKM, Hanya 1.422 yang Disetujui

7.666 Orang Ajukan SIKM, Hanya 1.422 yang Disetujui

Megapolitan
Kepala Bocah WNA Tersangkut di Besi Teralis, Dibebaskan Petugas Damkar

Kepala Bocah WNA Tersangkut di Besi Teralis, Dibebaskan Petugas Damkar

Megapolitan
Siapkan New Normal, Kabupaten Tangerang Izinkan Tempat Ibadah Dibuka

Siapkan New Normal, Kabupaten Tangerang Izinkan Tempat Ibadah Dibuka

Megapolitan
Dua Hari, 160 Kendaraan dari Luar Kota Dipaksa Putar Balik Saat Hendak Masuk Jaksel

Dua Hari, 160 Kendaraan dari Luar Kota Dipaksa Putar Balik Saat Hendak Masuk Jaksel

Megapolitan
Warga Cempaka Putih Timur Panen Bersama Sayuran Hidroponik di Tengah PSBB

Warga Cempaka Putih Timur Panen Bersama Sayuran Hidroponik di Tengah PSBB

Megapolitan
Sopir Bajaj Jadi Tersangka Terkait Tabrakan dengan Bus Transjakarta di Pademangan

Sopir Bajaj Jadi Tersangka Terkait Tabrakan dengan Bus Transjakarta di Pademangan

Megapolitan
Masuk Jakarta Tanpa SKIM, 4 Warga Lenteng Agung Karantina Mandiri, Rumah Dipasang Stiker

Masuk Jakarta Tanpa SKIM, 4 Warga Lenteng Agung Karantina Mandiri, Rumah Dipasang Stiker

Megapolitan
THR TGUPP Tak Dipangkas, Ketua Komisi A DPRD: Ini soal Empati

THR TGUPP Tak Dipangkas, Ketua Komisi A DPRD: Ini soal Empati

Megapolitan
Pemkot Bekasi Bagikan Masker Kain ke Seluruh Tempat Ibadah yang Boleh Beroperasi

Pemkot Bekasi Bagikan Masker Kain ke Seluruh Tempat Ibadah yang Boleh Beroperasi

Megapolitan
Periode PSBB Jawa Barat dan Depok Beda, Asosiasi Mal Bingung

Periode PSBB Jawa Barat dan Depok Beda, Asosiasi Mal Bingung

Megapolitan
Dari Tegal, 4 Warga Lenteng Agung Masuk Jakarta Tanpa SIKM, Lurah Bingung

Dari Tegal, 4 Warga Lenteng Agung Masuk Jakarta Tanpa SIKM, Lurah Bingung

Megapolitan
Asosiasi: Mal di Depok Buka jika PSBB Selesai

Asosiasi: Mal di Depok Buka jika PSBB Selesai

Megapolitan
171.046 Kendaraan Menuju Jakarta Dalam 3 Hari Arus Balik Lebaran

171.046 Kendaraan Menuju Jakarta Dalam 3 Hari Arus Balik Lebaran

Megapolitan
Penjelasan BKD soal Pemotongan Tunjangan PNS DKI Terkait Pandemi Covid-19

Penjelasan BKD soal Pemotongan Tunjangan PNS DKI Terkait Pandemi Covid-19

Megapolitan
Simak Jadwal PPDB SD dan SMP Tahun Ajaran 2020-2021 di Kota Tangerang

Simak Jadwal PPDB SD dan SMP Tahun Ajaran 2020-2021 di Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X