Warga Tionghoa Laporkan Pelayanan RSUD ke Sekda

Kompas.com - 14/07/2012, 01:43 WIB
|
EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

PAREPARE, KOMPAS.com - Persoalan ras membuat Tiong tak mendapat pelayanan semestinya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) A Makkasau, Kota Parepare. Warga jalan Bau Massepe ini diharuskan membayar sejumlah uang saat akan mengambil obat di rumah sakit tersebut.

Seharusnya Tiong mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis, karena dia mendapat fasilitas jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Tetapi dengan adanya permintaan dari pihak rumah sakit tersebut, maka Tiong terpaksa harus menunda dulu keinginan untuk mencuci darah, meskipun sudah memegang kartu Jamkesda. Padahal, dia harus mendapatkan perawatan intensif.

"Saya mau cuci darah, tapi saat akan mengambil obat di RSU, pihak rumah sakit malah memaksa saya untuk membayar sejumlah uang. Padahal nyata-nyata jika obat itu adalah obat dari Jamkesda dan administari saya sudah lengkap," ujarnya, Jumat (13/7/2012).

Tidak terima dengan perlakuan pelayanan yang terkesan membedakan ras, lantaran dirinya keturunan China, Tiong melaporkan hal ini kepada Pemkot Parepare. "Hal ini saya laporkan ke Pemkot Parepare, setelah menghadap ke Sekertaris Daerah Kota Parepare, kini saya bisa bernafas dengan lega. Kok saya mendapat pelayanan yang berbeda dengan warga lainnya soal Jamkesda ini, kami kan juga warga negara indonesia," ujarnya.

Mendengar hal ini, Sekretaris Daerah Kota Parepare Ir Achmad Faisal Andi Sapadda, yang ditemui di ruang kerjanya, mengatakan pihaknya akan memangil pihak RSUD untuk mengklarifikasi hal tersebut.

"Besok pihak rumah sakit akan kami panggil, di mana kami akan mempertanyakan hal ini. Ketika tindakan suatu oknum maka kami akan turunkan inspektorat untuk melakukan pemeriksaan. Dia juga masyarakat dan berhak mendapatkan pelayanan yang sama," tegas Faisal.

Terpisah, Plt Direktur Rumah Sakit Umum Andi Makkasau dr Djamal yang dihubungi melalui telepon selulernya malah enggan mengomentari tersebut. "Saya lagi tidur," ujarnya dengan singkat, sambil membentak di ujung teleponya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Rumah Ambruk di Matraman, Warga Khawatir Ada Kejadian Serupa

2 Rumah Ambruk di Matraman, Warga Khawatir Ada Kejadian Serupa

Megapolitan
Rute LRT Pulo Gadung-Kebayoran Lama yang Berimpitan dengan MRT Diminta Dievaluasi

Rute LRT Pulo Gadung-Kebayoran Lama yang Berimpitan dengan MRT Diminta Dievaluasi

Megapolitan
Mobil Tabrak Pagar Gereja Immanuel di Gambir, Sopir Diduga Mengantuk

Mobil Tabrak Pagar Gereja Immanuel di Gambir, Sopir Diduga Mengantuk

Megapolitan
Pemilik Rumah yang Ambruk di Matraman Berharap Dijenguk Anies

Pemilik Rumah yang Ambruk di Matraman Berharap Dijenguk Anies

Megapolitan
Besok, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II Dibuka, Tarif Masih Gratis

Besok, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II Dibuka, Tarif Masih Gratis

Megapolitan
Rumah Ambruk karena Galian Saluran, Pemilik Berharap Pemkot Bertanggung Jawab

Rumah Ambruk karena Galian Saluran, Pemilik Berharap Pemkot Bertanggung Jawab

Megapolitan
Polisi Serahkan Secara Simbolis Jenazah Warga Pakistan Tersangka Kasus Narkoba

Polisi Serahkan Secara Simbolis Jenazah Warga Pakistan Tersangka Kasus Narkoba

Megapolitan
2 Rumah di Matraman Ambruk, Diduga karena Pengerjaan Saluran Air

2 Rumah di Matraman Ambruk, Diduga karena Pengerjaan Saluran Air

Megapolitan
Cerita Bowo Dirikan Bilik Pintar buat Anak-anak Pemulung di Menteng Atas

Cerita Bowo Dirikan Bilik Pintar buat Anak-anak Pemulung di Menteng Atas

Megapolitan
Kota Bogor Rentan Bencana Tanah Longsor Saat Musim Hujan

Kota Bogor Rentan Bencana Tanah Longsor Saat Musim Hujan

Megapolitan
Bangun Bilik Pintar untuk Anak-anak Pemulung, Ini Alasan Bowo

Bangun Bilik Pintar untuk Anak-anak Pemulung, Ini Alasan Bowo

Megapolitan
Alasan Pembeli Sepatu Compass Rela Antre Semalaman: Kayaknya Gaul Gitu...

Alasan Pembeli Sepatu Compass Rela Antre Semalaman: Kayaknya Gaul Gitu...

Megapolitan
7 Fakta Kelihaian Azura Luna, Mengaku Sosialita Indonesia dan Menipu di Hong Kong

7 Fakta Kelihaian Azura Luna, Mengaku Sosialita Indonesia dan Menipu di Hong Kong

Megapolitan
Mengenal Bilik Pintar, Tempat Belajar di Antara Gunungan Sampah

Mengenal Bilik Pintar, Tempat Belajar di Antara Gunungan Sampah

Megapolitan
Penjualan Sepatu Compass di Grand Indonesia Dibatalkan, Pembeli Kecewa

Penjualan Sepatu Compass di Grand Indonesia Dibatalkan, Pembeli Kecewa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X