Kompas.com - 14/07/2012, 05:06 WIB
EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

JAKARTA, Kompas.com - Kubu Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantah berada di belakang gugatan judicial review yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Untuk apa kita ajukan itu. Haknya dia (M Sholeh) kalau mau," kata tim sukses Jokowi-Ahok, M Taufik di Jakarta, Jumat (13/7/2012).

Taufik mengatakan tidak ada untungnya bila pihaknya mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi(MK). Menurut Taufik, bukan berarti bila ada celah hukum di MK maka dapat begitu saja melayangkan gugatan.

"UU ini dibuat agar pemimpin DKI sebagai ibukota mendapatkan legitimasi lebih dan yang berbeda dengan daerah lain," tuturnya.

Sebelumnya, pengacara dari Surabaya bernama M Sholeh, akan melayangkan gugatan judicial review terkait Undang-undang nomor 29 Tahun 2007. Gugatan itu sendiri akan mengatasnamakan seorang warga Jakarta bernama Abdul Hafidz. Sayangnya, Sholeh enggan merinci siapa Abdul Hafidz ini.

Menurut Sholeh, pelaksanaan Pilkada DKI aneh karena mengacu pada dua undang-undang sekaligus, yaitu Undang-Undang nomor 29 tahun 2007 serta Undang-Undang nomor 12 tahun 2008.

Menurutnya, dalam Undang-Undang nomor 29 tahun 2007 hanya mengatur satu pasal, yaitu Pilkada dua putaran harus digelar jika tidak ada calon yang mendapatkan suara 50 persen plus satu. Sedangkan dalam Undang-Undang nomor 12 tahun 2008, kata Sholeh, disebutkan bahwa penetapan dua putaran hanya dilakukan jika tidak ada calon yang memperoleh suara 30 persen plus satu.

"Lalu apa bedanya antara Jakarta dengan daerah lain? Ini sungguh aneh," paparnya.

Meskipun gugatan ini akan menguntungkan pasangan Jokowi-Ahok, Sholeh membantah jika ini adalah pesanan.

"Saya bukan orang Jakarta. Saya diskusi dengan beberapa teman dan sepakat untuk membuka mata, semua kesalahan dalam pelaksanaan Pilkada DKI," pungkasnya. (Ferdinand Waskita)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.