Bom Jadi Senjata Perampok Bank

Kompas.com - 17/07/2012, 02:55 WIB
Editor

Yogyakarta, Kompas - Kasus perampokan disertai ancaman peledakan bom terjadi di Kantor Bank Rakyat Indonesia Unit Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito, Yogyakarta, Senin (16/7). Perampok meninggalkan bom dan membawa lari uang Rp 155 juta. Bom diledakkan tim Gegana.

Perampokan itu menggegerkan orang di sekitar lokasi kejadian. Akibat ancaman bom tersebut, karyawan BRI dan karyawan RSUP Sardjito berhamburan keluar. Mereka tak melakukan perlawanan terhadap perampok.

Namun, pasien di rumah sakit itu belum sempat dievakuasi. Polisi mampu meyakinkan petugas rumah sakit bahwa semua dapat dikendalikan.

Menurut Kepala Kepolisian Resor Sleman Ajun Komisaris Besar Hery Sutrisman, perampokan dengan ancaman peledakan bom itu merupakan modus baru. Kasus yang mirip pernah menimpa Kantor BRI Unit Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa di Jalan Timoho, Yogyakarta, Desember 2011. Namun, pada kejadian kemarin, pelaku meninggalkan bom. Ia tak hanya mengancam.

Benda yang ditinggalkan memang sebuah bom. Tim Gegana Kepolisian Daerah DI Yogyakarta meledakkan benda itu dalam tong khusus milik polisi. Suara ledakan sangat keras dan eternit rumah sakit pun jebol.

Kepala Satuan Brimob Polda DI Yogyakarta Komisaris Besar Gatot Sudibyo meyakini bahwa benda yang ditinggalkan pelaku perampokan, yang hanya seorang diri, itu adalah bom. Pada benda tersebut ditemukan komponen bom, seperti pengatur waktu, baterai, pena yang diduga digunakan sebagai pelatuk, kabel, pipa, dan bahan peledak.

Hery Sutrisman mengatakan, meski diwarnai dengan ancaman peledakan bom, kasus itu murni kriminal. Perampokan berawal dari kedatangan karyawati BRI Unit RSUP Sardjito bernama Sukamti (40). Ia membawa uang Rp 155 juta. Kedatangan Sukamti tampaknya diikuti perampok.

Sesampai di kantor, tas berisi uang direbut dari tangan Sukamti oleh perampok. Terjadi tarik-menarik antara Sukamti dan perampok. Perampok mengancam akan meledakkan bom. Ia memperlihatkan benda yang dibawanya.

Sukamti takut dan melepaskan tas tersebut. Perampok kemudian lolos dengan memakai lift rumah sakit di depan kantor BRI.

Di Bekasi

Perampokan juga terjadi di Jalan Raya Harapan Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin. Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Medan Satria Inspektur Satu Aba Wahid Key menjelaskan, korban perampokan itu adalah Herman (28), karyawan ruang pamer mobil.

Dua pelaku yang bersenjata golok melukai korban. Uang Herman sebesar Rp 70 juta pun dibawa pelaku. (top/bro)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X