Kompas.com - 19/07/2012, 13:22 WIB
Penulis Joe Leribun
|
EditorPepih Nugraha

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang bulan suci Ramadhan sejumlah tempat pemakaman umum di Jakart mulai dipenuhi peziarah untuk melakukan tradisi "nyekar" atau ziarah kubur. Diprediksi, jumlahnya akan terus meningkat hingga beberapa hari ke depan atau hingga pada H-1 Ramadhan.

Pantauan Kompas.com (19/7) di beberapa TPU di Jakarta, seperti Taman Makam Pahlawan Kalibata, TPU Karet Bivak, dan TPU Jeruk Purut mulai dipadati peziarah. Ramainya peziarah mengakibatkan lalu lintas di beberapa jalan menuju TPU sedikit tersendat. Syamsudin, warga Pasar Minggu, sengaja memilih ziarah ke makam ayahnya menjelang Ramadhan. Hal ini selalu dilakukan setiap tahun.

"Kalau sudah ziarah ke makam rasanya sudah plong,"  katanya, sambil nyekar.

Ruslan pun mengungkapkan bahwa yang didoakan bukan hanya keluarga yang kuburannya diziarahi, tetapi berdoa untuk arwah semua keluarga yang meningga. "Menjelang bulan Ramadhan saya mendatangi makam untuk mengenang dan mendoakan semua keluarga yang telah meninggal dunia", ungkap Ruslan yang datang bersama isteri dan kedua anaknya.

Selain itu, Bulan suci Ramadan mendatangkan berkah bagi sejumlah pihak. Setidaknya hal itu dialami para pedagang bunga tabur di TPU. Pedagang bunga "nyekar" musiman mulai terlihat memadati pinggiran jalan di kawasan TPU. "Pendapatan saya naik hampir dua kali lipat. Minimal dapat Rp 900.000 sehari. Biasanya tidak sampai segitu," kata Ajeng, pedagang bunga tabur di kawasan Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Warimin, juga pedagang bunga tabur, pun menjelaskan, rata-rata pembeli biasanya membeli bunga tabur, bunga kembang dan air mawar. "Saat menjelang puasa, bunga kembang di sini dijual seharga Rp 40.000 per ikat, dan air mawar seharga Rp 5.000 . Tapi kalau hari biasa, bunga kembang hanya Rp 30.000," kata dia.

Siti, pedagang bunga lainnya juga nyatakan hal sama. Dengan keadaan seperti ini, dalam sehari pedagang dia bisa menjual hingga lebih dari 50 bungkus bunga setiap hari dan akan terus meningkat hingga H-1 Ramadhan nanti.

"Kami memang menunggu saat-saat seperti ini, karena biasanya tingkat kunjungan warga yang melakukan ziarah meningkat sangat tinggi," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.