Sering Terlibat Aksi Anarki, Habib Bahar Terancam Hukuman Berat - Kompas.com

Sering Terlibat Aksi Anarki, Habib Bahar Terancam Hukuman Berat

Kompas.com - 30/07/2012, 16:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Habib Bahar, pendiri Majelis Pembela Rasulullah (MPR), ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengrusakan Cafe De Most, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (28/7/2012) malam. Setelah diselidiki, Habib Bahar ternyata terlibat dalam aksi-aksi anarki lainnya. Habib mengaku pernah melakukan aksi penyerangan ke jemaah Ahmadiyah di Kebayoran Lama dan turut serta dalam kasus Mbah Priok. Dengan banyaknya jejak aksinya, hukuman Habib Bahar bisa jadi semakin berat.

"Itu akan menjadi pertimbangan hukuman, bisa jadi akan memperberat hukumannya," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Senin (30/7/2012) di Mapolda Metro Jaya.

Polisi menjerat Habib Bahar dengan Pasal 170 KUHP tentang pengrusakan dengan ancaman hukuman lima tahun. Selain itu, Habib juga dijerat Pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 12 tahun. Rekam jejak Habib Bahar di beberapa kasus kekerasan akan jadi pertimbangan hakim untuk memperberat hukuman.

Dalam melakukan aksi kekerasan itu, kata Rikwanto, Habib Bahar selalu menggerakkan pengikutnya di ormas MPR. Evaluasi terhadap pendirian ormas itu sudah pernah direkomendasikan oleh aparat kepolisian ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Sudah pernah kami ajukan ke Kemendagri. Tapi ternyata masih terus berbuat lagi. Masalahnya, sekarang kami masih menunggu RUU ormas yang masih dalam pembahasan. Kalau sudah ada aturan itu, kami bisa evaluasi ormas," kata Rikwanto.

Diberitakan sebelumnya, sekitar 100 orang menyerang dan merusak Kafe De Most di Jalan RC Veteran, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (28/7/2012) sekitar pukul 23.00. Massa datang dengan mengendarai sepeda motor. Mereka mengenakan jaket hitam bertuliskan Majelis Pembela Rasulullah.

Dua saksi, Lukman Hakim dan Sukri, mengatakan kepada polisi bahwa massa datang tiba-tiba dan langsung masuk ke pos keamanan kafe dan ke dalam kafe. Massa berteriak meminta kafe ditutup, sambil memecahkan kaca dinding pos keamanan menggunakan stik golf dan benda tumpul lainnya.

Massa yang merangsek masuk ke kafe memecahkan sekitar 20 botol berisi minuman keras dari berbagai merek. Polisi sudah menetapkan 23 orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Dua orang di antaranya adalah anak-anak.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorHertanto Soebijoto

    Terkini Lainnya

    Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

    Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

    Regional
    Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

    Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

    Regional
    Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

    Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

    Regional
    Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

    Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

    Internasional
    Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

    Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

    Nasional
    3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

    3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

    Regional
    1.443 Warga Mengungsi Akibat Banjir Bandang di Sigi

    1.443 Warga Mengungsi Akibat Banjir Bandang di Sigi

    Regional
    Sembuh, Turis Rusia yang Sempat Tidur di Kuburan Berangkat ke Bali

    Sembuh, Turis Rusia yang Sempat Tidur di Kuburan Berangkat ke Bali

    Regional
    Polisi: Motor Belok Kanan tapi Sein Kiri, Pelanggaran Kecil yang Sebabkan Kecelakaan Fatal

    Polisi: Motor Belok Kanan tapi Sein Kiri, Pelanggaran Kecil yang Sebabkan Kecelakaan Fatal

    Regional
    Teridentifikasi dari Sidik Jari, Jenazah Pegawai Kejati Babel Korban Lion Air Dipulangkan

    Teridentifikasi dari Sidik Jari, Jenazah Pegawai Kejati Babel Korban Lion Air Dipulangkan

    Regional
    Pengamat: KPU Jangan Ragu Ikuti Putusan MK

    Pengamat: KPU Jangan Ragu Ikuti Putusan MK

    Nasional
    Pasukan Rezim Suriah Berhasil Usir ISIS dari Wilayah Selatan

    Pasukan Rezim Suriah Berhasil Usir ISIS dari Wilayah Selatan

    Internasional
    Pohon Tumbang Timpa Terios Saat Hujan, Bapak Selamat, Anaknya Tewas

    Pohon Tumbang Timpa Terios Saat Hujan, Bapak Selamat, Anaknya Tewas

    Regional
    Cerita Korban Gempa Beribadah Minggu di Lapangan karena Gereja Rusak

    Cerita Korban Gempa Beribadah Minggu di Lapangan karena Gereja Rusak

    Regional
    Borobudur Marathon 2018 Sukses, Terima Kasih Warga Magelang...

    Borobudur Marathon 2018 Sukses, Terima Kasih Warga Magelang...

    Regional

    Close Ads X