Pendaftaran Terakhir 4 Agustus bagi Pemilih yang Belum Masuk DPT

Kompas.com - 31/07/2012, 03:02 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Pendaftaran bagi warga yang berhak memilih tetapi belum tercatat dalam daftar pemilih tetap atau DPT Jakarta, masih dibuka hingga tanggal 4 Agustus.

Pendaftaran di panitia pemilihan kecamatan (PPK) dibuka mulai 30-31 Juli 2012. Pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum kota/kabupaten dibuka 1-3 Agustus 2012, dan pendaftaran di KPU provinsi pada 4 Agustus.

Anggota KPU Jakarta, Aminullah, Senin (30/7), mengatakan bahwa pada prinsipnya pendaftaran warga masih bisa dilakukan sebelum rapat pleno KPU Jakarta, tanggal 4 Agustus.

”Pendaftaran di kelurahan atau panitia pemungutan suara (PPS) sudah tutup tanggal 29 Juli. Akan tetapi, warga yang belum terdaftar masih bisa mendaftar di PPK hingga 31 Juli. Bila belum juga terdaftar, bisa mendaftar di KPU kota/kabupaten pada tanggal 1-3 Agustus, atau di KPU provinsi pada 4 Agustus,” ujar Aminullah.

Tiga persyaratan

Jam pelayanan pendaftaran pemilih ditentukan setiap wilayah. Persyaratan yang dibutuhkan masih sama, yakni fotokopi KTP, fotokopi kartu keluarga (KK), serta surat pengantar dari RT atau RW.

Mengacu pada pengumuman KPU Jakarta nomor 521/KPU- Prov-010/VII/2012 tentang pedaftaran pemilih tambahan khusus disebutkan bahwa pendaftaran pemilih tambahan khusus dilakukan di PPS tiap kelurahan tanggal 25-29 Juli 2012. Oleh karena itu belum seluruh petugas lapangan tahu bahwa pendaftaran bisa dilakukan hingga tanggal 4 Agustus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ningsih, warga Cempaka Putih, mengatakan, petugas kecamatan menyatakan pendaftaran pemilih tambahan sudah ditutup hari Minggu dan tidak ada pendaftaran di kecamatan.

Mengetahui bahwa pendaftaran bisa dilakukan hingga tanggal 4 Agustus, Ningsih berencana mendaftar ke KPU Jakarta Pusat tanggal 1 Agustus.

Ketua Panwaslu Jakarta Barat Muhaimin mengatakan, pihaknya juga tengah menelusuri laporan adanya warga yang ditolak petugas ketika hendak mendaftar sebagai pemilih untuk pilkada putaran kedua.

Warga yang ditolak merupakan warga Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan. Dia ditolak dengan alasan surat pengantar RT-RW hanya mencantumkan nama sang suami, sementara dia hanya disebut sebagai istri. Petugas meminta keduanya harus memiliki surat pengantar masing-masing, tidak dijadikan satu surat.

”Kami akan dalami laporan itu dan kami telusuri benar tidaknya sampai ke petugas di tingkat kelurahan,” kata Muhaimin.

Hampir 20.000

Hingga kemarin, sudah 19.691 warga yang mendaftarkan untuk bisa memilih pada putaran kedua.

Di Jakarta Utara, setidaknya ada 6.975 pemilih tambahan yang dihimpun. Menurut Ketua KPU Jakut Dedi Iskandar, data pemilih tambahan itu sudah direkapitulasi di PPS. Sementara itu di Jakarta Barat, sampai kemarin, terdata ada 3.750 orang.

Menurut Ketua KPU Jakarta Barat Junaidi, surat pemberitahuan sudah diedarkan kepada warga. Namun, dengan waktu lima hari, tidak cukup untuk menjaring semua warga yang belum terdaftar pada pilkada putaran pertama. (FRO/MDN/ART)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.