Kompas.com - 03/08/2012, 10:12 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

 JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Perlindungan Anak Indonesia terus memantau perkembangan kasus dugaan bullying yang terjadi di SMA Don Bosco, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Kemarin, Kamis (2/8/2012), polisi telah menetapkan tujuh pelajar sebagai tersangka dalam kasus ini. Semua tersangka langsung ditahan.

Terkait penahanan para pelajar ini, Ketua KPAI Maria Ulfah Anshor berharap bahwa keputusan polisi menahan tujuh pelajar adalah jalan terakhir yang terpaksa dilakukan. "Saya berharap ini adalah upaya terakhir. Seharusnya sebelum ditahan dilakukan mediasi terhadap bentuk hukuman yang dijalankan para pelajar ini. Karena selain pelaku, mereka ini juga korban," ucap Maria saat dihubungi wartawan, Kamis (2/8/2012) malam.

Dia meminta aparat kepolisian untuk memperhatikan proses penahanan bagi para pelajar yang masih di bawah umur. "Imbauan kami, ketika dalam proses hukum, juga tetap pentingkan anak. Anak harus diberikan kesempatan sekolah," tutur Maria.

Selain itu, dalam masa tahanan, para pelajar ini tidak boleh disatukan dengan tahanan dewasa. Mereka harus ditempatkan terpisah untuk menjaga dampak psikologis yang mungkin timbul. Proses persidangan pun harus dibuat seramah mungkin terhadap anak.

"Persidangannya tidak seperti sidang dewasa. Anak-anak ini juga perlu didampingi pengacara. KPAI bisa menyediakannya melalui LBH dan Peradi," ucap Maria.

Lebih lanjut, Maria mengatakan, pihaknya tetap terus memantau proses hukum kasus bullying ini. Maria mengatakan, KPAI nantinya akan meninjau tempat tahanan para pelajar serta untuk mengetahui kondisi para pelaku lebih lanjut. "KPAI akan pantau proses penahanannya hingga proses-proses selanjutnya," kata Maria.

Diberitakan sebelumnya, polisi telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka pelaku penganiayaan yang dilakukan siswa kelas III SMA Don Bosco, Pondok Indah, ke adik kelasnya, kelas I. "Kami telah memeriksa sembilan saksi dan mengonfrontirnya bersama korban. Lalu dari gelar perkara, kami tetapkan tujuh orang sebagai tersangka, dua orang hanya sebagai saksi, tidak terlibat melakukan penganiayaan," ujar Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Hermawan saat ditemui di Mapolrestro Jakarta Selatan, Rabu (1/8/2012).

Menurut Hermawan, para pelaku penganiayaan adalah siswa kelas III SMA Don Bosco. Mereka menganiaya korban secara bersama-sama. Para pelaku menganiaya korban dengan menampar, mengancam dengan menggunakan pisau, menendang korban, menyuruh korban mengangkat batu, memaksa menenggak minuman keras, dan menyundut api rokok pada tengkuk korban.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.