Kompas.com - 04/08/2012, 09:54 WIB
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com - Partisipasi politik yang meningkat dari etnis Tionghoa di wilayah Jakarta Barat menandakan tingkat kohesifitas suatu kelompok dapat terbangun dari isu-isu yang menjatuhkan.

Jumlah signifikan pendaftar baru Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Jakarta Barat mengalami penambahan fantastis dan berbeda dari wilayah Jakarta lainnya.

"Fenomena seperti yang terjadi di Jakarta Barat itu menunjukkan mulai adanya upaya 'menggarap' basis-basis pemilih dengan cara penetrasi ke simpul-simpul suara real. Salah satu strategi yang intensif digunakan adalah memanfaatkan politik identitas dan pola kekitaan," kata Gun Gun Heryanto, pengamat politik dari The Political Literacy Institute di Jakarta, Jumat (3/8/2012) malam kemarin.

Strategi ini biasanya dengan mengedepankan kohesivitas. Misalnya kalau dilihat, kedua kandidat baik Foke-Nara maupun Jokowi-Ahok, sama-sama memanfaatkan strategi ini.

Gun Gun mengungkapkan, jika Foke memanfaatkan identifikasi Betawi dan agama dalam pemilihan gubernur putaran kedua, begitu pun Ahok yang pasti juga akan memanfaatkan representasi komunitas-komunitas yang captive market. Kedua belah pihak menggunakan isu-isu yang bersifat persamaan untuk menyatukan kedekatan dan mengumpulkan suara di putaran kedua pemilihan gubernur DKI.

"Misalnya warga Tionghoa di Jakarta Barat kan salah satu sentra warga Tionghoa di DKI, jadi saya tidak heran jika akan terjadi persuasi dan ada inisiasi-inisiasi untuk memobilisasi mereka agar berpartisipasi dalam putaran kedua," ungkapnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, jumlah perdaftar baru DPT di KPU Kota Jakarta Barat sangat fantastis. Sebanyak 13.211 warga meminta haknya untuk bisa berpartisipasi dalam pilgub putaran kedua ini.

Menurut Junaidi, Ketua Pokja Pemutakhiran Data Pemilih Kota Jakarta Barat, dari 13.211 orang yang mendaftar sebagai DPT baru, sekitar 10 ribu warga etnis Tionghoa.

Data yang terkumpul di KPU Kota Jakarta Barat sampai dengan kemarin adalah dari delapan kelurahan di wilayah Jakarta Barat, jumlah pendaftar baru untuk DPT gelombang kedua berjumlah 13.211 DPT. Di kelurahan Tambora terdaftar 659 orang, Kebon Jeruk 2.769, Kali Deres 2.912, Cengkareng 3.330, Palmerah 445, Grogol 784, Kembangan 2.046, dan Taman sari 266 DPT.

Pendaftaran gelombang kedua untuk pemilihan gubernur DKI Jakarta dimulai tanggal 25 juli-29 juli 2012. Kemudian KPU memperpanjang sampai tanggal 4 Agustus 2012. Di wilayah kecamatan, pendaftaran sudah ditutup sejak tanggal 1 Agustus 2012, untuk KPU Kota ditutup kemarin (3/8/2012), dan KPU provinsi ditutup hari ini, Sabtu (4/8/2012).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.