Kompas.com - 06/08/2012, 10:28 WIB
Penulis Riana Afifah
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus ceramah yang berpotensi menyinggung masalah suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dengan teradu Rhoma Irama terus bergulir. Senin (6/8/2012) ini, Raja Dangdut tersebut dijadwalkan hadir untuk memenuhi panggilan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta.

Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramdansyah, mengatakan, pihaknya telah mengundang yang bersangkutan pada Jumat (3/8/2012) lalu. Namun lantaran kesibukan ceramah, Rhoma Irama tidak bisa memenuhi panggilan tersebut dan ditunda hingga Senin ini. Yang dinanti pun hadir dengan mengenakan baju koko putih dan syal warna senada. Ia memasuki kantor Panwaslu DKI Jakarta diiringi zikir dan pekik Allahu Akbar dari para pendukungnya.

Ayah pedangdut Ridho Rhoma ini datang dengan menggunakan Mercedez Benz bernomor polisi B 339 IA. Seperti yang dikatakan beberapa waktu lalu, Rhoma Irama tidak memakai jasa pengacara mana pun untuk menghadapi kasus ceramah yang berpotensi menyinggung SARA ini. Ia bersikeras bahwa dirinya benar dan berpegang pada ayat-ayat kitab suci Al-Qur'an.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.