Ikrar Damai di Don Bosco

Kompas.com - 08/08/2012, 02:59 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Korban dan pelaku perundungan (bullying) menggelar ikrar damai di Sekolah Menengah Atas Don Bosco, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (7/8). Pelaku dan keluarganya memohon maaf secara tertulis kepada korban dan keluarganya. Mereka juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

Korban dan keluarganya juga menerima permohonan maaf pelaku. Mereka bersedia mencabut laporan polisi di Markas Polres Metro Jakarta Selatan. Korban juga mendukung polisi mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan.

”Demi kepentingan anak- anak, kami ingin mengakhiri persoalan ini. Mereka (pelaku) toh sudah ditahan kepolisian dan meminta maaf secara terbuka dan tertulis. Semoga persoalan ini tidak ada lagi di kemudian hari,” tutur L Bangun, orangtua Pd, salah satu dari tujuh siswa yang menjadi korban perundungan.

Acara ikrar damai berlangsung pukul 11.00 hingga pukul 15.00. Satu per satu pelaku menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan tertulis di hadapan seluruh guru dan siswa.

Ada 12 poin kesepakatan yang dibuat. Tertulis, korban bisa mengikuti kegiatan belajar setelah menjalani terapi perilaku selama 10 hari. Terapi ini akan melibatkan psikolog yang ditunjuk pihak sekolah. Seluruh biaya perkara termasuk biaya medis, psikologis, dan psikis ditanggung oleh pelaku.

”Kami ingin persoalan ini berakhir damai,” tutur Manajer Pendidikan SMA Don Bosco Pondok Indah Ibnu Markatab.

Model yang perlu ditiru

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), utusan Kementerian Sosial, seluruh siswa, dan para guru hadir dalam acara itu.

M Ihsan, Sekretaris KPAI, mengapresiasi model penyelesaian kasus perundungan di SMA Don Bosco. Menurut dia, model seperti ini harus menjadi teladan bagi penyelesaian kasus serupa di Tanah Air. Hal senada disampaikan Ketua Dewan Pembina KPAI Seto Mulyadi. Pasalnya, selain memberikan pelajaran bagi pelaku, juga mendidik. (NDY)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.