Kemenhub Tak Bisa Paksa Mudik Bareng

Kompas.com - 18/08/2012, 14:52 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

JAKARTA, KOMPAS.com- Kementerian Perhubungan tidak bisa memaksa pengusaha untuk wajib melakukan mudik bareng. Hal itu bagian kesadaran pribadi para pengusaha.

"Tidak bisa dipaksa. Hal itu muncul dari hati dan keikhlasan pengusaha," kata Menteri Perhubungan EE Mangindaan di Jakarta, saat ditanya apakah akan dibuat peraturan khusus tentang mudik bareng di suatu perusahaan.

Mangindaan mengatakan sangat menghargai langkah yang diambil beberapa perusahaan swasta dan instansi pemerintah melakukan mudik bareng. Mereka dianggap pihak yang peduli keselamatan dan keamanan di jalan raya.

"Saya berharap akan semakin banyak tahun depan," katanya.


Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kamera Analog Kembali Digandrungi, Ini Surga Bagi Pencintanya di Jakarta

    Kamera Analog Kembali Digandrungi, Ini Surga Bagi Pencintanya di Jakarta

    Megapolitan
    Mobil Satpol PP Jakbar Lawan Arus dan Bikin Macet, Kasatpol Sebut Sedang Bawa Copet

    Mobil Satpol PP Jakbar Lawan Arus dan Bikin Macet, Kasatpol Sebut Sedang Bawa Copet

    Megapolitan
    Gara-gara Mobil Satpol PP Lawan Arus, Jalan Puri Kembangan Macet Panjang Sore Tadi

    Gara-gara Mobil Satpol PP Lawan Arus, Jalan Puri Kembangan Macet Panjang Sore Tadi

    Megapolitan
    Lutfi Alfian, Pemuda yang Sempat Viral Fotonya Saat Demo DPR Didakwa 3 Pasal Alternatif

    Lutfi Alfian, Pemuda yang Sempat Viral Fotonya Saat Demo DPR Didakwa 3 Pasal Alternatif

    Megapolitan
    Masih Direvitalisasi, Tak Ada Pagar Pembatas Antara Kali dan Trotoar di Dekat Kantor Wali Kota Jakbar

    Masih Direvitalisasi, Tak Ada Pagar Pembatas Antara Kali dan Trotoar di Dekat Kantor Wali Kota Jakbar

    Megapolitan
    Kasus Persekusi Anggota Banser Bermula dari Senggolan Sepeda Motor

    Kasus Persekusi Anggota Banser Bermula dari Senggolan Sepeda Motor

    Megapolitan
    Anggaran Belum Cair, Portal Pembatas di Dekat Halte Transjakarta Grogol Masih Rusak

    Anggaran Belum Cair, Portal Pembatas di Dekat Halte Transjakarta Grogol Masih Rusak

    Megapolitan
    Jaksa Sebut Lutfi Alfian Bukan Pelajar, Kenakan Seragam Hanya untuk Buat Onar

    Jaksa Sebut Lutfi Alfian Bukan Pelajar, Kenakan Seragam Hanya untuk Buat Onar

    Megapolitan
    Mobil Lexus hingga Fortuner Terjaring Razia Pajak Kendaraan di Parkiran Mal

    Mobil Lexus hingga Fortuner Terjaring Razia Pajak Kendaraan di Parkiran Mal

    Megapolitan
    Laporan VP Garuda Indonesia soal Tudingan Germo Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi

    Laporan VP Garuda Indonesia soal Tudingan Germo Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi

    Megapolitan
    Didakwa Buat Onar Saat Demo di DPR, Lutfi Alfian Tak Ajukan Eksepsi

    Didakwa Buat Onar Saat Demo di DPR, Lutfi Alfian Tak Ajukan Eksepsi

    Megapolitan
    Ikut Pemilihan RW di Jatiasih Harus Bayar Rp 15 Juta, DPRD: Tak Melanggar tapi Tidak Masuk Akal

    Ikut Pemilihan RW di Jatiasih Harus Bayar Rp 15 Juta, DPRD: Tak Melanggar tapi Tidak Masuk Akal

    Megapolitan
    Tanggapi Janji Ari Askhara Beri Koper Tumi ke Awak Kabin, Karyawan Garuda: Itu Perlengkapan Kerja

    Tanggapi Janji Ari Askhara Beri Koper Tumi ke Awak Kabin, Karyawan Garuda: Itu Perlengkapan Kerja

    Megapolitan
    Warga Jakarta Utara, Kini Bikin SKCK, Tes Urin, hingga Bayar Pajak Bisa di Mall

    Warga Jakarta Utara, Kini Bikin SKCK, Tes Urin, hingga Bayar Pajak Bisa di Mall

    Megapolitan
    Petugas Damkar Kesulitan Cari Sarang Kobra di Jakasampurna, Bekasi

    Petugas Damkar Kesulitan Cari Sarang Kobra di Jakasampurna, Bekasi

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X