Ekspor Sabut Kelapa ke China

Kompas.com - 22/08/2012, 03:04 WIB
Editor

Manado, Kompas - Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, mengekspor sabut kelapa ke luar negeri. Sebanyak 200 ton sabut kelapa siap dikapalkan dari Pelabuhan Peta, Tabukan Utara, menuju China.

Bupati Sangihe Hironimus R Makagansa di Tahuna, Kepulauan Sangihe, Selasa (21/8), mengatakan, ekspor perdana sabut kelapa adalah hal baru yang dilaksanakan dari industri kelapa di daerahnya. Selama ini Sangihe hanya menjual kopra ke Manado dan Surabaya.

”Mudah-mudahan ekspor sabut kelapa memberi kemajuan ekonomi daerah kami,” katanya.

Kabupaten Sangihe baru enam bulan memiliki pabrik pengolah sabut kelapa yang dibangun pihak swasta. Pabrik sabut kelapa berdiri di Naha di atas tanah 2 hektar dengan mempekerjakan 32 tenaga kerja dari daerah.

Seunal Thungari, pemilik pabrik sabut kelapa, mengatakan, bahan baku sabut kelapa melimpah di Sangihe, namun tidak dimanfaatkan. Ketika pihaknya melakukan pembelian sabut kelapa masyarakat heran. ”Dulu gonofu (sabut kelapa) hanya dibuang sekarang kami beli,” katanya.

Biasanya sabut kelapa hanya dibuang percuma oleh masyarakat ataupun dijadikan bahan bakar rumah tangga. Pedagang membeli sabut kelapa dengan harga Rp 300 per kilogram.

Bisnis sabut kelapa menguntungkan karena setelah diolah harga sabut kelapa sekitar Rp 3,7 juta per ton.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sabut merupakan bagian mesokarp (selimut) kelapa, berupa serat-serat kasar. Sabut biasanya menjadi limbah yang hanya ditumpuk di bawah tegakan tanaman kelapa lalu dibiarkan membusuk atau kering. Pemanfaatannya paling banyak hanyalah untuk kayu bakar.

Secara tradisional, masyarakat telah mengolah sabut untuk dijadikan tali dan dianyam menjadi keset. Padahal sabut masih memiliki nilai ekonomis cukup baik. Sabut kelapa diolah menghasilkan serat sabut (cocofibre) dan serbuk sabut (cococoir). Namun produk inti dari sabut adalah serat sabut.

Dari produk serat sabut akan menghasilkan aneka macam produk derivatif yang banyak manfaatnya, termasuk berupa pupuk organik. (ZAL)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.