Pengamat: Warga DKI Suka Gubernur "Low Profile"

Kompas.com - 22/08/2012, 13:48 WIB
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik, Indria Samego, mengatakan bahwa ketokohan calon gubernur DKI Jakarta akan lebih berpengaruh dibanding faktor banyaknya dukungan partai politik. Menurutnya, warga Ibu Kota lebih suka calon yang rendah hati.

Indria mengatakan, kecenderungan pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta sudah tampak pada putaran pertama, 11 Juli 2012. Ia memprediksi hasil yang sama akan terjadi pada putaran kedua pada 20 September nanti.

"Jika putaran pertama saja sudah terlihat, ketokohan lebih besar dari dukungan partai yang tak begitu laku di tingkat provinsi," katanya kepada Antara, Rabu (22/8/2012) di Jakarta.

Peneliti politik dari LIPI itu mengatakan, faktor ketokohan calon merupakan cermin dari integritas dan kualitas kepemimpinan yang diinginkan oleh warga DKI Jakarta. Hal ini ditandai dengan jumlah perolehan suara pasangan Alex Noerdin dan Nono Sampono pada putaran pertama lalu. Saat itu, pasangan yang yang didukung oleh Partai Golkar tersebut kalah dari pasangan independen, Faisal Basri dan Biem Benjamin.

Indria berpendapat bahwa warga DKI Jakarta sudah bisa memilih pemimpin yang peduli dengan rakyat, bukan pemimpin yang hanya mementingkan kepentingan golongan-golongan tertentu. "Warga DKI kini cederung lebih memilih pemimpin yang low profile, tidak tinggi hati, dan dekat dengan rakyat, bukan pemimpin yang doyan berkampanye saja," katanya.

Ia mengingatkan agar pemilih perlu menyadari bahwa dukungan partai kepada calon gubernur bisa menimbulkan politik transaksional. Hal itu bisa berakibat pada pelanggaran kekuasaan saat calon tersebut sudah terpilih. Ia juga mengimbau agar warga bisa memilah program kampanye yang sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan DKI Jakarta, bukan sekadar janji calon.

Putaran kedua Pilkada DKI Jakarta akan diikuti oleh dua kandidat kepala daerah. Pasangan nomor urut 1, Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli, didukung oleh hampir semua partai, termasuk partai yang sebelumnya mengajukan calon kepala daerah dan kalah di putaran pertama. Adapun pasangan nomor urut tiga, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama, didukung oleh PDI Perjuangan dan Partai Gerindra.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Fakta Prostitusi Online Artis, Pemain Film dan Selebgram Dibayar Rp 110 Juta untuk Threesome

    Fakta Prostitusi Online Artis, Pemain Film dan Selebgram Dibayar Rp 110 Juta untuk Threesome

    Megapolitan
    Ini Beberapa Isu yang Jadi Sorotan Fraksi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

    Ini Beberapa Isu yang Jadi Sorotan Fraksi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

    Megapolitan
    Saat Dandim Jakpus Dilarang Masuk Gang Rumah Rizieq...

    Saat Dandim Jakpus Dilarang Masuk Gang Rumah Rizieq...

    Megapolitan
    Cabuli Bocah 10 Tahun di Pondok Aren, Pelaku Mengaku Kru Televisi

    Cabuli Bocah 10 Tahun di Pondok Aren, Pelaku Mengaku Kru Televisi

    Megapolitan
    Akses Smart E-budgeting Butuh NIK dan KK, Ini Jawaban Pemprov DKI

    Akses Smart E-budgeting Butuh NIK dan KK, Ini Jawaban Pemprov DKI

    Megapolitan
    Bayi Dua Tahun Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi Gandeng KPAI Usut Dugaan Eksploitasi Anak

    Bayi Dua Tahun Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi Gandeng KPAI Usut Dugaan Eksploitasi Anak

    Megapolitan
    Pemprov DKI Akan Ganti Bantuan Sembako Jadi BLT di Tahun 2021

    Pemprov DKI Akan Ganti Bantuan Sembako Jadi BLT di Tahun 2021

    Megapolitan
    Pemprov DKI Akan Pasang Wi-fi Gratis di Seluruh RW Padat Penduduk

    Pemprov DKI Akan Pasang Wi-fi Gratis di Seluruh RW Padat Penduduk

    Megapolitan
    Bayi Dua Tahun Meningal saat Diajak Sang Ibu Mengemis

    Bayi Dua Tahun Meningal saat Diajak Sang Ibu Mengemis

    Megapolitan
    Terlambat Serahkan KUA-PPAS 2021, Pemprov DKI: Ini Baru Terjadi

    Terlambat Serahkan KUA-PPAS 2021, Pemprov DKI: Ini Baru Terjadi

    Megapolitan
    Golkar: Normalisasi Sungai Terhenti sejak 2018 karena Tak Ada Pembebasan Lahan

    Golkar: Normalisasi Sungai Terhenti sejak 2018 karena Tak Ada Pembebasan Lahan

    Megapolitan
    Fraksi PAN Usul Hibah Tahunan Pemprov DKI Untuk NU dan Muhammadiyah

    Fraksi PAN Usul Hibah Tahunan Pemprov DKI Untuk NU dan Muhammadiyah

    Megapolitan
    Fraksi PSI Tolak Pelibatan Swasta dalam Proyek LRT Jakarta

    Fraksi PSI Tolak Pelibatan Swasta dalam Proyek LRT Jakarta

    Megapolitan
     Nasdem Minta Pemprov DKI Beri Perhatian Lebih ke Warga di Kepulauan Seribu

    Nasdem Minta Pemprov DKI Beri Perhatian Lebih ke Warga di Kepulauan Seribu

    Megapolitan
    Fraksi Demokat Minta Hasil Tes PCR Bisa Ditingkatkan Jadi Maksimal 2x24 Jam

    Fraksi Demokat Minta Hasil Tes PCR Bisa Ditingkatkan Jadi Maksimal 2x24 Jam

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X