Tolak Kedatangan Hillary Clinton, HTI Demo Kedubes AS - Kompas.com

Tolak Kedatangan Hillary Clinton, HTI Demo Kedubes AS

Kompas.com - 03/09/2012, 16:51 WIB

Jakarta, KOMPAS.com - Menolak kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hilary Clinton, ratusan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (3/9/2012) siang. Para demonstran menganggap bahwa kedatangan Menlu AS tersebut terkait dalam hal pengurusan perpanjangan kontrak PT Freeport.

Kontrak PT Freeport dikabarkan akan berakhir pada tahun 2021. Sementara agenda kedatangan Hilary Clinton disebut diduga untuk memperpanjang masa kontrak tersebut hingga 2041.

Selain itu, agenda lain kedatangan Hilary Clinton di Jakarta antara lain untuk meresmikan pembangunan gedung Kedutaan AS yang baru.

"Pembangunan gedung baru tersebut akan menjadi kantor kedutaan AS terbesar ketiga setelah Irak dan Pakistan," ujar juru bicara HTI Muhammad Ismail.

Menurut Ismail, setiap kunjungan diplomatik AS membawa misi besar. "Setiap kunjungan pejabat AS ke Indonesia tidak lain untuk menguatkan pengaruh AS sebagai negara imperialis di Kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur, khususnya Indonesia," lanjutnya.

Aksi unjuk rasa itu berlangsung tertib. Puluhan aparat kepolisian dari satuan Polsek Gambir terlihat berjaga-jaga di lokasi. Para demonstran dilengkapi dengan berbagai atribut spanduk yang bertuliskan 'Tolak Kedatangan Hillary Clinton'.

Sebelumnya diberitakan bahwa beberapa LSM seperti International Global Justice (IGC), NAPAS (National Solidarity Papua), serta beberapa LSM lainnya juga mencurigai kedatangan Hilary Clinton ke Indonesia akan mengintervensi proses renegosiasi kontrak PT Freeport. Mereka mewaspadai kedatangan Hillary akan membawa agenda AS dalam rangka mempertahankan dominasinya menguasai kekayaan alam Indonesia, khususnya dalam sektor tambang.

Sementara itu, istri mantan Presiden AS Bill Clinton tersebut akan mendarat di Indonesia pada Senin (3/9/2012) ini, sekitar pukul 17.45 WIB.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisAdri Prima
    EditorAna Shofiana Syatiri

    Terkini Lainnya

    Bantah Ada Intimidasi, Polisi Tuding Bos First Travel Berbohong

    Bantah Ada Intimidasi, Polisi Tuding Bos First Travel Berbohong

    Nasional
    Rhoma Irama Sebut Sudirman Said Penuhi Kriteria Pemimpin Muslim

    Rhoma Irama Sebut Sudirman Said Penuhi Kriteria Pemimpin Muslim

    Regional
    Kelompok Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi, Dua di Antaranya Pelajar dan Mahasiswa

    Kelompok Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi, Dua di Antaranya Pelajar dan Mahasiswa

    Regional
    Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

    Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

    Nasional
    Saat Perwakilan Ojek Online Se-Indonesia Mengadu ke DPR

    Saat Perwakilan Ojek Online Se-Indonesia Mengadu ke DPR

    Megapolitan
    Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

    Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

    Nasional
    Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

    Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

    Nasional
    Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

    Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

    Internasional
    Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

    Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

    Regional
    Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

    Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

    Internasional
    Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

    Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

    Nasional
    Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

    Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

    Nasional
    Cerita Gatot Nurmantyo Duduk Bersebelahan dengan Prabowo di HUT Kopassus

    Cerita Gatot Nurmantyo Duduk Bersebelahan dengan Prabowo di HUT Kopassus

    Nasional
    Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

    Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

    Regional
    Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

    Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

    Nasional

    Close Ads X