Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/09/2012, 21:03 WIB
|
EditorTjatur Wiharyo

BEKASI, KOMPAS.com - Sekitar 50 karyawati, yang berada dalam kondisi hamil dan dalam masa menyusui, tertahan, sejak Senin (3/9/2012) sore hingga Selasa (4/9/2012) sore, di tempat mereka bekerja mereka, yaitu PT JST Indonesia di Kawasan MM2100, Cikarang Barat, Bekasi, akibat demonstrasi yang digelar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Demonstrasi itu dilakukan sekitar 500an buruh sejak Senin (3/9/2012) dan belum selesai hingga berita ini diturunkan.

Para demonstran menuntut kejelasan status kepegawaian mereka. Sejak awal demonstrasi, mereka melarang karyawan lain, baik pria maupun wanita, pulang selama demosntrasi berlangsung. Karyawan yang tertahan mencapai 250 orang, termasuk ibu-ibu hamil dan menyusui itu.

Ibu-ibu hamil dan menyusui itu akhirnya dizinkan pulang pada Selasa (4/9/2012) sore, karena ada demonstran yang mengingatkan rekan-rekannya tentang Undang-Undang No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 200, yaitu "Setiap orang yang dengan sengaja menghalangi program pemberian air susu ibu eksklusif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128 ayat (2) dipidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah)". Karyawan lainnya masih tertahan hingga berita ini diturunkan.

"Kami tertahan di dalam perusahaan hampir 24 jam dengan pasokan makanan seadanya. Mobil pengantar makanan tak bisa masuk. Sekalipun bisa, makanan sudah banyak diambil orang-orang yang ada di luar. Kami hanya mendapat sedikit makanan sejak kemarin," ucap seorang karyawati yang tengah dalam masa menyusui, Rabu (4/9/2012).

"Di antara kami, banyak wanita yang sedang hamil dan menyusui. Awalnya, hanya wanita hamil yang boleh keluar. Itu pun jika kelihatan perutnya besar. Syukurlah, dua jam setelahnya, semua wanita yang sedang hamil kecil dan menyusui bisa pulang," tambahnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.