Ada 11 Buku Jihad di Kamar Thorik

Kompas.com - 06/09/2012, 14:23 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya menemukan 11 buku-buku agama dan jihad di kamar terduga teroris Muhamad Thorik (32). Sejak remaja, Thorik memang sudah dikenal sebagai sosok yang tidak mau bergaul dengan masyarakat sekitar.

"Di rumahnya, ada buku-buku agama, buku jihad. Kemarin yang diambil petugas ada 11 buku," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Kamis (6/9/2012), di Mapolda Metro Jaya.

Rikwanto menuturkan, dari pengakuan keluarga dan warga sekitar, Thorik terbilang pria yang eksklusif, selalu menutup diri dari warga. Thorik pun tidak pernah mau beribadah bersama warga sekitar. Ia lebih memilih ikut dengan pengajian Al Qiyadah yang ada di luar lingkungan itu.

"Kami temukan lembaran bertuliskan Al Qiyadah di kamarnya. Jadi kami duga dia ikut pengajian itu. Masih belum tahu apa saja aktivitas pengajian itu dan lokasinya di mana," kata Rikwanto lagi.

Pria-pria kurus bercelana bahan yang sengaja dibuat mengatung juga kerap terlihat bolak-balik tengah malam di rumah Thorik, yang ditempati bersama ibu, istri, dan seorang anaknya. Setiap kali warga bertanya, Thorik selalu menjawab dengan ketus dan meminta tidak mencampuri urusannya.

Polisi, kata Rikwanto, juga masih belum mengetahui latar belakang pendidikan Thorik. Pasalnya, selama ini istri Thorik, yakni Sri Haryanti, belum mau terbuka. Yanti diduga mengetahui banyak soal kegiatan Thorik karena pria itu meracik bom rakitan setengah jadi selalu di dalam kamarnya.

"Kami belum ketahui pasti sudah berapa lama dia merakit bom, tapi dia selalu merakitnya di kamar," ujar Rikwanto.

Sebelumnya diberitakan, sebuah benda yang diduga bom rakitan setengah jadi ditemukan di Jalan Teratai VII, RT 02 RW 04, Kelurahan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pukul 14.30 WIB. Benda itu ditemukan di dalam rumah milik seorang nenek bernama Iyot (60).

Penemuan benda diduga bom rakitan itu bermula dari kecurigaan masyarakat sekitar melihat ada kepulan asap dari rumah yang juga ditinggali oleh putranya, Muhamad Thorik (32). Awalnya, warga menyangka ada kebakaran. Warga sekitar lalu mendatangi rumah tersebut dan mendapati benda itu yang diduga milik Thorik.

Saat warga mendekat, Thorik justru kabur dengan masih mengenakan sarungnya ke arah Jembatan Lima. Tim Gegana langsung mengamankan benda berbahaya itu untuk diteliti lebih lanjut. Di lokasi, aparat kepolisian juga menemukan lembaran pembuatan racun, detonator, bahan-bahan kimia yang diduga black powder, belerang, sejumlah paku, dan lima buah pipa paralon yang berisi paku di kamar Thorik. Belum diketahui pasti tujuan Thorik memiliki bahan-bahan peledak ini.

Thorik, menurut Kapolres Jakarta Barat Kombes Suntana, merupakan salah seorang warga yang masuk dalam pantauan kepolisian. Thorik juga disebutnya terlibat dalam kelompok radikal yang dipantau kepolisian. Warga pun kerap melihat rumah Thorik didatangi pria-pria berjanggut.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Diperiksa Badan Kehormatan Terkait Unggahan Anggaran Janggal, William PSI: Semua Setuju Ini Sikap Kritis

    Diperiksa Badan Kehormatan Terkait Unggahan Anggaran Janggal, William PSI: Semua Setuju Ini Sikap Kritis

    Megapolitan
    Pemkot Tangsel Buka 222 Formasi CPNS, Dua Persen untuk Disabilitas

    Pemkot Tangsel Buka 222 Formasi CPNS, Dua Persen untuk Disabilitas

    Megapolitan
    Ada Pendaftaran CPNS, Pemohon SKCK Di Polres Jakarta Timur Membeludak

    Ada Pendaftaran CPNS, Pemohon SKCK Di Polres Jakarta Timur Membeludak

    Megapolitan
    Pohon di Lokasi Revitalisasi Trotoar Akan Ditebang dan Diganti Tabebuya

    Pohon di Lokasi Revitalisasi Trotoar Akan Ditebang dan Diganti Tabebuya

    Megapolitan
    Sebelum Mendaftar, Simak Dulu Persyaratan CPNS 2019 Kota Bekasi

    Sebelum Mendaftar, Simak Dulu Persyaratan CPNS 2019 Kota Bekasi

    Megapolitan
    Fraksi PDI-P Protes Penebangan Pohon di Trotoar karena Bertentangan dengan UU Lingkungan Hidup

    Fraksi PDI-P Protes Penebangan Pohon di Trotoar karena Bertentangan dengan UU Lingkungan Hidup

    Megapolitan
    Anggota DPRD Usul agar Trotoar Cikini Ditanami Pohon Kurma

    Anggota DPRD Usul agar Trotoar Cikini Ditanami Pohon Kurma

    Megapolitan
    Pemkab Tangerang Buka 448 Formasi CPNS

    Pemkab Tangerang Buka 448 Formasi CPNS

    Megapolitan
    Polresta Bandara Soetta: Biro Umrah Bodong Rekrut Jamaah dari Majelis Pengajian

    Polresta Bandara Soetta: Biro Umrah Bodong Rekrut Jamaah dari Majelis Pengajian

    Megapolitan
    Ancaman Ambil Ginjal Hantui Siswa SDN Bambu Apus, Lurah Minta Pasang CCTV

    Ancaman Ambil Ginjal Hantui Siswa SDN Bambu Apus, Lurah Minta Pasang CCTV

    Megapolitan
    Tinjau Trotoar Cikini, Anggota DPRD Sebut Trotoar Tidak Terawat

    Tinjau Trotoar Cikini, Anggota DPRD Sebut Trotoar Tidak Terawat

    Megapolitan
    Kota Bekasi Buka 171 Formasi CPNS 2019 untuk Tenaga Pendidik, Kesehatan, dan Teknik

    Kota Bekasi Buka 171 Formasi CPNS 2019 untuk Tenaga Pendidik, Kesehatan, dan Teknik

    Megapolitan
    Pendaftaran CPNS 2019, Kota Bekasi Hanya Buka 6 Kuota untuk 'Cum Laude' dan Tunadaksa

    Pendaftaran CPNS 2019, Kota Bekasi Hanya Buka 6 Kuota untuk "Cum Laude" dan Tunadaksa

    Megapolitan
    Dianggap Pemborosan, Anggaran Pembangunan Rusunawa Terancam Dicoret DPRD DKI

    Dianggap Pemborosan, Anggaran Pembangunan Rusunawa Terancam Dicoret DPRD DKI

    Megapolitan
    Polresta Bandara Soekarno-Hatta Ungkap Dugaan Penipuan Umrah PT Duta Adhikarya Bersama

    Polresta Bandara Soekarno-Hatta Ungkap Dugaan Penipuan Umrah PT Duta Adhikarya Bersama

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X