Kompas.com - 07/09/2012, 12:49 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

BENGKULU, KOMPAS.com- Rencana pengembangan Bandar Udara Fatmawati Bengkulu yang memerlukan lahan 27 hektar terkendala pembebasan lahan yang belum juga dilakukan. Akibanya, pengembangan bandara belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Berdasarkan rencana induk dari Kementerian Perhubungan, pengembangan Bandara Fatmawati Bengkulu memerlukan lahan 27 hektar untuk relokasi gedung terminal, gedung operasi, dan kantor ke seberang landasan yang ada saat ini. Direncanakan juga, perpanjangan landasan menjadi 3.000 meter.

Kepala Bandara Fatmawati Bengkulu Syamsul Banri, Jumat (7/9/2012), mengatakan, karena sudah ada rencana induk pengembangan, maka perbaikan beberapa bagian bandara seperti pelebaran ruang tunggu di lantai dua belum disetujui.

Meski demikian, selama ini operasional bandara tetap berjalan seperti biasa. Syamsul menyebutkan, dukungan pemerintah daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembebasan lahan sangat diharapkan agar pengembangan bandara yang dipersiapkan untuk 25 tahun ke depan bisa segera dimulai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.