Kompas.com - 08/09/2012, 19:35 WIB
|
EditorRusdi Amral

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana mengembangkan pelabuhan penghubung antara sentra produksi dengan sentra pasar perikanan tahun ini. Pengembangan sarana dan prasarana penunjang itu akan menyasar 400 Pelabuhan Perikanan dan Pangkalan Pendaratan Ikan.        

Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C.Sutardjo di Brebes, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (8/9/2012). Tahun ini, KKP menargetkan 28 gudang pendingin (cold storage) dibangun, di luar gudang pendingin yang dibangun oleh kabupaten dan kota melalui dana alokasi khusus (DAK).            

Pengembangan pelabuhan perikanan merupakan implementasi dari Peraturan Presiden No.26/2012 terkait cetak biru pengembangan sistem logistik nasional serta wujud dari Program Peningkatan Kehidupan Nelayan (PKN) sebelumnya telah ditetapkan dalam Keppres No.10/2011.            

Menurut Cicip, revitalisasi sarana dan prasarana penunjang pelabuhan perikanan dapat meningkatkan efektivitas rantai suplai ikan sehingga dapat meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar domestik maupun ekspor. Revitalisasi pelabuhan perikanan diyakini mampu menjamin pasokan ikan serta peningkatan kapasitas industri pengolahan hasil perikanan.            

Tahun 2013, KKP menargetkan pembangunan 20 unit pabrik es, 10 unit gudang pendingin, 5 unit rumah kemasan, 3 unit miniplant pengolahan tuna, 8 unit sentra pengolahan serta 100 paket sarana sistem rantai dingin. Rata-rata biaya yang dibutuhkan dalam membangun gudang pendingin adalah Rp 1,5 - 2 miliar per tahun, dengan kapasitas terpasang sebesar 30 ton.                       

Sejak  2010 sampai 2011 tercatat sebanyak 55 unit gudang pendingin telah dibangun. Hingga kini, gudang pendingin telah tersedia di seluruh Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bungus, PPS Nizam Zaman,  PPN Pelabuhan Ratu, PPS Bitung dan PPN Ambon. Selain itu, Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN), Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) serta di  beberapa Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) dan sentra-sentra pengolahan.            

Keberadaan gudang pendingin, lanjut Cicip, diharapkan menjamin ketersediaan pasokan bahan baku bagi industri pengolahan ikan, dan fluktuasi harga ikan. Pembangunan gudang pendingin dinilai penting dalam menampung berbagai hasil produksi perikanan yang diambil dari daerah sentra produksi seperti yang terdapat di kawasan perairan Indonesia bagian timur sehingga bisa disalurkan ke penghubung utama industri seperti di  Jakarta, Bitung serta berbagai daerah yang membutuhkan bila saat paceklik tiba. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.