Libur Pilkada DKI Bukan untuk Jalan-jalan

Kompas.com - 10/09/2012, 16:08 WIB
Penulis Joe Leribun
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada Kamis (20/9/2012) pekan depan dinyatakan sebagai hari libur bagi warga DKI Jakarta. Namun, hari libur ini wajib digunakan untuk mengikuti Pilgub DKI Jakarta putaran kedua.

"Jangan dijadikan alasan untuk jalan-jalan. Liburan itu dijadikan kesempatan yang diberikan kepada pemilih untuk datang ke TPS, untuk coblos," kata Ketua Pokja Pilkada DKI Jakarta Sumarno saat melakukan sosialisasi Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di hadapan siswa kelas XII di SMA 25 dan SMA 68, Jakarta Pusat, Senin (10/9/2012).

Dalam acara ini, Sumarno juga menjelaskan pentingnya partisipasi pemilih pemula, seperti anak-anak SMA, dalam menentukan pemimpin DKI Jakarta. Ia menilai pemilih pemula ini bersikap kritis dan jumlahnya cukup signifikan. Kontribusi mereka akan memberikan hal positif untuk pilkada kali ini. Untuk itu, ia berharap para calon pemilih tersebut tidak menjadi golongan putih (golput) atau mengabaikan hak pilihnya.

Sumarno menjelaskan bahwa para pemilih pemula ini harus menjadi pemilih cerdas dengan mengetahui visi dan misi masing-masing calon, memberi penilaian dan menghindari money politic. "Kalian harus jadi pemilih cerdas, jangan ikut-ikutan. Harus kenali visi dan misi cagub. Dilihat mana yang paling bagus, dilihat programnya, dilihat pendidikannya. Bukan sekadar milih," ujarnya.

Sumarno menyatakan, putaran kedua Pilkada DKI akan diikuti oleh 800.000 pemilih pemula. Pemilih pemula merupakan pemilih yang berumur 17 tahun hingga 11 Juli 2012. Adapun yang berumur 17 tahun antara 11 Juli dan 20 September 2012 tidak termasuk dalam kategori pemilih karena tetap tak diperkenankan mencoblos pada putaran kedua.

Kepada 90 siswa yang hadir dalam acara tersebut, Sumarno menjelaskan bahwa model kampanye pada pilkada putaran kedua berbeda dari model kampanye pada Pilkada DKI Jakarta putaran pertama. Ia mengajak para pemilih pemula untuk menyaksikan kampanye calon kepala daerah melalui debat dan talkshow di televisi. Kampanye melalui media massa ini ditujukan untuk penajaman visi dan misi kandidat peserta yang berlangsung selama 14-16 September.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
    Komentar


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Bima Arya Akan Minta Kepastian Penyelesaian TPST Nambo ke Ridwan Kamil

    Bima Arya Akan Minta Kepastian Penyelesaian TPST Nambo ke Ridwan Kamil

    Megapolitan
    Pemprov DKI Dorong GrabWheel Beroperasi di Kawasan Tertentu seperti GBK atau Ancol

    Pemprov DKI Dorong GrabWheel Beroperasi di Kawasan Tertentu seperti GBK atau Ancol

    Megapolitan
    Pengusaha Akan Sampaikan Keberatan ke Gubernur Terkait UMK Bekasi 2020

    Pengusaha Akan Sampaikan Keberatan ke Gubernur Terkait UMK Bekasi 2020

    Megapolitan
    Pemprov DKI Dinilai Lemah dalam Mengawasi Pengoperasian Skuter Listrik

    Pemprov DKI Dinilai Lemah dalam Mengawasi Pengoperasian Skuter Listrik

    Megapolitan
    Pemerintah Dinilai Lalai, Apindo Kota Bekasi Tak Setuju UMK 2020

    Pemerintah Dinilai Lalai, Apindo Kota Bekasi Tak Setuju UMK 2020

    Megapolitan
    Proses Perizinan Panjang, Bus Listrik Transjakarta Belum Bisa Angkut Penumpang

    Proses Perizinan Panjang, Bus Listrik Transjakarta Belum Bisa Angkut Penumpang

    Megapolitan
    Penetapan UMK Bekasi 2020 Alot karena Pengusaha Tak Ingin Ada UMK

    Penetapan UMK Bekasi 2020 Alot karena Pengusaha Tak Ingin Ada UMK

    Megapolitan
    Serikat Buruh dan Pemkot Bekasi Sepakat UMK 2020 Sebesar Rp 4,589 Juta

    Serikat Buruh dan Pemkot Bekasi Sepakat UMK 2020 Sebesar Rp 4,589 Juta

    Megapolitan
    Pembangunan Skatepark di Kolong Flyover Pasar Rebo Hampir Kelar

    Pembangunan Skatepark di Kolong Flyover Pasar Rebo Hampir Kelar

    Megapolitan
    Tas Mencurigakan di Depok, Isinya Ternyata Jas Hujan

    Tas Mencurigakan di Depok, Isinya Ternyata Jas Hujan

    Megapolitan
    Polisi Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras di Jakbar yang Terjadi Dua Kali dalam Seminggu

    Polisi Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras di Jakbar yang Terjadi Dua Kali dalam Seminggu

    Megapolitan
    Sirkus hingga Cosplay Bakal Meriahkan Jakarta Akhir Pekan Ini

    Sirkus hingga Cosplay Bakal Meriahkan Jakarta Akhir Pekan Ini

    Megapolitan
    Iuran BPJS Naik, DKI Usul Anggaran Rp 2,5 T untuk Subsidi 5,1 Juta Warga

    Iuran BPJS Naik, DKI Usul Anggaran Rp 2,5 T untuk Subsidi 5,1 Juta Warga

    Megapolitan
    Flyover Tanjung Barat di Depan IISIP Akan Selesai Akhir 2020

    Flyover Tanjung Barat di Depan IISIP Akan Selesai Akhir 2020

    Megapolitan
    Mengulik Cikal Bakal Keberadaan Bangunan Belanda di Pinggir Jalan TB Simatupang

    Mengulik Cikal Bakal Keberadaan Bangunan Belanda di Pinggir Jalan TB Simatupang

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X