Bangun Dulu Pelabuhan

Kompas.com - 11/09/2012, 02:51 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Pemerintah didorong untuk fokus terlebih dahulu dalam pembangunan infrastruktur pelabuhan. Bahkan, apabila perlu, mengalokasikan lebih banyak anggaran bagi pelabuhan sebagai langkah nyata untuk meningkatkan efisiensi logistik.

”Sangat dibutuhkan dana tambahan dan dukungan pemerintah, terutama untuk masa sekarang, karena memang pemerintah terlambat. Padahal, pintu masuk ekonomi datangnya dari laut,” kata Ketua Himpunan Ahli Pelabuhan Indonesia Wahyono Bimarso, Senin (10/9), saat dihubungi di Makassar.

Dalam Laporan Daya Saing Global 2012-2013, khususnya terkait dengan kualitas infrastruktur pelabuhan, posisi Indonesia cukup buruk, yakni di peringkat ke-104. Dengan demikian, kualitas pelabuhan di Indonesia di bawah Malaysia (peringkat ke-21), Thailand (ke-56), Kamboja (ke-69). Meski sama-sama negara kepulauan, Kanada jauh lebih baik di peringkat ke-16.

Menurut Wahyono, pemerintah terlalu memedulikan pembangunan jalan. Akibatnya, jalan pula yang akhirnya terbebani lalu lintas pengangkutan barang. Menurut Wahyono, seharusnya infrastruktur jalan lebih untuk pengangkutan penumpang.

”Saya mendorong perbaikan fasilitas Pelabuhan Jambi, Bengkulu, Palembang, dan Teluk Bayur secepat mungkin,” kata Wahyono. Dia mendukung penuh inisiatif swasta (Pelindo II) yang sebelumnya mengeruk alur Pelabuhan Bengkulu sehingga kapal besar dan kapal batubara dapat memasuki pelabuhan.

Wahyono menyarankan, pemerintah sebaiknya menunda pembangunan Pelabuhan Cilamaya. ”Jika dengan APBN, tidak akan ada sisa dana APBN untuk membangun pelabuhan di Indonesia timur,” ujarnya.

Otoritas pelabuhan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember Daniel Rosyid mengatakan, muatan dalam UU Pelayaran harus diimplementasikan oleh otoritas pelabuhan.

”Ke depan, otoritas pelabuhan harus lebih aktif mempromosikan bisnis di pelabuhan,” ujarnya. Berdasarkan UU Pelayaran yang baru, otoritas pelabuhan merupakan wakil regulator untuk pengembangan pelabuhan.

(RYO)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.