Banyak Bercanda Hanya Kurangi Simpati Warga ke Foke - Kompas.com

Banyak Bercanda Hanya Kurangi Simpati Warga ke Foke

Kompas.com - 11/09/2012, 19:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pasangan Foke-Nara kembali mengeluarkan pernyataan yang memicu banyak tanggapan miring pada saat perayaan Lebaran Betawi pada Senin (10/9/2012).

Meski berdalih tidak ada maksud apa pun di balik pernyataan kontroversialnya, warga tentu memiliki pendapat sendiri entah negatif maupun positif.

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan bahwa pasangan Foke-Nara sebaiknya mulai berhati-hati terhadap ucapannya di depan publik.

Sebagai pemimpin memang sudah semestinya mampu berkomunikasi baik dengan warga. "Statement blunder hanya akan menambah kemarahan warga. Jadi ada baiknya untuk berhati-hati," kata Burhanuddin saat dihubungi pada Selasa (11/9/2012).

Ia tidak menyalahkan jika seorang calon pemimpin melakukan pendekatan kepada warga dengan cara bercanda.

Namun dalam hal ini, seorang calon pemimpin tetap harus memahami batasan untuk melontarkan candaan di depan publik agar tidak kemudian disalahartikan.

"Bercanda boleh saja. Dalam hal ini, jika terlalu banyak bercanda dapat mengurangi simpati terhadap Foke," ujar Burhanuddin.

Seperti diberitakan, beberapa waktu lalu Fauzi Bowo yang akrab disapa Foke ini pernah mengeluarkan pernyataan yang mencengangkan di hadapan para korban kebakaran.

Saat itu, ia berseloroh kepada korban kebakaran jika memilih Jokowi maka lebih baik di Solo saja. "Lu nyolok siapa? Kalau nyolok Jokowi di Solo aja sono," ujar Foke.

Begitu pula saat mengatakan bahwa jika warga Betawi pada putaran kedua ini tidak mencoblosnya maka ia tidak segan menyabut KTP yang bersangkutan.

"Saya nggak percaya orang Betawi nggak kompak. Tapi kalau memang ada yang nekat, kasih tahu saya. Nanti saya cabut KTP-nya," ungkap Foke.

Pada kesempatan yang sama, pasangannya, Nachrowi Ramli, juga mengeluarkan pernyataan yang tak kalah kontroversial. "Saya mengingatkan, memang kita ingin bersatu untuk Jakarta. Silakan keluar dari Betawi jika tidak memilih orang Betawi," ujar Nara.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorBenny N Joewono
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Bantah Ada Intimidasi, Polisi Tuding Bos First Travel Berbohong

    Bantah Ada Intimidasi, Polisi Tuding Bos First Travel Berbohong

    Nasional
    Rhoma Irama Sebut Sudirman Said Penuhi Kriteria Pemimpin Muslim

    Rhoma Irama Sebut Sudirman Said Penuhi Kriteria Pemimpin Muslim

    Regional
    Kelompok Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi, Dua di Antaranya Pelajar dan Mahasiswa

    Kelompok Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi, Dua di Antaranya Pelajar dan Mahasiswa

    Regional
    Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

    Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

    Nasional
    Saat Perwakilan Ojek Online Se-Indonesia Mengadu ke DPR

    Saat Perwakilan Ojek Online Se-Indonesia Mengadu ke DPR

    Megapolitan
    Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

    Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

    Nasional
    Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

    Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

    Nasional
    Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

    Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

    Internasional
    Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

    Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

    Regional
    Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

    Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

    Internasional
    Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

    Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

    Nasional
    Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

    Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

    Nasional
    Cerita Gatot Nurmantyo Duduk Bersebelahan dengan Prabowo di HUT Kopassus

    Cerita Gatot Nurmantyo Duduk Bersebelahan dengan Prabowo di HUT Kopassus

    Nasional
    Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

    Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

    Regional
    Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

    Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

    Nasional

    Close Ads X