Foke Bagikan Jamkesda kepada Nelayan di Jakut

Kompas.com - 11/09/2012, 19:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang akrab disapa Foke dalam silaturahmi dengan para nelayan di Gelanggang Remaja, Kecamatan Cilincing, Kompeks Dewa Ruci TNI AL, Kelurahan Semper Barat, Jakarta Utara membagikan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Foke tiba di lokasi sekitar pukul 16.17 WIB.

"Karena kita memahami bahwa keluarga nelayan perlu perhatian dari pemerintah. Sekarang dengan adanya Jamkesda ini para pemegang kartu gratis berobat di 88 tempat pengobatan," kata Foke dalam sambutannya, Selasa (11/9/2012).

Jumlah Jamkesda sebanyak 1.035 kartu untuk nelayan Kalibaru, Kamal Muara, Lagoa, Marunda, Cilincing, Pluit, dan Penjaringan. Alokasi anggaran untuk program ini mencapai Rp 600 miliar.

Para pemegang kartu gratis ketika berobat bahkan apabila dioperasi sekali pun dengan batas atas mencapai Rp 100 juta. "Tetapi saya doakan agar semua warga selalu sehat," ujar Foke.


Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emawati menyatakan program kesehatan semacam ini sudah ada sejak 2002. Cikal bakalnya program layanan ini didasarkan kenyataan warga yang kesulitan dalam berobat. "Dulu mereka menggunakan surat keterangan tidak mampu atau SKTM. Tetapi kalau hanya itu tidak bisa menjadi jaminan untuk pihak rumah sakit. Dengan adanya program Jamkesda ini bisa digunakan di 88 tempat pengobatan. Nanti, pihak rumah sakit yang mengklaim biaya pengobatan, yang selanjutkan akan dibayarkan oleh pemda DKI," kata Dien Emawati.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorI Made Asdhiana
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Megapolitan
DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

Megapolitan
Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Megapolitan
Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Megapolitan
Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Megapolitan
Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Megapolitan
Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Megapolitan
Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Megapolitan
Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Megapolitan
DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

Megapolitan
Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Megapolitan
Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Megapolitan
Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Megapolitan
DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

Megapolitan
Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Megapolitan
Close Ads X