Tuntut Kenaikan Gaji Pokok, SP PDAM Jakarta Demo di Balaikota

Kompas.com - 12/09/2012, 16:18 WIB
Penulis Riana Afifah
|
EditorBenny N Joewono

JAKARTA, KOMPAS.com — Serikat Pekerja PDAM Jakarta melakukan aksi demonstrasi di depan Balaikota DKI Jakarta untuk menuntut kenaikan gaji pokok yang tidak meningkat sejak 2003.

Padahal, semestinya mereka menerima gaji pokok setara dengan para pegawai negeri sipil (PNS).

Ketua SP PDAM Jakarta Sopianto mengatakan, hampir selama sembilan tahun tidak ada kenaikan gaji pokok untuk 1.500 pegawai PAM yang diperbantukan ke Palyja dan Aetra.

Ia menjelaskan, saat ini ada sekitar 700 pegawai yang bekerja untuk Aetra dan 800 pegawai yang bekerja buat Palyja.

"Dari tahun 2003 sampai sekarang, gaji pokok kami tidak ada kenaikan sama sekali. Kami merasa ditelantarkan," kata Sopianto, di Balaikota Jakarta, Rabu (12/9/2012).

Ia menambahkan, gaji pokok yang diterimanya hingga saat ini hanya berkisar pada angka Rp 1.700.000.

Padahal, semestinya berdasarkan Peraturan Pemerintah  Nomor 15 Tahun 2012, gaji pokok yang diterimanya berada pada angka Rp 3.000.000.

"Mestinya tiap tahun ada kenaikan. Tapi, kenyataannya tidak seperti itu. Tuntutan kami ini akumulasi sejak 2003," ujar Sopianto.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus berjuang hingga tuntutannya dikabulkan. Bahkan, ia sudah berencana untuk melakukan demo lanjutan di depan Gedung DPRD DKI Jakarta pada 17 September mendatang jika tuntutannya hari ini tidak dikabulkan.

"Kami tidak akan berhenti berjuang. Kami akan terus demo sampai tuntutan kami disetujui. Setelah privatisasi, nasib kami jadi tidak jelas," tandasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dirut RS Ummi Beberkan Alasan Rizieq Shihab Pulang dari RS dan Mengapa Pilih Lewat Pintu Belakang

Dirut RS Ummi Beberkan Alasan Rizieq Shihab Pulang dari RS dan Mengapa Pilih Lewat Pintu Belakang

Megapolitan
Lahan Gedung DPR Depan Stasiun Palmerah Akan Jadi Shelter Bus, Angkot, dan Ojol

Lahan Gedung DPR Depan Stasiun Palmerah Akan Jadi Shelter Bus, Angkot, dan Ojol

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Kegiatan di Balai Kota Berjalan Normal

Wagub DKI Positif Covid-19, Kegiatan di Balai Kota Berjalan Normal

Megapolitan
Demo Tolak Pembangunan BTB School, Lima Warga Pluit Putri Dilaporkan ke Polisi

Demo Tolak Pembangunan BTB School, Lima Warga Pluit Putri Dilaporkan ke Polisi

Megapolitan
Buntut Kerumunan di Jakarta, Polisi Temukan Unsur Pidana dan Pemeriksaan Rizieq Shihab

Buntut Kerumunan di Jakarta, Polisi Temukan Unsur Pidana dan Pemeriksaan Rizieq Shihab

Megapolitan
Kantor Kelurahan Pejaten Timur Dibuka Lagi Setelah Ditutup karena Ada ASN Positif Covid-19

Kantor Kelurahan Pejaten Timur Dibuka Lagi Setelah Ditutup karena Ada ASN Positif Covid-19

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Anies Disebut dalam Kondisi Baik

Wagub DKI Positif Covid-19, Anies Disebut dalam Kondisi Baik

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Gedung B Balai Kota Ditutup Selama 3 Hari

Wagub DKI Positif Covid-19, Gedung B Balai Kota Ditutup Selama 3 Hari

Megapolitan
Pelintasan Sebidang di Jalur KA Palmerah Ditutup Permanen

Pelintasan Sebidang di Jalur KA Palmerah Ditutup Permanen

Megapolitan
Sempat Ditutup, PN Jaksel Kembali Buka Layanan Persidangan dan PTSP

Sempat Ditutup, PN Jaksel Kembali Buka Layanan Persidangan dan PTSP

Megapolitan
DPRD Bekasi: Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis Dampak dari Data Kemiskinan yang Buruk

DPRD Bekasi: Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis Dampak dari Data Kemiskinan yang Buruk

Megapolitan
Balita Jadi Pengemis Meninggal Dunia, DPRD: Tak Ada Keterbukaan Data Orang Miskin

Balita Jadi Pengemis Meninggal Dunia, DPRD: Tak Ada Keterbukaan Data Orang Miskin

Megapolitan
Rizieq Belum Pastikan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Besok

Rizieq Belum Pastikan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Besok

Megapolitan
Rizieq Shihab Disebut Dites Swab oleh MER-C, Organisasi Apa Itu?

Rizieq Shihab Disebut Dites Swab oleh MER-C, Organisasi Apa Itu?

Megapolitan
PN Jaksel Dibuka Lagi Setelah Ditutup 5 Hari karena Ditemukan Kasus Covid-19

PN Jaksel Dibuka Lagi Setelah Ditutup 5 Hari karena Ditemukan Kasus Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X