Kompas.com - 12/09/2012, 21:01 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

DEPOK, KOMPAS.com — Sampai Rabu (12/9/2012) malam, penyidik Kepolisian Sektor Pancoran Mas sudah memeriksa 25 orang. Mereka dimintai keterangan terkait kekerasan yang terjadi antara Sekolah Menengah Kejuruan Baskara dan SMK Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat.

Dalam peristiwa ini beberapa orang terluka dan seorang siswa SMK Baskara bernama Abu alias Dedi Triyuda (17) tewas.

"Sampai malam ini ada 25 saksi yang kami periksa, mereka adalah 13 siswa SMK Baskara, enam siswa SMK Pancoran Mas, sisanya dari warga dan petugas keamanan yang melihat peristiwa itu. Kami masih mencari barang bukti yang belum kami dapatkan," kata Wakil Kepala Polsek Pancoran Mas Ajun Komisaris Ibnu Salam.

Belum ada dari seluruh yang diperiksa penyidik menjadi tersangka. Penyidik membawa sebagian dari yang diperiksa ke luar Markas Polsek Pancoran Mas untuk mencari barang bukti.

Di lokasi penyerangan di persimpangan Kodim, Jalan Raya Sawangan, polisi menemukan besi lengkung seperti celurit sepanjang 50 sentimeter, semprotan sejenis piloks, serta batu-batu yang diduga dilemparkan saat tawuran.

Kekerasan yang terjadi antara SMK Baskara dan SMK Pancoran Mas berlangsung tadi sore pukul 14.30. Pukul 15.00 jenazah Abu ditemukan warga di Apotek Depok Dua, Jalan Keadilan, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas. Kedua sekolah dikenal sering terlibat kekerasan. Peristiwa ini terjadi dua hari setelah siswa dari dua sekolah itu tawuran di Jalan Merpati, Depok.

Malam ini para orangtua siswa mendatangi markas polsek. Mereka mencari kabar keselamatan anak-anaknya setelah tawuran.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X