Deklarasi Damai Cagub yang Tak Damai

Kompas.com - 13/09/2012, 22:08 WIB
Penulis Riana Afifah
|
EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

JAKARTA, KOMPAS.com - Kegiatan bertajuk deklarasi damai yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta tampaknya tidak mencapai misinya. Suasana Monas yang panas semakin memanas saat simpatisan pasangan Foke-Nara mulai berulah.

Para simpatisan Foke-Nara yang berdiri di depan panggung tidak berhenti berteriak-teriak dan mencemooh saat cawagub Basuki Tjahaja Purnama memberikan sambutan. Bahkan beberapa dari teriakan tersebut membawa kepercayaan mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

Teriakan-teriakan dengan nada negatif tersebut terus bersahutan saat pria yang akrab disapa Ahok ini menjelaskan absennya Jokowi pada kegiatan deklarasi damai ini. Padahal simpatisan Jokowi-Basuki yang datang mengenakan kemeja kotak-kotak saat petahana Fauzi Bowo tengah memberikan sambutannya tetap bersikap tenang dan mendengarkan.

Tidak ada teriakan atau cemoohan yang dilancarkan pada pria berkumis tersebut saat sedang berbicara pada deklarasi damai ini. Menanggapi kejadian tersebut, Ahok tetap terus berbicara dan mengeluarkan kalimat yang sedikit menyentil para simpatisan Foke-Nara.

"Saya berterima kasih pada pendukung kami yang telah memenangkan kami pada putaran pertama lalu," ujar Ahok, di Silang Monas, Kamis (13/9/2012) yang membuat simpatisan Foke-Nara semakin berteriak-teriak.

Sayangnya aksi tidak menyenangkan simpatisan Foke-Nara ini tidak berusaha diredakan oleh pihak keamanan yang tadi bertugas. Padahal semestinya sebagai pendukung juga harus tetap memiliki sikap yang santun dalam memberikan dukungannya.

Dengan situasi tersebut, aksi saling sindir antarcalon juga sempat terjadi. Padahal seperti diketahui, acara ini juga dihadiri oleh para pejabat negara seperti Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Ketua KPU RI Husni Kamil Malik, Ketua DPR RI Marzuki Alie dan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.

Ahok sempat mempersilakan hadirin untuk memilih pasangan nomor satu jika memang terbukti bersih dan transparan dalam memimpin. Namun jika dirinya dan Jokowi terbukti lebih bersih dan transparan maka sebaiknya tetap menjatuhkan pilihan pada nomor urut tiga.

Petahana Fauzi Bowo yang semula tampak biasa saja menjadi sedikit terpancing. Sebelum membacakan deklarasi damai di hadapan seluruh pendukungnya yang berkumpul di Silang Monas, ia menegaskan bahwa warga Jakarta sebaiknya memilih pemimpin yang sudah dikenalnya.

"Harus tahu dulu semuanya. Warga Jakarta juga begitu. Harus tahu, jangan beli kucing dalam karung," tegasnya.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Segera Dipasang di Stasiun, Mengenal GeNose, Tarif, dan Efektivitas dalam Mendeteksi Covid-19

    Segera Dipasang di Stasiun, Mengenal GeNose, Tarif, dan Efektivitas dalam Mendeteksi Covid-19

    Megapolitan
    Pegawai Positif Covid-19, Kantor Camat Sawah Besar dan Lurah Sumur Batu Ditutup 3 Hari

    Pegawai Positif Covid-19, Kantor Camat Sawah Besar dan Lurah Sumur Batu Ditutup 3 Hari

    Megapolitan
    Hujan Deras, Motor Pengemudi Ojol Rusak Berat Tertimpa Pohon Tumbang

    Hujan Deras, Motor Pengemudi Ojol Rusak Berat Tertimpa Pohon Tumbang

    Megapolitan
    M Taufik Desak Anies Segera Tunjuk Pejabat sebagai Wali Kota Jaksel

    M Taufik Desak Anies Segera Tunjuk Pejabat sebagai Wali Kota Jaksel

    Megapolitan
    Jalan Falatehan Tergenang 50 Cm, Camat: Beban dan Kapasitas Saluran Tak Imbang, Jadi Antre Airnya

    Jalan Falatehan Tergenang 50 Cm, Camat: Beban dan Kapasitas Saluran Tak Imbang, Jadi Antre Airnya

    Megapolitan
    Polisi: Pembuat Hasil PCR Palsu Beraksi Sejak November 2020, Sudah Jual 11 Surat

    Polisi: Pembuat Hasil PCR Palsu Beraksi Sejak November 2020, Sudah Jual 11 Surat

    Megapolitan
    Polisi Mediasi Ormas yang Terlibat Penganiayaan di Bekasi, tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

    Polisi Mediasi Ormas yang Terlibat Penganiayaan di Bekasi, tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

    Megapolitan
    Tertinggi, 2.121 Jenazah di Jakarta Dimakamkan dengan Protap Covid-19 Sepanjang Januari

    Tertinggi, 2.121 Jenazah di Jakarta Dimakamkan dengan Protap Covid-19 Sepanjang Januari

    Megapolitan
    Pemprov DKI Sebut 100 Jenazah Dimakamkan dengan Protap Covid-19 dalam Sehari

    Pemprov DKI Sebut 100 Jenazah Dimakamkan dengan Protap Covid-19 dalam Sehari

    Megapolitan
    Jalan Falatehan Kebayoran Baru Tergenang Air hingga 50 Sentimeter, Lalu Lintas Sempat Macet

    Jalan Falatehan Kebayoran Baru Tergenang Air hingga 50 Sentimeter, Lalu Lintas Sempat Macet

    Megapolitan
    Ketika Grafik Kasus Positif Covid-19 Harian di DKI Jakarta Melonjak Selama PPKM Jilid Pertama

    Ketika Grafik Kasus Positif Covid-19 Harian di DKI Jakarta Melonjak Selama PPKM Jilid Pertama

    Megapolitan
    Asosiasi RS Swasta: Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19 Puluhan Miliar Rupiah

    Asosiasi RS Swasta: Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19 Puluhan Miliar Rupiah

    Megapolitan
    KPU Tangsel Nyatakan Siap Hadapi Sidang Sengketa Hasil Pilkada 2020

    KPU Tangsel Nyatakan Siap Hadapi Sidang Sengketa Hasil Pilkada 2020

    Megapolitan
    Pemprov DKI Akan Tambah 1.941 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19

    Pemprov DKI Akan Tambah 1.941 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19

    Megapolitan
    Polisi: Beberapa Pembuat Surat PCR Palsu adalah Pegawai Lab dan Klinik

    Polisi: Beberapa Pembuat Surat PCR Palsu adalah Pegawai Lab dan Klinik

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X