Panwaslu Periksa Nachrowi Ramli

Kompas.com - 14/09/2012, 17:25 WIB
|
EditorErvan Hardoko

JAKARTA, KOMPAS.com - Ditengah kesibukannya berkampanye, calon wakil Gubernur DKI Jakarta, Nachrowi Ramli memenuhi panggilan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI untuk memberikan klarifikasi terkait pernyataannya di Lebaran Betawi, Jakarta Utara, beberapa waktu silam.

Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramdansyah mengapresiasi itikad baik pria yang akrab disapa Nara itu menyempatkan diri datang ke Panwaslu.

"Saya sangat mengapresiasi kedatangan Pak Haji Nachrowi, ditengah jadwal kampanye yang sangat padat, beliau menyempatkan datang ke Panwaslu, terkait laporan Tim Advokasi Jakarta Baru, dengan dugaan statement saat Lebaran Betawi," kata Ramdansyah, di Kantor Panwaslu DKI, Jakarta, Jumat, (14/9/2012).

Ramdansyah mengatakan pemanggilan Nara sebagai Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Betawi yang menyelenggarakan acara Lebaran Betawi, bukan dalam kapasitasnya  cawagub DKI.

Sementara itu, Nara hanya memberikan sedikit keterangan terkait kedatangannya di Panwaslu DKI.

"Saya hadir di Panwaslu untuk memenuhi undangan Panwaslu. Kemarin jam empat, saya menerima undangan dengan nomor 371/Panwaslu/B/IX/2012 yang menyatakan mengundang saya untuk memberikan klarifikasi saat memberikan sambutan saya pada acara Lebaran Betawi," kata pria yang berpasangan dengan Fauzi Bowo di Pilkada DKI putaran kedua tersebut.

Nara pun mengingatkan, dalam menilai sesuatu itu harus secara penuh sehingga tidak menimbulkan kebingungan.

"Harus dilihat keseluruhan perkataan saya, jangan dipenggal-penggal," kata Nara.

Nara diperiksa Panwaslu DKI selama 45 menit. Pemeriksaan berlangsung secara tertutup. Dalam pemeriksaan itu, Nara didampingi oleh beberapa pendukung dari Partai Demokrat, organisasi masyarakat Betawi seperti Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi), Forum Betawi Rempug (FBR), Forum Betawi Bersama (FBB), dan pendukung Foke-Nara. S

eperti yang diberitakan, Tim Advokasi Jakarta Baru melaporkan pasangan Fauzi Bowo tersebut ke Panwaslu DKI Jakarta terkait pernyataan kontroversialnya yang sempat terlontar pada acara Lebaran Betawi oleh Badan Musyawarah (Bamus) Betawi di Jakarta Utara, Senin, (10/9/2012), lalu.

"Saya mengingatkan memang kita ingin bersatu untuk Jakarta. Silahkan keluar dari Betawi jika tidak memilih orang Betawi," ujar Nara saat itu.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Lahan Gedung DPR Depan Stasiun Palmerah Akan Jadi Shelter Bus, Angkot, dan Ojol

    Lahan Gedung DPR Depan Stasiun Palmerah Akan Jadi Shelter Bus, Angkot, dan Ojol

    Megapolitan
    Wagub DKI Positif Covid-19, Kegiatan di Balai Kota Berjalan Normal

    Wagub DKI Positif Covid-19, Kegiatan di Balai Kota Berjalan Normal

    Megapolitan
    Demo Tolak Pembangunan BTB School, Lima Warga Pluit Putri Dilaporkan ke Polisi

    Demo Tolak Pembangunan BTB School, Lima Warga Pluit Putri Dilaporkan ke Polisi

    Megapolitan
    Buntut Kerumunan di Jakarta, Polisi Temukan Unsur Pidana dan Pemeriksaan Rizieq Shihab

    Buntut Kerumunan di Jakarta, Polisi Temukan Unsur Pidana dan Pemeriksaan Rizieq Shihab

    Megapolitan
    Kantor Kelurahan Pejaten Timur Dibuka Lagi Setelah Ditutup karena Ada ASN Positif Covid-19

    Kantor Kelurahan Pejaten Timur Dibuka Lagi Setelah Ditutup karena Ada ASN Positif Covid-19

    Megapolitan
    Wagub DKI Positif Covid-19, Anies Disebut dalam Kondisi Baik

    Wagub DKI Positif Covid-19, Anies Disebut dalam Kondisi Baik

    Megapolitan
    Wagub DKI Positif Covid-19, Gedung B Balai Kota Ditutup Selama 3 Hari

    Wagub DKI Positif Covid-19, Gedung B Balai Kota Ditutup Selama 3 Hari

    Megapolitan
    Pelintasan Sebidang di Jalur KA Palmerah Ditutup Permanen

    Pelintasan Sebidang di Jalur KA Palmerah Ditutup Permanen

    Megapolitan
    Sempat Ditutup, PN Jaksel Kembali Buka Layanan Persidangan dan PTSP

    Sempat Ditutup, PN Jaksel Kembali Buka Layanan Persidangan dan PTSP

    Megapolitan
    DPRD Bekasi: Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis Dampak dari Data Kemiskinan yang Buruk

    DPRD Bekasi: Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis Dampak dari Data Kemiskinan yang Buruk

    Megapolitan
    Balita Jadi Pengemis Meninggal Dunia, DPRD: Tak Ada Keterbukaan Data Orang Miskin

    Balita Jadi Pengemis Meninggal Dunia, DPRD: Tak Ada Keterbukaan Data Orang Miskin

    Megapolitan
    Rizieq Belum Pastikan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Besok

    Rizieq Belum Pastikan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Besok

    Megapolitan
    Rizieq Shihab Disebut Dites Swab oleh MER-C, Organisasi Apa Itu?

    Rizieq Shihab Disebut Dites Swab oleh MER-C, Organisasi Apa Itu?

    Megapolitan
    PN Jaksel Dibuka Lagi Setelah Ditutup 5 Hari karena Ditemukan Kasus Covid-19

    PN Jaksel Dibuka Lagi Setelah Ditutup 5 Hari karena Ditemukan Kasus Covid-19

    Megapolitan
    Damkar Jaktim Punya Aplikasi Go-Damkar untuk Percepat Pelayanan Pemadaman Kebakaran

    Damkar Jaktim Punya Aplikasi Go-Damkar untuk Percepat Pelayanan Pemadaman Kebakaran

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X