Kompas.com - 14/09/2012, 17:48 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Kampanye hari pertama putaran kedua Pilkada DKI Jakarta diwarnai dengan insiden penghadangan calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, saat berkunjung ke Kompleks Perumahan Tanah Bangunan (PTB), Duren Sawit, Jakarta Timur pada Jumat (14/9/2012).

Terkait hal itu, calon gubernur Joko Widodo yang berpasangan dengan Basuki meminta agar setiap pihak menjaga norma sopan santun. "Ini proses demokrasi, orang boleh mendengar atau tidak mendengar. Boleh bahagia atau tidak bahagia, boleh kritik dan tidak boleh kritik, tapi ada sopan santun. Budaya kita budaya sopan santun," kata Joko Widodo saat berkunjung ke Kota Bambu Selatan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat sore.

Pria yang biasa disapa Jokowi itu tidak khawatir akan kehilangan suara di lokasi kunjungan Basuki pagi tadi. Jokowi pun tak akan mempermasalahkan peristiwa itu dan akan lebih fokus pada kampanye yang masih tersisa dua hari lagi.

Jokowi menilai kehadiran Basuki di perumahan itu tidak dimaksudkan untuk mengganggu warga, tetapi bersilaturahim dengan warga. "Kalau ada tamu dan diterima, tentu yang menerima pahalanya besar. Kami ini kan mau silaturahmi, bukan teriakkan mau nyoblos, kami hanya salam-salaman," tutur Jokowi.

Insiden penghadangan seorang warga terhadap rombongan Basuki itu terjadi ketika Basuki tengah berjalan di Kompleks PTB. Saat menyusuri jalan, seorang pria dengan menggunakan motor Honda Scoopy berwarna putih dengan bernomor B 3348 TON merangsek masuk ke tengah-tengah rombongan. Pria yang mengaku sebagai Wakil RW 10, Kampung Sumur, Klender, Duren Sawit, itu bahkan hampir menabrak beberapa pewarta televisi yang tengah mengambil gambar.

"Ini ada apa ini? Sudah ada izinnya belum? Kalau enggak ada izin dari warga setempat, enggak boleh masuk," ujar pria yang mengenakan kaus oblong berwarna putih dan kalung berkilat itu.

Ucapan pria yang mengaku bernama Abdul Rojak itu pun langsung ditanggapi oleh Basuki. "Mohon maaf Bapak, ini kan sudah kampanye pilkada putaran kedua. Dalam peraturan, kegiatan saya ini sudah dijamin undang-undang," ujar Basuki.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seakan tak terima dengan penjelasan Basuki, pria tersebut terus menentang penjelasan Basuki. Perdebatan alot di antara keduanya pun kembali terjadi. Warga yang sebelumnya berjabat tangan dan berfoto dengan Basuki tampak terkejut dengan insiden tersebut.

"Sudah ada izinnya belum? Saya yang punya wilayah sini. Kalau mau masuk, kulo nuwun dululah sama warga setempat," lanjut Abdul.

Menanggapi hal itu, Basuki pun menjawab bahwa ia dan rombongannya sudah menyampaikan rencana kunjungan tersebut ke kelurahan. Namun, Rojak bersikeras bahwa warga setempat tetap harus dimintai izin dalam kegiatan tersebut. Ketegangan antara Abdul Rojak dan Basuki beserta rombongan  mereda begitu pria tersebut disarankan untuk melapor kepada pihak kepolisian jika tak menerima kedatangan Basuki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.