Australia Akan "Hukum" Pengunjuk Rasa yang Bukan WN

Kompas.com - 17/09/2012, 14:04 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

SYDNEY, KOMPAS.com - Politik Australia hari Senin (17/9/2012) ini diramaikan dengan debat, mengenai unjuk rasa yang berakhir kekerasan mengecam film Innocence of Moslems, di Sydney hari Sabtu.

Unjuk rasa itu berakhir dengan ditangkapnya beberapa peserta dan terlukanya beberapa polisi. Kalangan politisi dan sebagian warga Muslim Australia mengecam kekerasan yang terjadi, sementara polisi dituduh tidak siap dan tidak mengantisipasi akan besarnya pengunjuk rasa yang hadir.

Lensa kamera wartawan juga menangkap beberapa aspek dari unjuk rasa yang dianggap "memprihatinkan".

Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L Sastra Wijaya, salah satunya adalah gambar dimana seorang anak mengangkat poster berjudul Penggal kepala mereka yang menghina Nabi, yang sedang dipotret oleh ibunya.

Menteri Negara Bagian New South Wales, Barry O'Farrell, mengatakan telah meminta Departemen Keluarga dan Jasa Pelayanan Masyarakat, untuk menyelidiki keberadaan keluarga tersebut.

Menteri Imigrasi Australia, Chris Bowen, mengatakan, dia akan mengambil tindakan terhadap para pengunjuk rasa yang bukan warga negara (WN) Australia, setelah adanya penyelidikan polisi.

"Jelas sekali tindakan ini bukan atas nama Islam, dan bukan dilakukan atas nama multibudaya. Ini dilakukan atas tindakan preman," kata Chris Bowen di Canberra.

Chris Bowen mengatakan, dia memiliki kuasa untuk menentukan pemberian visa bagi seorang pelamar. Setelah penyelidikan selesai, dia akan menindaklanjuti mereka yang terlibat dalam unjuk rasa.

Sementara itu Senator dari Partai Liberal, Cory Bernardi, mengatakan, kekerasan di Sydney itu menunjukkan adanya "masalah" dalam kehidupan multi budaya di Australia.

"Apa yang terjadi di Eropa Barat 10 tahun lalu sekarang terjadi di sini," kata Bernardi. "Rasanya naif untuk berpikir bahwa para migran yang datang ini akan bisa berasimilasi seperti yang pernah terjadi sebelumnya."

Halaman:
Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pasar Masih Ramai, Camat Kembangan Mengaku Sulit Ajak Warga untuk Physical Distancing

    Pasar Masih Ramai, Camat Kembangan Mengaku Sulit Ajak Warga untuk Physical Distancing

    Megapolitan
    Satu Mahasiswa IPB yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

    Satu Mahasiswa IPB yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

    Megapolitan
    Pengedar Narkoba Tewas Ditembak Saat Kabur dari Kejaran Polisi

    Pengedar Narkoba Tewas Ditembak Saat Kabur dari Kejaran Polisi

    Megapolitan
    Kemendagri: Waktu Pelantikan Riza Patria Sebagai Wagub DKI Kewenangan Istana

    Kemendagri: Waktu Pelantikan Riza Patria Sebagai Wagub DKI Kewenangan Istana

    Megapolitan
    Batasi Aktivitas Warga, Pemkot Depok Batasi Jam Operasional Toko Swalayan

    Batasi Aktivitas Warga, Pemkot Depok Batasi Jam Operasional Toko Swalayan

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Siapkan Lahan 800 Meter Persegi untuk Makam Jenazah Pasien Covid-19

    Pemkot Bekasi Siapkan Lahan 800 Meter Persegi untuk Makam Jenazah Pasien Covid-19

    Megapolitan
    Pemkot Tangerang Siapkan Rp 98 Miliar untuk Tangani Dampak Covid-19

    Pemkot Tangerang Siapkan Rp 98 Miliar untuk Tangani Dampak Covid-19

    Megapolitan
    Depok Kirim Usulan PSBB ke Ridwan Kamil Malam Ini

    Depok Kirim Usulan PSBB ke Ridwan Kamil Malam Ini

    Megapolitan
    Pemkot Tangsel Bangun Rumah Lawan Covid-19 untuk Tampung ODP Corona

    Pemkot Tangsel Bangun Rumah Lawan Covid-19 untuk Tampung ODP Corona

    Megapolitan
    51 Kasus Positif Covid-19 di Tangerang, Pemkot Bagikan Masker Gratis

    51 Kasus Positif Covid-19 di Tangerang, Pemkot Bagikan Masker Gratis

    Megapolitan
    [UPDATE]: Depok Tambah 6 Pasien Positif Covid-19, 5 Suspect Meninggal

    [UPDATE]: Depok Tambah 6 Pasien Positif Covid-19, 5 Suspect Meninggal

    Megapolitan
    Update Covid-19 di Bekasi: 7 Pasien Positif Corona Meninggal

    Update Covid-19 di Bekasi: 7 Pasien Positif Corona Meninggal

    Megapolitan
    1 Pasien Positif Covid-19 RSPI Sulianti Saroso Sembuh, 1 PDP Meninggal Dunia

    1 Pasien Positif Covid-19 RSPI Sulianti Saroso Sembuh, 1 PDP Meninggal Dunia

    Megapolitan
    Utamakan Pesanan APD, Konveksi Rumahan di Jakarta Pusat Rela Tunda Produksi Pakaian

    Utamakan Pesanan APD, Konveksi Rumahan di Jakarta Pusat Rela Tunda Produksi Pakaian

    Megapolitan
    Ini Daftar Mal di Jakarta yang Tutup karena Pandemi Covid-19

    Ini Daftar Mal di Jakarta yang Tutup karena Pandemi Covid-19

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X