Polda Metro: Aksi FUI di Depan Kedubes AS Anarkis

Kompas.com - 17/09/2012, 18:53 WIB
Penulis Joe Leribun
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa Forum Umat Islam (FUI) di depan Kedubes Amerika Serikat siang ini sudah tergolong anarkis. Beberapa demonstran melemparkan batu ke arah petugas, membawa ketapel dan bom molotov.

"Kalau sudah melakukan provokasi, melempar, bom molotov, melukai petugas dengan lemparan batu, bawa ketapel, dan kelereng itu sudah anarkis," terang Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto yang turut memantau pengamanan aksi unjuk rasa tersebut, Senin (17/9/2012).

Menurutnya, para demonstran memprovokasi petugas dengan melemparkan batu dan menembak kelereng menggunakan ketapel ke arah petugas. Akibatnya, tiga petugas terluka di bagian muka.

"Waktu berhadapan dengan petugas mereka duluan memprovokasi dengan lemparan, sehingga yang pertama jatuh itu petugas kita dengan luka cukup parah di bagian muka dan dilarikan ke Rumah Sakit Gatotsubroto," jelasnya.

Dalam aksi anarkis ini, 4 orang demonstran beserta ketapel diamankan polisi. Rikwanto juga menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah memprediksikan akan ada aksi besar-besaran terkait film Innocent of Muslims yang menuai kontroversi ini. Sebab, aksi yang sama juga telah terjadi di berbagai negara, khususnya negara muslim. Namun sejak awal, ia mengharapkan agar demonstrasi hari ini berlangsung aman.

"Kita memberi izin untuk demonstrasi tetapi kita juga telah mengimbau jangan sampai ada pembonceng yang memprovokator mereka," jelas Rikwanto.

Ia juga menjelaskan, pelaku pembuat film Innocent of Muslims telah ditangkap dan diusut oleh Pemerintah Amerika.

Pantauan Kompas.com, sekitar pukul 17.00 WIB, sesuai dengan izin dari pihak kepolisian, para demonstran mulai menjauhi Kedubes AS. Namun, sebelumnya mereka sempat mendobrak pertahanan polisi dan memaksa untuk berada lebih dekat ke arah gerbang Dubes AS. Sempat terjadi dorong-dorongan antara demonstran dengan petugas. Dalam aksi tersebut, polisi kembali mengamankan seorang demonstran.

"Sesuai izin, mereka hanya melakukan unjuk rasa hingga pukul 17.00 WIB, sehingga paling lambat pukul 18.00 area ini sudah clear," jelas Rikwanto.

Selain Rikwanto, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Untung Suharsono Rajab dan Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya Komisaris Besar Herry Heryawan juga turun ke lokasi.

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Massa Pedemo Bubarkan Diri, Jalan Medan Merdeka Selatan Dibuka

    Massa Pedemo Bubarkan Diri, Jalan Medan Merdeka Selatan Dibuka

    Megapolitan
    Rapat KUPA-PPAS Tetap Dilaksanakan, Semua Peserta Dipastikan Sudah Rapid Test

    Rapat KUPA-PPAS Tetap Dilaksanakan, Semua Peserta Dipastikan Sudah Rapid Test

    Megapolitan
    Arus Balik Libur Panjang di Bandara Soekarno-Hatta Diprediksi Terjadi 1 November

    Arus Balik Libur Panjang di Bandara Soekarno-Hatta Diprediksi Terjadi 1 November

    Megapolitan
    Bawa Korek Kuping Jumbo, Massa Aksi Penolak UU Cipta Kerja: Mungkin Kuping Jokowi Tersumbat

    Bawa Korek Kuping Jumbo, Massa Aksi Penolak UU Cipta Kerja: Mungkin Kuping Jokowi Tersumbat

    Megapolitan
    Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Diminta Tak Abai Mengisi 'Health Alert Card'

    Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Diminta Tak Abai Mengisi "Health Alert Card"

    Megapolitan
    Libur Panjang, Penumpang di Terminal Pulo Gebang Capai 1.805

    Libur Panjang, Penumpang di Terminal Pulo Gebang Capai 1.805

    Megapolitan
    Cerita Pengalaman Nonton Bioskop Pertama Kali Selama Pandemi Covid-19...

    Cerita Pengalaman Nonton Bioskop Pertama Kali Selama Pandemi Covid-19...

    Megapolitan
    Antisipasi Kericuhan, 5.190 Personel Kawal 1.000 Pedemo Tolak Omnibus Law Kawasan Medan Merdeka

    Antisipasi Kericuhan, 5.190 Personel Kawal 1.000 Pedemo Tolak Omnibus Law Kawasan Medan Merdeka

    Megapolitan
    Pemkot Depok Targetkan 3 Tempat Isolasi OTG Covid-19 Dibuka Pekan Depan

    Pemkot Depok Targetkan 3 Tempat Isolasi OTG Covid-19 Dibuka Pekan Depan

    Megapolitan
    Sejak Pandemi Covid-19, Banyak Sampah Medis Hanyut di Sungai Cisadane

    Sejak Pandemi Covid-19, Banyak Sampah Medis Hanyut di Sungai Cisadane

    Megapolitan
    Anggota Marinir Nyaris Dijambret Saat Bersepeda, Polisi Periksa 3 Saksi

    Anggota Marinir Nyaris Dijambret Saat Bersepeda, Polisi Periksa 3 Saksi

    Megapolitan
    Libur Panjang Akhir Oktober, TMII Targetkan 30.000 Pengunjung

    Libur Panjang Akhir Oktober, TMII Targetkan 30.000 Pengunjung

    Megapolitan
    Demo Tolak UU Cipta Kerja, Massa Aksi Bawa Korek Kuping Jumbo untuk Jokowi

    Demo Tolak UU Cipta Kerja, Massa Aksi Bawa Korek Kuping Jumbo untuk Jokowi

    Megapolitan
    Anggota Marinir Nyaris Jadi Korban Begal Saat Bersepeda, Polisi Cek CCTV untuk Buru Pelaku

    Anggota Marinir Nyaris Jadi Korban Begal Saat Bersepeda, Polisi Cek CCTV untuk Buru Pelaku

    Megapolitan
    Tolak UU Cipta Kerja, Pedemo Bawa Korek Kuping Jumbo untuk Jokowi

    Tolak UU Cipta Kerja, Pedemo Bawa Korek Kuping Jumbo untuk Jokowi

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X