Alibi Abdul Rasyid Terkait Admin "Triomacan2000"

Kompas.com - 24/09/2012, 15:17 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf khusus Kementerian Negara Perekonomian Abdul Rasyid melaporkan admin website www.triomacan2000.net ke Polda Metro Jaya, Senin (24/9/2012) siang, atas tuduhan fitnah di media internet. Abdul Rasyid membantah dirinya pernah menjadi admin akun twitter @TrioMacan2000.

Usai membuat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Metro Jaya, Rasyid mengatakan ada tiga hal yang membuat dirinya merasa difitnah dalam sebuah tulisan di website tersebut tanggal 21 September lalu.

Pertama, tuduhan bahwa Rasyid merupakan admin akun twitter @TrioMacan2000. Kedua, soal tuduhan korupsi di Kementerian Koperasi dan ketiga soal tuduhan pemecetan dirinya sebagai Direktur Pengelolaan Pengawasan di Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran. Terkait tuduhan-tuduhan itu, Rasyid pun membeberkan beberapa fakta yang dianggapnya keliru.

"Pertama, saya sama sekali bukan admin akun itu. Saya saja nggak punya jejaring sosial," ujar Rasyid.

Kendati demikian, Rasyid tak memungkiri dirinya kenal dengan Syahganda Nainggolan dan Raden Nuh, dua orang lainnya yang disebut dalam website www.triomacan2000.net sebagai admin akun twitter @TrioMacan2000.

"Saya kenal dengan Syahganda karena sama-sama aktivis di Jakarta dan Bandung. Sedangkan, Raden Nuh kenal karena teman kuliah di Universitas Sumatera Utara (USU)," ujar Rasyid.

Kendati mengenal kedua orang itu, namun Rasyid menyatakan dirinya tak tahu apakah mereka terlibat dengan akun Twitter @TrioMacan2000 atau tidak.

Rasyid juga menyatakan sama sekali tidak pernah terlibat kasus korupsi di Kementerian Koperasi. Menurut kuasa hukum Rasyid, yakni Dedi Kurnia, Rasyid sama sekali tidak pernah bekerja di Kementerian Koperasi.

"Jadi itu bohong," ujar Rasyid.

Selain itu, Rasyid menjelaskan terkait pemecatannya sebagai Direktur Pengelola Kawasan. Menurutnya, dia tidak dipecat melainkan mengundurkan diri karena menerima jabatan baru sebagai Staf ahli Kementerian Perekonomian. Rasyid menjabat sebagai Direktur Pengelola Kawasan dari rentang waktu 2008-2011.

"Saya tidak dipecat, tapi mengundurkan diri," katanya.

Rasyid menungkapkan dirinya merasa difitnah dengan semua informasi yang dicantumkan dalam websiter tersebut. Ia juga meminta agar website itu segera ditutup.

Website www.triomacan2000.net pada Jumat tanggal 21 September 2012 lalu memuat sebuah tulisan yang berjudul "Siapa Triomacan2000? Berikut Admin Operator Sekaligus Misinya". Tulisan itu memaparkan riwayat Syahganda Nainggolan, Abdul Rasyid, dan Raden Nuh yang disebut-sebut sebagai admin akun twitter @TrioMacan2000.

 

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Tersisa 13 Persen

    Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Tersisa 13 Persen

    Megapolitan
    Hari Ini, Tenaga Medis di RSD Wisma Atlet Mulai Divaksinasi Covid-19

    Hari Ini, Tenaga Medis di RSD Wisma Atlet Mulai Divaksinasi Covid-19

    Megapolitan
    Tawuran di Manggarai yang Berulang Kali Terjadi

    Tawuran di Manggarai yang Berulang Kali Terjadi

    Megapolitan
    Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad

    Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad

    Megapolitan
    4.284 Pasien Covid-19 Tersebar di Semua Kecamatan di Depok, Ini Rinciannya

    4.284 Pasien Covid-19 Tersebar di Semua Kecamatan di Depok, Ini Rinciannya

    Megapolitan
    4 Fakta Penangkapan Komplotan Pemalsu Surat Tes Covid-19

    4 Fakta Penangkapan Komplotan Pemalsu Surat Tes Covid-19

    Megapolitan
    Ragam Hukuman 'Nyeleneh' bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

    Ragam Hukuman "Nyeleneh" bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

    Megapolitan
    Update: 34 Jenazah Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Salah Satunya Bayi 11 Bulan

    Update: 34 Jenazah Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Salah Satunya Bayi 11 Bulan

    Megapolitan
    5 Fakta Terbaru Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182, Diperpanjang 3 Hari hingga 34 Korban Teridentifikasi

    5 Fakta Terbaru Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182, Diperpanjang 3 Hari hingga 34 Korban Teridentifikasi

    Megapolitan
    Pengelola Gedung Tidak Kantongi Izin, Resepsi Pernikahan di Koja Dibubarkan

    Pengelola Gedung Tidak Kantongi Izin, Resepsi Pernikahan di Koja Dibubarkan

    Megapolitan
    Update Kondisi Pandemi di Jakarta: Antre di RS Rujukan hingga Prosedur Isolasi Mandiri

    Update Kondisi Pandemi di Jakarta: Antre di RS Rujukan hingga Prosedur Isolasi Mandiri

    Megapolitan
    Kesulitan TPU Jombang Kelola Limbah APD, Tak Diperhatikan Pemkot hingga Dibakar Mandiri

    Kesulitan TPU Jombang Kelola Limbah APD, Tak Diperhatikan Pemkot hingga Dibakar Mandiri

    Megapolitan
    Hingga Akhir Bulan Ini, Ada Uji Emisi Gratis di Kantor Sudin Lingkungan Hidup Jakbar

    Hingga Akhir Bulan Ini, Ada Uji Emisi Gratis di Kantor Sudin Lingkungan Hidup Jakbar

    Megapolitan
    Polisi Diminta Tangkap Pelaku Pengeroyokan Sopir Ojol di Kebayoran Lama

    Polisi Diminta Tangkap Pelaku Pengeroyokan Sopir Ojol di Kebayoran Lama

    Megapolitan
    Dihukum Berdoa di Makam Jenazah Pasien Covid-19, Warga: Mendingan Disuruh Push Up!

    Dihukum Berdoa di Makam Jenazah Pasien Covid-19, Warga: Mendingan Disuruh Push Up!

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X