Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/09/2012, 20:21 WIB
Riana Afifah

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi tawuran pelajar antara SMA Negeri 70 dan SMA Negeri 6 ini yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa menunjukkan peran penyelenggara pendidikan masih harus diperbaiki. Untuk itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta berupaya memanggil Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, mengatakan akan menyampaikan usul pada Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta untuk memanggil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto terkait kekerasan yang kerap terjadi antara kedua sekolah di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

"Saya akan coba usulkan pada Ketua Komisi E untuk memanggil Kepala Dinas Pendidikan karena ini sudah jatuh korban," kata Rio, di Jakarta, Selasa (25/9/2012).

Ia mengatakan bahwa peran penting dipegang oleh orangtua dan para guru di sekolah. Untuk itu, bentuk perhatian dan kontrol yang baik terhadap perilaku anak-anak ini merupakan salah satu langkah untuk mencegah perilaku destruktif semacam ini.

Rio juga berpendapat bahwa pada umumnya remaja, apalagi siswa SMA, merupakan sosok yang tengah mencari jati diri, mencari tempat untuk mengekspresikan diri, dan menunjukkan kemampuannya. Oleh karena itu, perlu ada pengawasan dan bimbingan yang mampu menyentuh mereka.

"Diberi sanksi apa pun tidak akan jera. Sekarang itu, bagaimana mengendalikan ekspresi jati diri yang sangat besar ini, itulah tugas sebenarnya yang harus diemban para guru dan juga orangtua," ujarnya.

Tawuran antar-pelajar di kedua sekolah itu kembali terjadi pada Senin (24/9/2012) siang. Seorang siswa kelas X SMA Negeri 6, Alawy Yusianto Putra (15), harus meregang nyawa setelah terkena sabetan celurit dari siswa SMA Negeri 70. Saat itu, Alawy dan teman-temannya tengah berkumpul seusai sekolah dan mendadak diserang oleh segerombolan siswa SMA Negeri 70 yang membawa senjata tajam.


Berita terkait peristiwa ini dapat diikuti dalam topik "Tawuran SMA 70 dan SMA 6".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Terkini Lainnya

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com