Ini Pemicu Tawuran SMA 6 dan SMA 70 - Kompas.com

Ini Pemicu Tawuran SMA 6 dan SMA 70

Kompas.com - 01/10/2012, 18:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan telah meminta keterangan enam orang siswa SMA Negeri 70 dan empat saksi korban dari SMA Negeri 6 terkait tawuran pada Senin, 24 September 2012, yang menewaskan Alawy Yusianto Putra.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Hermawan menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara ada dua kesimpulan yang diperoleh polisi tentang penyebab tawuran.

"Pertama, mereka mengatakan tawuran itu sudah jadi budaya di sekolah mereka, sudah berlangsung turun-temurun dari senior mereka," terang Hermawan dalam keterangan pers di Mapolres Jaksel Senin (1/10/2012) sore.

Dijelaskan Hermawan, karena siswa menganggap perseteruan itu sudah membudaya, mereka pun seakan sudah menganggap penyerangan terhadap lawannya sebagai hal yang lumrah. Penyerangan yang berakibat fatal pada Alawy, siswa SMAN 6 dianggap sebagai bagian dari pelaksanaan budaya negatif tersebut.

"Yang kedua, mereka punya batas daerah tertentu. Pihak sebelah dilarang memasuki daerah yang lain," ujar Hermawan.

Misalnya, tutur dia, siswa SMA 6 dilarang memasuki Jalan Bulungan, yang menjadi wilayah SMA 70. Demikian pula, Jalan Mahakam adalah teritori SMA 6 dan menjadi wilayah terlarang bagi siswa SMA 70.

Pelanggaran terhadap batas wilayah kekuasaan itu bisa langsung memicu tawuran. Saat kejadian pada Senin pekan lalu, disebutkan ada empat siswa SMA 6 yang melewati batas teritori tersebut dengan melintas masuk Jalan Bulungan.

Melihat kejadian itu, sejumlah siswa SMA 70 pun langsung mengadakan serangan. Kejadian itu kemudian diketahui oleh Fitra Ramadhani alias Doyok alias FR (19) dan rekan-rekannya yang saat itu masih berada di halaman sekolah. Mereka pun langsung menyerbu keluar dan mengambil perlengkapan tawuran yang biasanya disimpan di salah satu selokan.

"Terjadi beberapa kali saling serang, sekitar tiga kali bolak-balik. Pas serangan ketiga itulah FR berhasil masuk cukup jauh dan menyerang korban," kata Hermawan.

Ia mengungkapkan, FR saat ini menghuni ruang tahanan dewasa karena usianya tergolong dewasa. Penerapan undang-undang yang diakan dikenakan pada FR pun tidak mengalami perubahan.

"Pasal 338 KUHP (pembunuhan) yang utama," kata Hermawan.

Berita terkait tawuran pelajar di Jakarta dapat diikuti di topik: Tawuran Berdarah.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorAna Shofiana Syatiri
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Menteri Agama: Seharusnya Pak Amien Rais Menjelaskan, Apa yang Dimaksud 'Politik'?

    Menteri Agama: Seharusnya Pak Amien Rais Menjelaskan, Apa yang Dimaksud "Politik"?

    Nasional
    Gempa Bermagnitudo 5,8 Guncang Bali, Tak Berpotensi Tsunami

    Gempa Bermagnitudo 5,8 Guncang Bali, Tak Berpotensi Tsunami

    Regional
    Ikuti Korsel, Korut Hentikan Siaran Propaganda di Perbatasan

    Ikuti Korsel, Korut Hentikan Siaran Propaganda di Perbatasan

    Internasional
    Truk Hantam Angkutan Desa Berpenumpang Siswa SMK, 7 Terluka Parah

    Truk Hantam Angkutan Desa Berpenumpang Siswa SMK, 7 Terluka Parah

    Regional
    Kasus E-KTP, KPK Periksa Ketua Harian DPD Partai Golkar Jateng

    Kasus E-KTP, KPK Periksa Ketua Harian DPD Partai Golkar Jateng

    Nasional
    Ombudsman: Serbuan TKA karena Kewajiban Berbahasa Indonesia Dihapus

    Ombudsman: Serbuan TKA karena Kewajiban Berbahasa Indonesia Dihapus

    Nasional
    Hakim Nilai Tak Ada Alasan Hapus Hukuman Mati untuk Penyelundup 1 Ton Sabu

    Hakim Nilai Tak Ada Alasan Hapus Hukuman Mati untuk Penyelundup 1 Ton Sabu

    Megapolitan
    Amien Rais Sebut PAN Belum Pertimbangkan Usung Gatot Nurmantyo sebagai Capres

    Amien Rais Sebut PAN Belum Pertimbangkan Usung Gatot Nurmantyo sebagai Capres

    Nasional
    Polisi Gerebek 6 Pengedar Sabu di Kampung Ambon

    Polisi Gerebek 6 Pengedar Sabu di Kampung Ambon

    Megapolitan
    Sandiaga Sebut Pedagang Pasar Blok G Akan Direloksi ke Parkiran Blok G

    Sandiaga Sebut Pedagang Pasar Blok G Akan Direloksi ke Parkiran Blok G

    Megapolitan
    Hujan Guyur Aceh Timur, Api di Sumur Minyak Mulai Padam

    Hujan Guyur Aceh Timur, Api di Sumur Minyak Mulai Padam

    Regional
    Macron: Mungkin, Trump Tidak Akan Lanjutkan Kesepakatan Nuklir Iran

    Macron: Mungkin, Trump Tidak Akan Lanjutkan Kesepakatan Nuklir Iran

    Internasional
    Istri Munir dan Pegiat HAM Kembali Kirim Surat Terbuka untuk Jokowi

    Istri Munir dan Pegiat HAM Kembali Kirim Surat Terbuka untuk Jokowi

    Nasional
    Investigasi Ombudsman Temukan Banyak TKA jadi Buruh Kasar hingga Sopir

    Investigasi Ombudsman Temukan Banyak TKA jadi Buruh Kasar hingga Sopir

    Nasional
    Tanggapi Amien Rais, Mendagri Nilai Ceramah Agama Seharusnya Tak Disisipi Isu Politik

    Tanggapi Amien Rais, Mendagri Nilai Ceramah Agama Seharusnya Tak Disisipi Isu Politik

    Nasional

    Close Ads X