Kenaikan Upah Buruh Tergantung Survei Akhir

Kompas.com - 03/10/2012, 17:14 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi DKI Jakarta belum bisa menentukan upah minimum buruh di wilayah DKI Jakarta. Upah tersebut baru bisa ditentukan setelah survei akhir yang akan dilaksanakan pada November 2012.

"Upah yang dibahas untuk 2011 sudah melakukan survei sebanyak 8 kali. Upah buruh yang awalnya Rp 1.529.140, setelah melakukan survei, naik menjadi Rp 1.844.000," kata Sekretaris Dewan Pengupahan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Propinsi DKI Jakarta, Dwi Untoro, Rabu (3/10/2012) di Jakarta.

Dwi menambahkan, upah tersebut belum final karena masih akan dilakukan survei akhir pada bulan depan. Survei tersebut bukan dilaksanakan oleh Disnakertrans, melainkan oleh perusahaan, pekerja, dan pemerintah.

Ia mengatakan, upah di DKI Jakarta akan meningkat setelah pelaksanaan survei, tetapi sulit menembus angka Rp 2 juta untuk upah minimum buruh. Peningkatan tersebut masih di bawah tuntutan buruh yang meminta kenaikan upah menjadi Rp 2,5 juta. Selain itu, kata Dwi, Disnakertrans akan melakukan perlindungan jaminan sosial agar semakin baik di wilayah Jakarta. Kebijakan yang akan ditetapkan akan berpihak kepada buruh. "Kita enggak ada niat untuk menelantarkan buruh," katanya.

Dwi menyatakan, penentuan upah buruh masih melalui proses pemantauan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) buruh, sehingga penetapan kenaikan pun belum bisa ditentukan. Disnakertrans masih menunggu hasil survei akhir yang akan dilaksanakan kembali.

Aksi unjuk rasa para buruh tersebut awalnya dilakukan di depan Gedung DPRD Propinsi DKI Jakarta. Di sana demonstran diterima oleh anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan. Perwakilan DPRD menampung aspirasi buruh untuk mengupayakan kenaikan upah. Setelah berorasi di depan kantor DPRD, buruh melakukan long march ke kantor Disnakertrans DKI Jakarta untuk menuntut kenaikan upah minimum buruh.

Berita terkait dapat diikuti di topik DEMO BURUH TOLAK OUTSOURCING.

Baca tentang
    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

    1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

    Megapolitan
    Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

    Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

    Megapolitan
    PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

    PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

    Megapolitan
    Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

    Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

    Megapolitan
    Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

    Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

    Megapolitan
    Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

    Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

    Megapolitan
    Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

    Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

    Megapolitan
    Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

    Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

    Megapolitan
    Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

    Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

    Megapolitan
    Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

    Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

    Megapolitan
    UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

    UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

    Megapolitan
    Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

    Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

    Megapolitan
    61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

    61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

    Megapolitan
    Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

    Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

    Megapolitan
    Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

    Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X