Pulangnya Fotografer Perfeksionis

Kompas.com - 15/10/2012, 06:27 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

oleh Fitrisia Martisasi

Ada janji yang diucapkan Julian Sihombing dalam perjumpaan terakhir kami, Minggu sore tanggal 30 September lalu. Ia tak akan menyerah, tetapi berserah diri kepada Yang Kuasa. Ia akan mengetuk pintu-Nya dan menyapa-Nya.

Tepat dua pekan setelah itu, Minggu (14/10/2012) dini hari, sekitar pukul 01.00, kabar duka itu datang. Fotografer senior Kompas itu telah mengembuskan napas terakhir pada usia 53 tahun, berpulang kepada Yang Maha Memiliki. Julian menepati janjinya: mengetuk pintu-Nya dan menyapa-Nya.

Di ruang perawatan intensif (ICU) National University Hospital, Singapura, dini hari itu istri dan kedua anaknya—Suri Dewanti (52), Rian Namora (19), Luna Nauli (14)—serta keluarga besarnya mengantarkan kepergian Julian. Proses panjang sekitar satu tahun untuk mengalahkan kanker kelenjar getah bening berakhir sudah. Perjalanan ini membutuhkan ketabahan luar biasa, baik bagi Julian maupun keluarganya, karena ia harus melewati dua tahap kemoterapi dan penanaman sel punca (stem cell).

”Gue capek
,” kata Julian pada Sabtu, 29 September, lalu saat ia menjalani kemoterapi menjelang transplantasi sel, Kamis, 4 Oktober.

Berbeda dengan pertemuan- pertemuan sebelumnya, di mana ia selalu menyatakan ”akan selalu semangat”, kali ini pria kelahiran Jakarta, 15 Januari 1959, itu mengangkat bahu saat menjawab pertanyaan ”apakah ia masih memiliki energi?”

Gue hanya menjalani proses ini. Selama masih ada peluang, kenapa tidak,” ujarnya sambil tersenyum tipis.

Seusai kemoterapi sesi siang hari, seluruh tubuhnya teramat pucat. Ia mengaku agak kedinginan, menarik selimut putih tebal hingga ke leher dan tertidur. Wajahnya tampak seputih selimut yang menutupinya.

Tak menyerah
Julian memang bukan tipe orang yang mudah menyerah. Sejak awal divonis menderita kanker kelenjar getah bening non-Hodgkin jenis yang ganas, ia menyatakan akan terus berjuang. Alasan paling kuat, ini semua demi keluarganya.

”Begitu terbayang wajah Suri, Ryan, dan Luna, gue gak tahan, lalu mendorong diri, harus sembuh, harus sembuh, harus sembuh,” ujar Julian, yang pernah mengenyam pendidikan di Jurusan Komunikasi Massa FISIP Universitas Indonesia, SMA Negeri 6, SMA Negeri 3, SMP Negeri 1, dan SD Regina Pacis, semuanya di Jakarta.

Itu juga gaya Julian dalam bekerja. Menuntaskan pekerjaan semaksimal mungkin. Tak ada kata setengah-setengah. Bisa disebut, almarhum adalah fotografer yang perfeksionis. Dari tangannya telah lahir antologi foto jurnalistik Kompas berjudul Mata Hati, selain kumpulan karyanya sendiri, Split Second, Split Moment.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Baru Revitalisasi Monas: Diminta Dihentikan karena Tak Berizin hingga Pohon Menghilang

Fakta Baru Revitalisasi Monas: Diminta Dihentikan karena Tak Berizin hingga Pohon Menghilang

Megapolitan
5 Fakta Ledakan karena Kebocoran Gas Melon di Bekasi

5 Fakta Ledakan karena Kebocoran Gas Melon di Bekasi

Megapolitan
205 Pohon di Monas yang Akan Dipindahkan Menghilang, Ada Di Mana?

205 Pohon di Monas yang Akan Dipindahkan Menghilang, Ada Di Mana?

Megapolitan
Duduk Perkara Pernyataan Menteri Yasonna hingga Didemo Warga Tanjung Priok

Duduk Perkara Pernyataan Menteri Yasonna hingga Didemo Warga Tanjung Priok

Megapolitan
Kelenteng Boen Tek Bio, Simbol Toleransi di Tengah Pasar Lama Kota Tangerang

Kelenteng Boen Tek Bio, Simbol Toleransi di Tengah Pasar Lama Kota Tangerang

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Yasonna Vs Warga Tanjung Priok | Aksi Heroik Sopir Truk Kejar Perampok

[POPULER JABODETABEK] Yasonna Vs Warga Tanjung Priok | Aksi Heroik Sopir Truk Kejar Perampok

Megapolitan
BMKG: Mayoritas Jabodetabek Hujan Kamis Siang

BMKG: Mayoritas Jabodetabek Hujan Kamis Siang

Megapolitan
Kemacetan di Depan Stasiun Poris Kota Tangerang Bikin Pengendara Emosi

Kemacetan di Depan Stasiun Poris Kota Tangerang Bikin Pengendara Emosi

Megapolitan
Terjebak Macet Saat Kabur, Jambret di Depok Ditangkap Polisi

Terjebak Macet Saat Kabur, Jambret di Depok Ditangkap Polisi

Megapolitan
Diimingi Peran Figuran, Seorang Remaja Jadi Korban Pencabulan Agensi Gadungan

Diimingi Peran Figuran, Seorang Remaja Jadi Korban Pencabulan Agensi Gadungan

Megapolitan
Petugas Sudinhub Jaksel Tolong Ibu Hamil Muda dengan Mobil Derek

Petugas Sudinhub Jaksel Tolong Ibu Hamil Muda dengan Mobil Derek

Megapolitan
Ladang Ganja 5 Hektar di Mandailing Natal Ditemukan, Polisi Sempat Jatuh ke Jurang

Ladang Ganja 5 Hektar di Mandailing Natal Ditemukan, Polisi Sempat Jatuh ke Jurang

Megapolitan
Pengelola Belum Tahu Nasib Taman Rusa dalam Revitalisasi Monas

Pengelola Belum Tahu Nasib Taman Rusa dalam Revitalisasi Monas

Megapolitan
Pemkot Tangsel Berkeberatan dengan Wacana Pencabutan Subsidi Gas 3 Kg

Pemkot Tangsel Berkeberatan dengan Wacana Pencabutan Subsidi Gas 3 Kg

Megapolitan
Wakil Wali Kota Tangsel Harap Gaji Pegawai Honorer yang Jadi PPPK Ditanggung APBN

Wakil Wali Kota Tangsel Harap Gaji Pegawai Honorer yang Jadi PPPK Ditanggung APBN

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X