Bank Kalsel: Kasus Penggelapan Itu Tidak Ada - Kompas.com

Bank Kalsel: Kasus Penggelapan Itu Tidak Ada

Kompas.com - 17/10/2012, 20:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel menegaskan, tidak ada kasus penggelapan yang melibatkan direksinya. Juga tidak ada karyawannya yang bernama Yudi Setiawan atau Wisnu Agung. Apalagi di jajaran direksi.

"Atas berita di Kompas.com, kami sudah menelusuri ke cabang-cabang dan tidak menemukan karyawan bernama Yudi Setiawan. Di jajaran direksi apalagi," kata Corporate Secretary Bank Kalsel Tantri Verawaty yang menghubungi Kompas.com melalui telepon seluler, Rabu (17/10/2012) sore tadi.

Tantri menambahkan, nama Yudi Setiawan itu bahkan tidak tercatat sebagai nasabah atau debitur Bank Kalsel.

Pernyataan Tantri itu disampaikan untuk mengklarifikasi dua berita di Kompas.com yang dimuat pada hari Minggu (14/10/2012) yang berjudul: Wisnu Agung Tidak Terkait Kasus Bank Kalsel dan Wisnu Asisten Staf Khusus Presiden, Negatif Narkoba.

Penegasan yang sama disampaikan Pemimpin PT Bank Kalsel Divisi Perencanan dan Strategi M Fauzan Noor melalui surat elektronik yang dikirim ke Kompas.com.

Bank di Kalsel

Di Jakarta, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menyatakan, pihaknya tetap menangani kasus kepemilikan sabu dan senjata api ilegal dengan tersangka Yudi Setiawan. Proses pemeriksaannya belum selesai, karena tersangka masih menjalani pemeriksaan di Polda Kalimantan Selatan.

"Untuk kasus narkoba dan senjata apinya tetap di Polda Metro, karena tempat kejadian perkaranya di Jakarta. Namun sekarang proses penyidikanya belum selesai, menunggu proses penyidikan di Polda Kalsel dahulu. Sebab, kasus utamanya adalah dugaan korupsi yang ditangani Polda Kalsel, " kata Rikwanto.

Ketika dikonfirmasi mengenai klarifikasi dari Bank Kalsel, Rikwanto membenarkan bahwa Yudi Setiawan adalah direktur bank lain di Kalsel. Bukan direksi Bank Kalsel.

"Dia direktur yang diduga korupsi di bank tempatnya bekerja yang di Kalsel," katanya.


EditorMarcus Suprihadi
Komentar

Terkini Lainnya

Bantah Ada Intimidasi, Polisi Tuding Bos First Travel Berbohong

Bantah Ada Intimidasi, Polisi Tuding Bos First Travel Berbohong

Nasional
Rhoma Irama Sebut Sudirman Said Penuhi Kriteria Pemimpin Muslim

Rhoma Irama Sebut Sudirman Said Penuhi Kriteria Pemimpin Muslim

Regional
Kelompok Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi, Dua di Antaranya Pelajar dan Mahasiswa

Kelompok Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi, Dua di Antaranya Pelajar dan Mahasiswa

Regional
Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

Nasional
Saat Perwakilan Ojek Online Se-Indonesia Mengadu ke DPR

Saat Perwakilan Ojek Online Se-Indonesia Mengadu ke DPR

Megapolitan
Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

Nasional
Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

Nasional
Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

Internasional
Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

Regional
Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

Internasional
Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

Nasional
Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

Nasional
Cerita Gatot Nurmantyo Duduk Bersebelahan dengan Prabowo di HUT Kopassus

Cerita Gatot Nurmantyo Duduk Bersebelahan dengan Prabowo di HUT Kopassus

Nasional
Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

Regional
Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

Nasional

Close Ads X