Promotor Malaysia Bermasalah, Tur Sepultura di Sini Ditunda Lagi

Kompas.com - 22/10/2012, 15:14 WIB
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Kesabaran untuk bisa segera menikmati musik metal dari Sepultura rupanya harus dipertebal lagi oleh para penggemar band itu Indonesia. Sonic Horizon, promotor rekanan dari Indonesia, mengumumkan penundaan lagi Sepultura Asian Relentless Tour di lima kota Indonesia, yang sudah diundur dari Januari ke April 2012.

Dalam siaran pers yang dikirim pada Senin (22/10/2012), pihak Sonic Horizon, dalam hal ini pemimpinnya, Ezra Simanjuntak, mengaku bahwa sebenarnya ia dan timnya sudah melakukan berbagai persiapan untuk mengadakan tur tersebut sesuai jadwal. Namun, setelah keluar pengumuman dari manajemen Sepultura, promotor utama tur itu, Netzah Production, yang berkantor di Kualalumpur, Malaysia, meminta Sonic Horizon menunda lagi beberapa kegiatan menjelang tur itu, khususnya mengumumkan harga biasa dan pre-sale tiket tur tersebut.

"Bahwa terhitung sejak Sepultura mengumumkan kelanjutan tur ini di website resmi mereka pada tanggal 21 Agustus lalu (satu hari setelah Idul Fitri 1433 Hijriah), pihak kami, Sonic Horizon, maupun promotor Netzah Production dari Kuala Lumpur, Malaysia, yang menunjuk kami untuk melaksanakan tur ini di Indonesia, belum juga mengumumkan harga tiket maupun memulai pre-sale, aktivasi promosi, dan lain-lain," papar Ezra.

Awalnya, Sonic Horizon tak menyadari bahwa permintaan untuk menunda beberapa kegiatan itu berkait dengan masalah internal antara pihak Netzah Production dengan manajemen Sepultura. "Soalnya, pada 14 September 2012 lalu mereka telah memulai pre-sale pertama di Malaysia. Bahkan, teman kami senior di Scene Metal asal Kuala Lumpur yang membantu promotor di sana juga tidak menyadari ada masalah," terang Ezra.

Lanjut Ezra, setelah ada beberapa peringatan secara langsung maupun melalui e-mail, akhirnya pada 17 September 2012 pihak Netzah Production mengakui bahwa ada masalah yang tak bisa mereka atasi. Sonic Horizon di Indonesia mau tak mau terkena dampaknya. "Kami coba berdiskusi dengan manajer Sepultura yang kaget ketika dikabarkan bahwa kami di Indonesia tidak tahu menahu adanya isu antara mereka dengan pihak promotor. Beliau bahkan sudah mau membatalkan seluruh tur itu di Indonesia," keluh Ezra.

Untuk menghindari kemungkinan terburuk, Ezra langsung mencoba membujuk manajemen Sepultura. "Kami menjelaskan bahwa Sonic Horizon tidak tahu menahu tentang masalah tersebut dan tidak pernah punya masalah pula dengan Sepultura. Kami punya tanggung jawab moral kepada fans metal dan fans Sepultura di seluruh Indonesia. Belum lagi, kerugian ratusan juta (rupiah) akibat penundaan pada bulan Januari lalu, yang juga disebabkan musibah yang menimpa promotor (Netzah Production), bukan masalah dari pihak kami di Indonesia," paparnya lagi.

Pada 24 September 2012 manajemen Sepultura akhirnya setuju untuk tidak membatalkan tur tersebut di Indonesia. Yang mengejutkan, mereka meminta Ezra untuk menegosiasi pihak Netzah Production agar secara tertulis mau melepas kontrak mereka dengan Sepultura. "Pihak Netzah Production setuju melakukan hal ini pada akhir September dan memohon maaf kepada pihak Sepultura atas kesalahan mereka," sambung Ezra.

Dengan waktu yang sudah begitu sempit, secara terus terang Ezra bersama timnya mengaku tidak memiliki dana yang kuat untuk menjalankan tur itu tanpa dukungan dana dari Netzah Production. "Upaya mencari pendana baru tidak berhasil. Bukan karena tidak ada yang mau, tapi karena waktunya dianggap terlalu mepet. Agar tidak batal atau ditunda lagi, kami melakukan serangkaian manuver untuk menyelamatkan tur ini," katanya.

Manajemen Sepultura juga pada waktu bersamaan melakukan langkah-langkah tertentu yang bisa memudahkan upaya Sonic Horizon ini. "Syukur, saat dalam posisi yang serba salah dan tidak enak ini, ada beberapa teman promotor terpercaya di Indonesia yang kami minta untuk membantu, ternyata bersedia dan melakukan upaya darurat agar bisa diambil alih," katanya lagi. "Saat ini untuk menghormati mereka dan semua persiapan yang harus dilakukan, kami belum bisa mengumumkan siapa saja pihak-pihak promotor tersebut," imbuhnya.

Kabar baik lainnya, beberapa kota dipastikan oleh Ezra sudah siap menerima hentakan musik Sepultura. "Kami hanya bisa menyampaikan bahwa kota-kota yang sudah bisa dikonfirmasi menurut masing-masing pihak ini adalah Jakarta, Makassar, dan Kutai Tenggarong. Sementara Surabaya, dan Bali masih menunggu kabar karena ada promotor besar yang tertarik," terangnya pula.

Sementara itu, Medan, dengan berat hati, terpaksa dilepas. "Saya cukup terpukul dengan kejadian ini, apalagi buat kota-kota yang terpaksa dilepas. Tapi, khususnya sebagai anak Medan, saya memang bermimpi untuk bisa menghadirkan Sepultura di Medan dan Medan malah jadi kota pertama yang enggak bisa saya selamatkan. Kami sudah cukup capek bekerja dan rugi secara lahir batin akibat masalah ini. Bagaimana pun ini tanggung jawab saya," ujarnya.

Untuk selanjutnya, waktu, tempat, dan harga tiket Sepultura Asian Relentless Tour di Indonesia akan segera disampaikan oleh promotor yang baru di kesempatan lain. "Tanggal, venue, harga-harga tiket dan hal-hal yang berhubungan dengan berlangsungnya tur dengan perubahan-perubahan ini akan diumumkan sendiri oleh para promotor yang terlibat. Namun, masih dalam waktu yang diperuntukkan Sepultura untuk tur ini, yaitu 3 sampai 11 November (2012). Insya Allah. Terima kasih," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Finalis SUCI 5: Improve Comedy Bagus Buat Kembangin Komika

Finalis SUCI 5: Improve Comedy Bagus Buat Kembangin Komika

Off Stage
Mantan Personel Berkisah tentang Bubarnya Nu Dimension

Mantan Personel Berkisah tentang Bubarnya Nu Dimension

Off Stage
Krisdayanti Siapkan Fisik dan Mental demi Traya

Krisdayanti Siapkan Fisik dan Mental demi Traya

Off Stage
Krisdayanti: Jangan Hanya Rekaman Saja

Krisdayanti: Jangan Hanya Rekaman Saja

Off Stage
Maroon5 Umumkan Jadwal Tampil Lagi di Jakarta

Maroon5 Umumkan Jadwal Tampil Lagi di Jakarta

Off Stage
Untuk 'Traya', KD Punya Pengganti Mantan Suami

Untuk "Traya", KD Punya Pengganti Mantan Suami

Off Stage
Krisdayanti: Seperti Mau Melahirkan

Krisdayanti: Seperti Mau Melahirkan

Off Stage
Jay Subiyakto: Konser Krisdayanti Harus Berbeda

Jay Subiyakto: Konser Krisdayanti Harus Berbeda

Off Stage
3 Rekomendasi Hotel Terjangkau Paling “Roar” Dekat Lokasi Konser Katy Perry!

3 Rekomendasi Hotel Terjangkau Paling “Roar” Dekat Lokasi Konser Katy Perry!

Advertorial
Ray 'Nineball' Akan Pensiun Bermusik jika...

Ray "Nineball" Akan Pensiun Bermusik jika...

Off Stage
'Special Buat Kamu', Pameran Karya Seni Penggemar Shaggydog

"Special Buat Kamu", Pameran Karya Seni Penggemar Shaggydog

Off Stage
Karakter Bernyanyi Anna 'Utopia' Dinilai Kuat

Karakter Bernyanyi Anna "Utopia" Dinilai Kuat

Off Stage
Pemenang Kontes Bernyanyi Belum Tentu Cemerlang Kariernya

Pemenang Kontes Bernyanyi Belum Tentu Cemerlang Kariernya

Off Stage
Trie Utami: Industri Musik Butuh Kualitas, Bukan Sensasi

Trie Utami: Industri Musik Butuh Kualitas, Bukan Sensasi

Off Stage
Raisa: Esensi Cantik Itu 'Happiness'

Raisa: Esensi Cantik Itu "Happiness"

Off Stage
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.