Pedagang Airsoft Gun Terkait Penembakan Halte Busway

Kompas.com - 22/10/2012, 17:23 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua orang diringkus petugas Satresmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya di depan Apartemen Gading Permai, Jakarta Utara, Selasa (16/10/12) silam. D alias J dan AG tertangkap terkait dengan penjualan airsoft gun tanpa izin dari Polri.

Menurut Kasat Resmob Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Herry Heryawan, penangkapan ini merupakan pengembangan kasus penembakan sejumlah halte busway dan kasus pencurian dengan kekerasan dengan menggunakan senjata api.

"Setelah ditelusuri, didapatkan informasi bahwa senjata yang digunakan dibeli dari kedua tersangka," jelas Herry di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/10/12).

Kedua pelaku ini menjual airsoft gun tersebut secara online di situs jejaring sosial dan forum jual beli online.

"Harganya variatif mulai dari 4-6 juta rupiah, kalau disertai surat izin bodong bisa lebih mahal lagi. Semuanya dijual untuk umum," ujar Herry menambahkan.

Ditambahkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Toni Hermanto, airsoft gun ini memiliki kemiripan dengan senjata asli.

"Skalanya 1:1, jadi sekilas tidak bisa dibedakan dengan aslinya," jelas Toni.

Dari penangkapan ini, kepolisian berhasil menyita 180 pucuk senjata airsoft gun berbagai jenis lengkap dengan magazine dan peluru gotri. Kedua tersangka pun bukan baru kali ini menjalankan usaha penjualan ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Menurut pengakuan tersangka, mereka sudah berjualan selama kurang lebih satu tahun, dengan profit kurang lebih 500 juta rupiah. Hanya saja, mereka sudah lupa berapa pucuk yang sudah berhasil terjual saking banyaknya," ungkap Herry.

Menurut pengakuan kedua tersangka senjata-senjata tersebut diimpor dari RRC.

"Karenanya kasus ini akan terus dikembangkan sampai importirnya berhasil diketahui," tandasnya.

Atas perbuatan menjual airsoft gun tanpa izin ini, D dan AG terancam dijerat pidana UU Darurat No 12 Tahun 1951 mengenai Kepemilikan Senjata.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.