Pemasukan Uang Sewa Melonjak

Kompas.com - 23/10/2012, 03:30 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS - Pemasukan uang sewa dari penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa Marunda, Jakarta Utara, kini, meningkat dua kali lipat pasca-pelayangan surat peringatan pekan lalu.

Pengelola melayangkan peringatan kepada para penunggak dua jam setelah Gubernur DKI Joko Widodo berkunjung ke Rusun Marunda, Kamis pekan lalu.

Asri Hidayah (29), tenaga administrasi dari Unit Pengelola Teknis Rumah Susun Marunda, Senin (22/10), menyebutkan, pendapatan uang sewa rusun mencapai Rp 10 juta, Jumat pekan lalu, sehari setelah surat peringatan dilayangkan kepada para penunggak.

Angka itu 2-4 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan angka biasanya yang hanya berkisar Rp 2,5 juta-Rp 5 juta per hari.

Sebanyak 410 penghuni menunggak pembayaran 1-3 tahun sejak rusun beroperasi tahun 2007/2008. Ketidaktegasan petugas dan sikap acuh sebagian penghuni membuat tunggakan menumpuk hingga mencapai Rp 2,3 miliar.

Sebanyak 500 dari 700 penghuni Rusunawa Marunda adalah korban penggusuran dari kolong jembatan atau tol, bantaran sungai, dan korban kebakaran. Sisanya, penghuni umum yang memenuhi kriteria, antara lain berkartu penduduk DKI Jakarta, belum memiliki rumah, dan berpenghasilan kurang dari Rp 2,5 juta per bulan.

Pemerintah daerah menetapkan tarif sewa Rp 128.000- Rp 159.000 per bulan sesuai dengan lantai tiap-tiap unit untuk rusun subsidi. Sementara penghuni umum dikenai tarif Rp 304.000-Rp 371.000 per bulan.

Penghuni tak mampu

Namun, sejumlah penghuni dari kalangan tidak mampu tetap berharap ada keringanan pembayaran tunggakan. Uminah (42), penghuni Blok Hiu 505, mengatakan, dengan penghasilan Rp 400.000 per bulan, dirinya kesulitan membayar tunggakan selama 29 bulan sebesar Rp 3,85 juta.

”Suami sudah lama tak kerja karena lumpuh, sementara anak masih butuh biaya untuk sekolah. Jika bisa, saya minta keringanan,” ujarnya.

Yahya (50), penghuni Blok Hiu, berharap dibebaskan dari kewajiban membayar tunggakan. Itu disebabkan, selain tidak bekerja lagi, hampir semua hartanya habis untuk mengobati sejumlah penyakitnya, antara lain stroke, diabetes, dan luka bakar.

Kepala Unit Pengelola Teknis Rusun Wilayah Jakarta Utara Kusnindar menambahkan, pihaknya akan menertibkan penghuni sesuai dengan aturan. Penunggakan bayar sewa tidak akan dibiarkan lagi demi perbaikan pengelolaan rusun. (MKN)



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Perampok Bercelurit di Bekasi Ditangkap, Dua Pelaku Masih di Bawah Umur

Tiga Perampok Bercelurit di Bekasi Ditangkap, Dua Pelaku Masih di Bawah Umur

Megapolitan
DPRD DKI Sudah Harus Pikirkan Posisi Jakarta manakala Ibu Kota Pindah

DPRD DKI Sudah Harus Pikirkan Posisi Jakarta manakala Ibu Kota Pindah

Megapolitan
Melayani Pasien Kurang Mampu, Ini Syarat untuk Menginap di Rumah Singgah Peduli

Melayani Pasien Kurang Mampu, Ini Syarat untuk Menginap di Rumah Singgah Peduli

Megapolitan
Gelapkan 62 Mobil Seorang Diri, Djeni Raup Rp 2,5 Miliar

Gelapkan 62 Mobil Seorang Diri, Djeni Raup Rp 2,5 Miliar

Megapolitan
Nila F Moeloek: Sebelum ke Pandeglang, Wiranto ke Wamena Masih Aman

Nila F Moeloek: Sebelum ke Pandeglang, Wiranto ke Wamena Masih Aman

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Djeni Penggelap 62 Mobil Rental, Licin hingga Harus Dijebak

Kronologi Penangkapan Djeni Penggelap 62 Mobil Rental, Licin hingga Harus Dijebak

Megapolitan
Kembali Jabat Wakil Ketua DPRD DKI, Taufik Janji Selesaikan Lebih Banyak Perda

Kembali Jabat Wakil Ketua DPRD DKI, Taufik Janji Selesaikan Lebih Banyak Perda

Megapolitan
Polisi Sudah Kembalikan Beberapa Mobil yang Digelapkan Djeni

Polisi Sudah Kembalikan Beberapa Mobil yang Digelapkan Djeni

Megapolitan
Napi Remaja Kasus Pembunuhan Dapat Izin Keluar Lapas untuk Daftar Kuliah

Napi Remaja Kasus Pembunuhan Dapat Izin Keluar Lapas untuk Daftar Kuliah

Megapolitan
Dijenguk Arief Yahya, Wiranto Bahas Pariwisata Indonesia

Dijenguk Arief Yahya, Wiranto Bahas Pariwisata Indonesia

Megapolitan
Dijenguk Arief Yahya, Wiranto Tanya Kapan Susunan Kabinet Diumumkan

Dijenguk Arief Yahya, Wiranto Tanya Kapan Susunan Kabinet Diumumkan

Megapolitan
Dulu Sering Mogok dan Terbakar, Kini Bus Zhong Tong Harus Penuhi Standar Transjakarta untuk Beroperasi

Dulu Sering Mogok dan Terbakar, Kini Bus Zhong Tong Harus Penuhi Standar Transjakarta untuk Beroperasi

Megapolitan
Wakil Ketua DPRD dari Gerindra Sebut Dokumen Anggaran Diunggah ke Publik Setelah Matang Dibahas

Wakil Ketua DPRD dari Gerindra Sebut Dokumen Anggaran Diunggah ke Publik Setelah Matang Dibahas

Megapolitan
Marak Kecelakaan Truk dengan Pengendara Motor, Pemkot Tangsel Bakal Kaji Ulang Perwal

Marak Kecelakaan Truk dengan Pengendara Motor, Pemkot Tangsel Bakal Kaji Ulang Perwal

Megapolitan
Transjakarta Kembali Operasikan Merek Zhong Tong, Bus Asal China yang Pernah Disorot Ahok

Transjakarta Kembali Operasikan Merek Zhong Tong, Bus Asal China yang Pernah Disorot Ahok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X