Insiden di Jayabaya Picu Bentrok di Cawang

Kompas.com - 23/10/2012, 08:42 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua kelompok mahasiswa terlibat bentrokan di Jalan Dewi Sartika dan berlanjut di Jalan Harapan, Cawang, Jakarta Timur, Selasa dini hari. Bentrokan itu diduga dipicu oleh insiden sebelumnya yang mewarnai dua kelompok mahasiswa tersebut di Universitas Jayabaya, Pulomas, Jakarta Timur.

Emi (52), salah seorang penjaga warung di jalan tempat kedua mahasiswa bentrok, menuturkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.20 WIB. Dua kelompok mahasiswa yang terlibat bentrokan adalah mahasiswa yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan, dengan kelompok mahasiswa dari Universitas Trisakti.

"Mahasiswa Makassar dikejar di sepanjang jalan ini. Sempat juga lempar-lemparan botol sama batu. Ada kali, sepuluh menitan itu kayak begitu," ujar Emi kepada Kompas.com beberapa saat usai bentrokan, Selasa (23/10/2012).

Karena kelompok mahasiswa asal Makassar itu kalah jumlah, mereka pun terpaksa masuk ke dalam Wisma Departemen Sosial, Jalan Harapan, samping Rumah Sakit Budi Asih, wisma yang disewa para mahasiswa untuk menginap selama mengadakan acara rekonsiliasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara di Jakarta.

Beberapa mahasiswa asal Makassar, kata Emi, panik sehingga memanjat pagar wisma setinggi tiga meter dan jatuh ke aspal hingga mengalami keseleo di pergelangan kakinya. Oleh temannya yang lain, beberapa mahasiswa tersebut pun langsung dipapah menuju ke dalam wisma.

"Dengar ribut-ribut, warga sini sempat datang ke depan wisma untuk melerai keributan. Nggak berapa lama baru datang polisi sampai ramai begini kayak sekarang," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun petugas Reserse Kriminal Polres Jakarta Timur, insiden tersebut adalah buntut dari aksi pengeroyokan terhadap dua mahasiswa Trisakti di Universitas Jayabaya, Senin sore. Empat orang mahasiswa, yaitu Mayor, Sandi, Gultom dan Frederick mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya.

Pengeroyokan itu terjadi dalam sebuah acara mahasiswa bertajuk Rekonsiliasi BEM Se-Nusantara yang diselenggarakan di lantai 8 Aula Universitas Jayabaya, Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur. Dalam acara yang turut dihadiri perwakilan BEM se-Indonesia tersebut, seorang mahasiswa Makassar melakukan orasi di depan mahasiswa lainnya. Karena terlalu lama, seorang kawannya menyuruhnya untuk berhenti.

Namun, mahasiswa itu malah melempar microphone ke arah mahasiswa lain sehingga menimbulkan kericuhan. Empat orang mahasiswa Trisakti yang merasa turut menjadi inisiator dalam acara tersebut pun melerai kericuhan. Namun nahas, keempatnya malah menjadi bulan-bulanan puluhan mahasiswa asal Makassar hingga mengalami luka-luka dan memar di sekujur tubuhnya.

Tak terima diperlakukan seperti itu, keempat mahasiswa itu melapor ke Polrestro Jakarta Timur. Rupanya, peristiwa itu berbuntut panjang. Selasa dini hari, sekelompok mahasiswa asal Makassar yang menyewa wisma tersebut terlibat bentrok dengan mahasiswa Trisakti. Tidak ada korban jiwa atas insiden itu, namun lapak-lapak pedagang yang berada di arena perang antarmahasiswa itu banyak yang pecah.

Turut hadir di lokasi bentrokan itu, Kapolrestro Jakarta Timur, Kombes Saidal Mursalin ; Kepala Bagian Operasional Polrestro Jakarta Timur, AKBP Santun Marpaung, Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestro Jakarta Timur ; Kapolsektro Kramat Jati, Kompol Imran Gultom beserta jajarannya. Meski demikian, tak ada satu pun pihak yang bersedia dimintai keterangannya akan insiden ini.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 4 Juli: Bertambah 2 Kasus, Total Ada 417 Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 4 Juli: Bertambah 2 Kasus, Total Ada 417 Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Perpanjang PSBB, Benyamin Sebut Banyak Warga Tangsel yang Minta Kelonggaran Resepsi Pernikahan

Perpanjang PSBB, Benyamin Sebut Banyak Warga Tangsel yang Minta Kelonggaran Resepsi Pernikahan

Megapolitan
PSBB Proporsional Tahap 2, Pemkot Depok Longgarkan Salon hingga Rumah Ibadah dengan Syarat

PSBB Proporsional Tahap 2, Pemkot Depok Longgarkan Salon hingga Rumah Ibadah dengan Syarat

Megapolitan
[UPDATE] Grafik Covid-19 4 Juli di Depok: 10 Kasus Baru, 2 PDP Meninggal

[UPDATE] Grafik Covid-19 4 Juli di Depok: 10 Kasus Baru, 2 PDP Meninggal

Megapolitan
IPB Jadi Tuan Rumah Acara Forum Rektor Indonesia, Jokowi Minta Perguruan Tinggi Berinovasi

IPB Jadi Tuan Rumah Acara Forum Rektor Indonesia, Jokowi Minta Perguruan Tinggi Berinovasi

Megapolitan
KPAI Desak Polisi Segera Tangkap Ayah Tiri yang Perkosa Remaja di Tangsel

KPAI Desak Polisi Segera Tangkap Ayah Tiri yang Perkosa Remaja di Tangsel

Megapolitan
UPDATE 4 Juli: Bertambah 215, Kini Ada 12.039 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 4 Juli: Bertambah 215, Kini Ada 12.039 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Rasio Kasus Covid-19 di Kelurahan Kenari Jakpus Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Rasio Kasus Covid-19 di Kelurahan Kenari Jakpus Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Megapolitan
Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Megapolitan
CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

Megapolitan
Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok mulai 7 Juli jika...

Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok mulai 7 Juli jika...

Megapolitan
Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Megapolitan
Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X