Soal Tawuran, Jokowi Tekankan Komunikasi Antarwarga

Kompas.com - 24/10/2012, 00:16 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi merasa prihatin dengan berulangnya kejadian tawuran di Jakarta. Ia menilai kejadian ini selalu terjadi karena kurangnya ruang berkomunikasi untuk warga Ibu Kota.

Peristiwa tawuran kembali terjadi pada Selasa (23/10/2012) dini hari. Dua kelompok mahasiswa terlibat bentrok di Jalan Dewi Sartika dan berlanjut di Jalan Harapan, Cawang, Jakarta Timur. Bentrokan itu diduga dipicu oleh insiden sebelumnya yang mewarnai dua kelompok mahasiswa tersebut di Universitas Jayabaya, Pulomas, Jakarta Timur.

Menanggapi hal tersebut, Jokowi menekankan perlunya kesempatan berinteraksi antarwarga. "Yang penting itu ruang komunikasinya kok, dimulai dari kampung-kampung. Itulah perlunya ruang publik dan interaksi masyarakat, perlunya intervensi sosial," kata Jokowi saat berkunjung di Kampung Pulo, Jakarta, Selasa siang.

Ia mengatakan, permasalahan tawuran dan bentrok antarwarga itu tidak bisa sehari dua hari diselesaikan. Ia mengajak warga untuk mulai membangun ruang interaksi dari kampung serta memperbanyak ruang publik, ruang komunikasi, dan ruang kreatif bagi warga.

Jokowi mengatakan, masalah tersebut menjadi salah satu perhatiannya selain masalah-masalah lain yang terjadi di kalangan warga, termasuk penataan kampung, monorel, dan pembangunan mass rapid transit (MRT).

Pada Selasa dini hari, bentrok antarmahasiswa di Cawang. Kekerasan itu terjadi dalam sebuah acara mahasiswa bertajuk Rekonsiliasi BEM se-Nusantara yang diselenggarakan di Lantai 8 Aula Universitas Jayabaya, Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur.

Dalam acara yang turut dihadiri perwakilan BEM se-Indonesia tersebut, seorang mahasiswa Makassar melakukan orasi di depan mahasiswa lainnya. Karena terlalu lama, seorang kawannya menyuruhnya untuk berhenti. Namun, mahasiswa itu malah melempar mikrofon ke arah mahasiswa lain sehingga menimbulkan kericuhan.

Empat orang mahasiswa Trisakti yang merasa turut menjadi inisiator dalam acara tersebut pun melerai kericuhan. Namun nahas, keempatnya malah menjadi bulan-bulanan puluhan mahasiswa asal Makassar hingga mengalami luka-luka dan memar di sekujur tubuhnya.

Tak terima diperlakukan seperti itu, keempat mahasiswa itu melapor ke Polrestro Jakarta Timur. Rupanya, peristiwa itu berbuntut panjang. Dini hari kemarin, sekelompok mahasiswa asal Makassar yang menyewa wisma tersebut terlibat bentrok dengan mahasiswa Trisakti. Tidak ada korban jiwa atas insiden itu, tetapi lapak-lapak pedagang yang berada di arena perang antarmahasiswa itu banyak yang pecah.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kebakaran di Tangsel, Seorang Anak Terjebak hingga Tewas

    Kebakaran di Tangsel, Seorang Anak Terjebak hingga Tewas

    Megapolitan
    Baim Wong Tak Pernah Curiga Mantan Anak Buah Bakal Curi Motornya

    Baim Wong Tak Pernah Curiga Mantan Anak Buah Bakal Curi Motornya

    Megapolitan
    Mantan Anak Buah Curi Sepeda Motor Baim Wong untuk Bayar Utang

    Mantan Anak Buah Curi Sepeda Motor Baim Wong untuk Bayar Utang

    Megapolitan
    Permintaan Maaf mantan Anak Buah kepada Baim Wong karena Curi Motor

    Permintaan Maaf mantan Anak Buah kepada Baim Wong karena Curi Motor

    Megapolitan
    Tetangga Novel Baswedan Minta Polisi Segera Tuntaskan Kasus Penyiraman Air Keras

    Tetangga Novel Baswedan Minta Polisi Segera Tuntaskan Kasus Penyiraman Air Keras

    Megapolitan
    'Novel Baswedan Beberapa Kali Operasi, Kok Masih Dituduh Rekayasa...'

    "Novel Baswedan Beberapa Kali Operasi, Kok Masih Dituduh Rekayasa..."

    Megapolitan
    Tetangga Novel Baswedan Laporkan Dewi Tanjung atas Tuduhan Laporan Palsu

    Tetangga Novel Baswedan Laporkan Dewi Tanjung atas Tuduhan Laporan Palsu

    Megapolitan
    Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah demi Hobi Cosplay...

    Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah demi Hobi Cosplay...

    Megapolitan
    Dua Ormas Bentrok di Bekasi, Satu Orang Terluka

    Dua Ormas Bentrok di Bekasi, Satu Orang Terluka

    Megapolitan
    Keluarga Pengguna GrabWheels yang Tewas Ditabrak Gelar Tabur Bunga

    Keluarga Pengguna GrabWheels yang Tewas Ditabrak Gelar Tabur Bunga

    Megapolitan
    Sudah Lebih Sepekan, Sekda DKI Belum Dihubungi Gerindra soal Usulan Wagub

    Sudah Lebih Sepekan, Sekda DKI Belum Dihubungi Gerindra soal Usulan Wagub

    Megapolitan
    Nenek Sebut Amel Luput dari Penyiraman Air Keras

    Nenek Sebut Amel Luput dari Penyiraman Air Keras

    Megapolitan
    Radio Sonora, Garda Oto, Yello Hotel, dan Harris Convention Hall Bekasi Gelar Fun Rally 2019

    Radio Sonora, Garda Oto, Yello Hotel, dan Harris Convention Hall Bekasi Gelar Fun Rally 2019

    Megapolitan
    Mengadu Nasib di Kawasan Kota Tua, PKL: Kalau Enggak Dagang, Mau Makan Apa?

    Mengadu Nasib di Kawasan Kota Tua, PKL: Kalau Enggak Dagang, Mau Makan Apa?

    Megapolitan
    Korban Penggusuran Sunter Agung Minta Pemprov DKI Sediakan Tempat Usaha

    Korban Penggusuran Sunter Agung Minta Pemprov DKI Sediakan Tempat Usaha

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X