Soal RDTR, Biarkan Jokowi-Basuki Lakukan Terobosan

Kompas.com - 24/10/2012, 13:20 WIB
Penulis Imanuel More
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembahasann Rencana Detil Tata Ruang dan Peraturan Zonasi (RDTR dan PZ) Jakarta di DPRD DKI Jakarta sudah sesuai dengan penjadwalan. Meski demikian, DPRD diharapkan bisa memberi kesempatan bagi pasangan pemimpin baru untuk meninjau kembali dan memberikan pertimbangan.

"Sebagai pemimpin baru Jakarta, Jokowi-Basuki layak memberikan pertimbangan atas rancangan RDTR dan PZ. Mereka perlu diberi kesempatan untuk melakukan terobosan. Justru terobosan itulah yang diharapkan warga dari keduanya," kata Dian Tri Irawaty, Program Manager Rujak Center for Urban Studies (RCUS), saat dihubungi Kompas.com, Rabu (24/10/2012) pagi.

Menurut Dian, adalah tidak etis jika DPRD tidak memberikan kesempatan kepada Jokowi-Basuki untuk memberikan analisa dan masukan. Apalagi, pembahasan dilakukan pada masa suksesi kepemimpinan. "Dengan cara ini, Jokowi dikesankan sebagai tukang stempel saja. Pemikiran dan ide-ide dia setelah berkeliling ke masyarakat tidak bisa diterapkan," katanya.

Dian membenarkan alasan DPRD mengupayakan percepatan pembahasan RDTR. Alasannya, Peraturan Daerah RDTP memang ditargetkan bisa dikeluarkan pada 2012. Meski demikian, percepatan tersebut tidak boleh mengabaikan hak gubernur untuk membaca rancangan yang ada dan memberikan masukan atau penilaian pribadi.

"Proses tersebut seakan-akan menyalip kerja cepat Gubernur terpilih, kami menilai bahwa rencana tersebut tidak memberikan kesempatan kepada pemimpin baru untuk meninjau kembali," tulis rilis yang dikeluarkan RCUS.

Pembahasan RDTR oleh DPRD DKI telah berlangsung selama periode suksesi kepemimpinan Ibu Kota dalam dua bulan terakhir. Problem muncul lantaran waktunya dinilai tidak tepat. Periode transisi kepemimpinan, dalam pandangan Dian, terhitung sebagai masa minim perhatian terhadap urusan pemerintahan. Karena itu, peraturan yang dikeluarkan bisa saja tidak melalui pertimbangan yang cukup matang.

Berita terkait dapat diikuti di topik :

100 HARI JOKOWI-WIDODO

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pasar Masih Ramai, Camat Kembangan Mengaku Sulit Ajak Warga untuk Physical Distancing

    Pasar Masih Ramai, Camat Kembangan Mengaku Sulit Ajak Warga untuk Physical Distancing

    Megapolitan
    Satu Mahasiswa IPB yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

    Satu Mahasiswa IPB yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

    Megapolitan
    Pengedar Narkoba Tewas Ditembak Saat Kabur dari Kejaran Polisi

    Pengedar Narkoba Tewas Ditembak Saat Kabur dari Kejaran Polisi

    Megapolitan
    Kemendagri: Waktu Pelantikan Riza Patria Sebagai Wagub DKI Kewenangan Istana

    Kemendagri: Waktu Pelantikan Riza Patria Sebagai Wagub DKI Kewenangan Istana

    Megapolitan
    Batasi Aktivitas Warga, Pemkot Depok Batasi Jam Operasional Toko Swalayan

    Batasi Aktivitas Warga, Pemkot Depok Batasi Jam Operasional Toko Swalayan

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Siapkan Lahan 800 Meter Persegi untuk Makam Jenazah Pasien Covid-19

    Pemkot Bekasi Siapkan Lahan 800 Meter Persegi untuk Makam Jenazah Pasien Covid-19

    Megapolitan
    Pemkot Tangerang Siapkan Rp 98 Miliar untuk Tangani Dampak Covid-19

    Pemkot Tangerang Siapkan Rp 98 Miliar untuk Tangani Dampak Covid-19

    Megapolitan
    Depok Kirim Usulan PSBB ke Ridwan Kamil Malam Ini

    Depok Kirim Usulan PSBB ke Ridwan Kamil Malam Ini

    Megapolitan
    Pemkot Tangsel Bangun Rumah Lawan Covid-19 untuk Tampung ODP Corona

    Pemkot Tangsel Bangun Rumah Lawan Covid-19 untuk Tampung ODP Corona

    Megapolitan
    51 Kasus Positif Covid-19 di Tangerang, Pemkot Bagikan Masker Gratis

    51 Kasus Positif Covid-19 di Tangerang, Pemkot Bagikan Masker Gratis

    Megapolitan
    [UPDATE]: Depok Tambah 6 Pasien Positif Covid-19, 5 Suspect Meninggal

    [UPDATE]: Depok Tambah 6 Pasien Positif Covid-19, 5 Suspect Meninggal

    Megapolitan
    Update Covid-19 di Bekasi: 7 Pasien Positif Corona Meninggal

    Update Covid-19 di Bekasi: 7 Pasien Positif Corona Meninggal

    Megapolitan
    1 Pasien Positif Covid-19 RSPI Sulianti Saroso Sembuh, 1 PDP Meninggal Dunia

    1 Pasien Positif Covid-19 RSPI Sulianti Saroso Sembuh, 1 PDP Meninggal Dunia

    Megapolitan
    Utamakan Pesanan APD, Konveksi Rumahan di Jakarta Pusat Rela Tunda Produksi Pakaian

    Utamakan Pesanan APD, Konveksi Rumahan di Jakarta Pusat Rela Tunda Produksi Pakaian

    Megapolitan
    Ini Daftar Mal di Jakarta yang Tutup karena Pandemi Covid-19

    Ini Daftar Mal di Jakarta yang Tutup karena Pandemi Covid-19

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X